Halo Jakarta – Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, kembali menjadi sorotan setelah on-chain data menunjukkan ia melepas hampir 3.000 ETH senilai sekitar USD 6,69 juta (Rp 6,69 miliar) dalam kurun waktu hanya 3 hari terakhir. Transaksi ini langsung memicu spekulasi liar di komunitas kripto: apakah ini sinyal bearish, penyesuaian portofolio, atau hanya kebutuhan pribadi? Berikut detail transaksi, konteks penjualan, dampak ke harga ETH, reaksi pasar, serta pandangan analis tentang apa arti langkah Vitalik kali ini.
Kronologi Penjualan ETH Vitalik dalam 3 Hari
Data on-chain dari Arkham Intelligence dan Etherscan menunjukkan:
- 29 Januari 2026: Vitalik mentransfer 1.200 ETH ke wallet exchange terpusat
- 30 Januari 2026: Tambahan 980 ETH dikirim ke alamat yang sama
- 31 Januari 2026: Sisanya 810 ETH menyusul, total hampir 3.000 ETH
- Nilai total saat penjualan sekitar USD 6,69 juta (rata-rata harga jual ~USD 2.230–2.250 per ETH)
Semua ETH tersebut langsung dijual di exchange dan dikonversi ke stablecoin serta fiat.
Konteks & Kemungkinan Alasan Penjualan
Vitalik Buterin memang sering melakukan penjualan ETH untuk keperluan donasi, pendanaan proyek riset, atau kebutuhan pribadi. Beberapa kemungkinan alasan kali ini:
- Donasi ke organisasi amal atau proyek open-source (Vitalik dikenal dermawan)
- Pendanaan pengembangan Ethereum layer-2 atau proyek sampingan
- Penyesuaian portofolio pribadi di tengah volatilitas pasar
- Kebutuhan likuiditas mendadak (meski jarang terjadi)
Vitalik belum memberikan pernyataan resmi terkait penjualan ini, sehingga spekulasi terus bergulir di komunitas.
Dampak ke Harga ETH & Sentimen Pasar
Penjualan besar dari figur sekelas Vitalik memang memicu reaksi negatif sementara:
- Harga ETH turun 4–6% dalam 48 jam pasca-transaksi pertama
- Likuidasi posisi long di futures mencapai USD 180 juta
- Sentimen komunitas langsung beralih ke fear, indeks Fear & Greed ETH turun ke zona 40
Namun penurunan ini relatif singkat karena volume penjualan Vitalik (hanya ~0,0025% dari total supply ETH) sebenarnya kecil dibandingkan aktivitas pasar secara keseluruhan.
Reaksi Komunitas & Analis Kripto
Reaksi komunitas terbagi dua:
- Sebagian khawatir: “Vitalik jual lagi, bearish confirmed”
- Sebagian tenang: “Ini biasa, Vitalik sering donasi pakai ETH. Justru ini akumulasi opportunity”
Analis dari CryptoQuant menyatakan: “Penjualan Vitalik memang sering memicu FUD sementara, tapi secara historis justru sering jadi bottom lokal. Whale lain malah akumulasi di zona ini.”
CoinBureau menambahkan: “Jangan overreact. Vitalik sudah jual ETH berkali-kali sejak 2018 dan harga tetap naik jangka panjang.”
Strategi Investor Menghadapi Volatilitas Ini
Investor bisa ambil langkah bijak:
- Jangan panic sell — Penjualan figur besar sering jadi trigger koreksi sehat
- Dollar Cost Averaging (DCA) — Manfaatkan penurunan untuk beli bertahap
- Pantau on-chain data — Lihat apakah whale lain mulai akumulasi
- Hindari leverage tinggi — Volatilitas tinggi rawan likuidasi berantai
- Fokus jangka panjang — Ethereum tetap punya fundamental kuat (upgrade Dencun, Pectra, adopsi layer-2)
Koreksi ini bisa jadi kesempatan beli bagi yang percaya pada masa depan Ethereum.
Kesimpulan: Vitalik Lepas 3.000 ETH – FUD Sementara atau Sinyal Bear?
Penjualan hampir 3.000 ETH oleh Vitalik Buterin memang memicu panic sementara di pasar. Namun secara historis, transaksi semacam ini lebih sering menjadi “buy the dip” daripada sinyal akhir bull run. Investor disarankan tetap tenang dan fokus pada fundamental jangka panjang.
Vitalik lepas 3.000 ETH senilai Rp 6,69 miliar—koreksi biasa atau tanda bahaya?
