Changpeng Zhao Tak Lagi Yakin Bitcoin Masuk Supercycle! Ini Alasan Berat dari Bos Binance yang Bikin Pasar Mikir Ulang

Changpeng Zhao Tak Lagi Yakin Bitcoin Masuk Supercycle!

Halo Jakarta – Changpeng Zhao (CZ), pendiri dan mantan CEO Binance, kembali membuat gebrakan dengan menyatakan keraguan besar terhadap narasi “supercycle” Bitcoin yang selama ini digaungkan banyak analis. Dalam wawancara eksklusif dan postingan di platform X pada awal Februari 2026, CZ mengungkapkan bahwa ia tidak lagi sepenuhnya yakin Bitcoin akan memasuki fase supercycle seperti yang diprediksi pasca-halving 2024. Pernyataan ini langsung memicu diskusi panas di komunitas kripto global dan Indonesia. Berikut alasan utama CZ, konteks pandangannya, dampak ke sentimen pasar, serta apa artinya bagi investor jangka panjang.

Alasan CZ Tak Lagi Percaya Bitcoin Masuk Supercycle

CZ menyebut beberapa faktor fundamental yang membuatnya skeptis:

Bacaan Lainnya
  • Adopsi institusi melambat — inflow ETF Bitcoin spot AS sudah menurun drastis sejak puncak akhir 2025
  • Kondisi makroekonomi global masih rapuh — The Fed tetap hawkish, inflasi belum benar-benar terkendali, dan resesi ringan masih mengintai
  • Perilaku holder berubah — Banyak whale mulai profit taking lebih cepat dibandingkan siklus sebelumnya
  • Persaingan dari aset lain — stablecoin, tokenized real-world assets (RWA), dan AI token mulai mencuri perhatian modal institusi
  • Volatilitas ekstrem tetap ada — “Supercycle biasanya ditandai dengan stabilitas relatif setelah halving. Tapi kita masih lihat swing 20–30% dalam hitungan hari,” kata CZ

Ia menambahkan: “Saya bukan bilang Bitcoin mati atau bear market panjang. Tapi supercycle seperti 2020–2021? Saya rasa tidak akan terjadi lagi dengan pola yang sama.”

Konteks Pandangan CZ & Perubahan Narasi Pasar

CZ dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di dunia kripto. Sejak keluar dari Binance dan menjalani hukuman singkat di AS, ia lebih sering berbicara jujur dan kritis terhadap hype berlebihan. Pernyataan ini datang di saat:

  • Bitcoin baru saja koreksi dari puncak USD 108.000 ke level USD 89.000–92.000
  • Indeks Fear & Greed Crypto berada di zona Fear (38–42)
  • Banyak analis ritel masih optimis dengan narasi “supercycle 2025–2026”

Pandangan CZ ini kontras dengan prediksi bullish dari beberapa analis seperti Tom Lee (Fundstrat) dan PlanB, yang masih yakin BTC bisa tembus USD 200.000+ di siklus ini.

Dampak ke Sentimen Pasar & Reaksi Komunitas

Reaksi komunitas kripto terbelah:

  • Sebagian setuju dengan CZ: “Benar, supercycle sudah over-hyped. Sekarang lebih realistis bicara bull market biasa.”
  • Sebagian membantah: “CZ cuma bearish karena lagi frustrasi pasca kasus hukumnya.”

Harga Bitcoin sempat turun tambahan 2–3% setelah pernyataan CZ viral, tapi rebound cepat karena volume beli di zona USD 90.000 cukup kuat.

Di Indonesia, grup Telegram dan forum lokal ramai membahas: banyak investor muda mulai ragu dengan narasi “to the moon” dan beralih ke strategi hold & DCA.

Analisis: Apa Artinya Bagi Investor Jangka Panjang?

Pandangan CZ tidak serta-merta berarti akhir bull run. Beberapa poin kunci:

  • Bitcoin tetap punya fundamental kuat: halving effect, adopsi institusi, dan narasi “digital gold”
  • Koreksi saat ini lebih terlihat sebagai “healthy pullback” dalam bull market
  • Jika supercycle tidak terjadi, target realistis BTC di siklus ini mungkin USD 120.000–150.000 (bukan 200k+)

Investor disarankan:

  • Tetap gunakan DCA di level rendah
  • Hindari leverage tinggi
  • Fokus pada fundamental, bukan hype musiman

CZ Buka Suara – Supercycle Bitcoin Mati atau Hanya Berubah Bentuk?

Pernyataan CZ bahwa ia tak lagi yakin Bitcoin masuk supercycle menjadi angin segar sekaligus alarm bagi komunitas yang terlalu optimis. Apakah ini akhir dari narasi bull run gila-gilaan, atau hanya perubahan bentuk siklus yang lebih matang? Yang pasti, pasar kripto kembali mengingatkan: jangan terjebak FOMO.

CZ tak lagi yakin Bitcoin masuk supercycle—alasan berat yang bikin pasar mikir ulang!

Pos terkait