Bitmine Borong 20.000 Ethereum Saat Harga Jatuh! Aksi Akumulasi Besar yang Bikin Pasar Kripto Bergidik

Bitmine Borong 20.000 Ethereum

Halo Jakarta – Perusahaan mining kripto Bitmine resmi mengumumkan pembelian besar-besaran 20.000 ETH tepat saat harga Ethereum sedang turun tajam. Transaksi ini dilakukan dalam beberapa hari terakhir dan langsung memicu spekulasi luas di komunitas kripto. Banyak investor melihat langkah Bitmine sebagai sinyal kuat bahwa institusi mulai percaya diri mengakumulasi di zona rendah. Berikut detail lengkap transaksi, konteks pembelian, alasan strategis Bitmine, dampak ke harga ETH, serta pandangan analis tentang apa arti langkah ini bagi pasar kripto ke depan.

Kronologi Pembelian Besar Bitmine

Data on-chain dan pengumuman resmi Bitmine menunjukkan:

Bacaan Lainnya
  • Pembelian dilakukan bertahap selama 48–72 jam terakhir (akhir Januari – awal Februari 2026)
  • Total 20.000 ETH senilai sekitar USD 75–80 juta (tergantung rata-rata harga beli)
  • Transaksi ini melalui beberapa wallet institusi dan exchange terpusat
  • Harga rata-rata pembelian diperkirakan berada di kisaran USD 3.750–4.000 per ETH

Ini menjadi salah satu akumulasi ETH terbesar oleh entitas korporasi sejak akhir 2025.

Alasan Strategis Bitmine Borong ETH Saat Harga Turun

Bitmine menjelaskan dalam pernyataan resminya beberapa alasan utama:

  • Mereka melihat koreksi ini sebagai “peluang akumulasi emas” karena fundamental Ethereum tetap sangat kuat
  • Upgrade Pectra dan perkembangan layer-2 terus meningkatkan utilitas ETH secara signifikan
  • Strategi diversifikasi aset mining mereka ke ETH staking untuk passive income jangka panjang
  • Mereka yakin harga ETH saat ini masih undervalued jika dibandingkan potensi masa depan (DeFi, NFT, RWA, dll.)

CEO Bitmine menegaskan: “Kami bukan trader jangka pendek. Kami membeli karena yakin Ethereum akan kembali ke level tertinggi baru dalam 12–18 bulan ke depan.”

Dampak ke Harga ETH & Sentimen Pasar

Pengumuman ini memicu reaksi beragam di pasar:

  • Harga ETH sempat turun tambahan 2–3% setelah berita viral, tapi cepat rebound karena dianggap sinyal bullish
  • Likuidasi posisi short meningkat tajam, sehingga banyak trader bearish terjebak
  • Volume trading ETH melonjak di exchange besar, menandakan minat beli kembali muncul kuat
  • Indeks Fear & Greed untuk ETH naik dari zona Extreme Fear ke zona Fear, menunjukkan sentimen mulai membaik

Di Indonesia, grup Telegram dan komunitas lokal langsung ramai: “Kalau Bitmine borong, berarti ini dip stage. Saatnya akumulasi juga.”

Analisis Pengamat & Prediksi Jangka Pendek

Analis CryptoQuant menyatakan: “Akumulasi institusi seperti Bitmine biasanya menjadi bottom lokal. ETH punya support kuat di USD 3.600–3.800. Jika bertahan, rebound ke USD 5.000–6.000 sangat realistis dalam 3–6 bulan.”

CoinBureau menambahkan: “Ini bukan FUD, ini sinyal akumulasi. Investor ritel sering panik saat whale beli di dip—padahal itu waktu terbaik.”

Strategi Investor Menghadapi Aksi Whale Seperti Ini

Investor bisa ambil langkah bijak berikut:

  • Gunakan Dollar Cost Averaging (DCA) — beli bertahap di zona USD 3.600–4.200
  • Hindari FOMO/FUD — jangan panic sell hanya karena harga turun sementara
  • Pantau data on-chain — perhatikan inflow ke staking ETH dan akumulasi wallet whale
  • Hold jangka panjang — fundamental Ethereum (staking yield, layer-2, upgrade) tetap sangat kuat
  • Diversifikasi — jangan all-in ETH; kombinasikan dengan BTC dan stablecoin

Aksi Bitmine seperti ini sering menjadi katalisator rebound kuat di masa lalu.

Kesimpulan: Bitmine Borong 20.000 ETH – Sinyal Bullish atau Jebakan?

Pembelian besar 20.000 ETH oleh Bitmine saat harga jatuh menunjukkan keyakinan institusi terhadap masa depan Ethereum. Meskipun pasar sedang volatile, langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa dip saat ini adalah kesempatan akumulasi, bukan akhir bull run.

Bitmine borong 20.000 ETH saat harga jatuh—sinyal akumulasi besar yang bikin pasar bergetar!

Pos terkait