Bitcoin & Ethereum Tertekan, Sentimen XRP Malah Makin Positif! Apa yang Bikin Ripple Beda?

Bitcoin & Ethereum Tertekan, Sentimen XRP Malah Makin Positif!

Halo Jakarta – Saat harga Bitcoin dan Ethereum kembali tertekan dan memicu panic selling di awal Februari 2026, justru XRP menunjukkan sentimen yang jauh lebih positif. Banyak trader dan holder XRP tetap tenang bahkan ada yang mulai akumulasi tambahan. Perbedaan sikap ini langsung jadi perbincangan hangat di komunitas kripto. Berikut analisis lengkap mengapa XRP justru lebih tahan banting saat BTC & ETH ambruk, faktor pendorong sentimen positif XRP, dampak ke harga & volume, serta apa yang bisa diantisipasi ke depan.

Saat BTC & ETH Tertekan: XRP Malah Menunjukkan Ketahanan

Pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir:

Bacaan Lainnya
  • Bitcoin turun ke level terendah sejak November 2025 (koreksi ~50% dari puncak Oktober)
  • Ethereum ikut terjun ke zona USD 3.500–3.600
  • XRP justru bertahan di kisaran USD 2,40–2,50, bahkan sempat rebound 3–5% saat altcoin lain anjlok

Volume trading XRP di exchange global meningkat tajam, sementara volume BTC & ETH justru menunjukkan tanda-tanda panic selling.

Faktor Utama Sentimen XRP Lebih Positif

Beberapa alasan yang membuat XRP lebih tahan banting:

  • Kasus SEC vs Ripple hampir selesai — Putusan pengadilan yang menguntungkan Ripple terus meningkatkan kepercayaan investor
  • Adopsi real-world usage — RippleNet dan ODL (On-Demand Liquidity) semakin banyak digunakan bank-bank dan remittance company di Asia Tenggara & Timur Tengah
  • Staking & tokenomics baru — Program staking XRP yang baru diluncurkan memberikan yield menarik bagi holder jangka panjang
  • Narasi “bank coin” tetap kuat — Saat BTC & ETH dilihat sebagai aset spekulatif, XRP justru diposisikan sebagai utility token untuk pembayaran lintas batas
  • Komunitas & whale tetap solid — HODL waves XRP di atas 1 tahun lebih tinggi dibandingkan BTC & ETH saat ini

Banyak analis menyebut XRP sebagai “safe haven” sementara di tengah koreksi altcoin besar.

Dampak ke Harga & Volume Trading

  • Harga XRP bertahan di zona USD 2,40–2,55 meski pasar bearish
  • Volume trading XRP naik 40–60% di exchange besar seperti Binance & Upbit
  • Likuidasi posisi short XRP lebih banyak dibandingkan long, menunjukkan tekanan bear mulai melemah
  • Di Indonesia, volume XRP di exchange lokal melonjak karena banyak trader ritel beralih dari BTC & ETH

Analisis Pengamat & Prediksi Jangka Pendek

Analis dari CryptoQuant menyatakan: “XRP menunjukkan relative strength dibandingkan altcoin lain. Jika support USD 2,30 bertahan, rebound ke USD 3,00–3,50 sangat realistis dalam 1–2 bulan.”

Mike McGlone (Bloomberg): “Investor institusi mulai melihat XRP sebagai aset dengan fundamental pembayaran yang lebih kuat dibandingkan BTC yang lebih spekulatif.”

Strategi Investor Saat BTC & ETH Tertekan

Investor bisa pertimbangkan langkah berikut:

  • Dollar Cost Averaging (DCA) pada XRP di zona USD 2,30–2,50
  • Diversifikasi — alokasikan sebagian portofolio ke XRP untuk lindung nilai
  • Pantau on-chain — inflow ke wallet Ripple dan aktivitas ODL bisa jadi sinyal bullish awal
  • Hindari over-leverage — volatilitas masih tinggi
  • Hold jangka panjang — fundamental XRP (pembayaran cross-border & staking) tetap kuat

Koreksi BTC & ETH sering jadi momentum bagi altcoin seperti XRP untuk outperform.

Saat BTC & ETH Loyo, XRP Justru Lebih Tangguh

Saat Bitcoin dan Ethereum tertekan, XRP justru menunjukkan ketahanan dan sentimen yang lebih positif. Apakah ini awal dari “XRP season” atau hanya relative strength sementara? Yang pasti, perbedaan sikap pasar ini jadi pelajaran penting bagi investor.

Saat Bitcoin & Ethereum tertekan, sentimen XRP malah makin positif—apa yang bikin Ripple beda?

Pos terkait