Viral Ribut-Ribut Dua Suporter Bola di Bogor, Polisi Turun Tangan Amankan Keduanya

Viral Ribut-Ribut Dua Suporter Bola di Bogor

Halo Jakarta – Video dua suporter bola terlibat ribut-ribut di jalanan Kota Bogor langsung viral di media sosial pada Minggu 11 Januari 2026. Kejadian ini terjadi di kawasan Jalan Pajajaran, dekat salah satu kafe populer, sekitar pukul 20.45 WIB. Dua pria yang mengenakan atribut klub sepak bola berbeda saling dorong, tarik baju, dan lempar kata-kata kasar hingga hampir adu jotos. Warga sekitar merekam dan mengunggah video ke TikTok serta Instagram, yang dalam waktu kurang dari 12 jam sudah ditonton lebih dari 2,5 juta kali. Polisi langsung turun tangan, amankan kedua pelaku, dan selidiki motif keributan tersebut. Apa kronologi kejadian, identitas pelaku, respons polisi, serta dampak viralnya? Berikut ulasan lengkap.

Kronologi Keributan yang Terjadi di Tengah Keramaian

Kejadian bermula sekitar pukul 20.30 WIB. Kedua pelaku awalnya berada di dalam kafe yang sama bersama kelompok masing-masing. Saksi mata mengatakan bahwa keributan dimulai setelah salah satu pelaku (inisial A, 28 tahun, warga Bogor) mengomentari pertandingan sepak bola yang sedang ditayangkan di TV kafe. Pelaku kedua (inisial B, 25 tahun, warga Depok) merasa tersinggung karena komentar tersebut menyinggung klub kesayangannya. Awalnya hanya saling sindir, tapi situasi cepat memanas setelah keduanya keluar kafe dan mulai dorong-dorongan di trotoar.

Bacaan Lainnya

Video yang viral menunjukkan pelaku A mendorong dada pelaku B hingga tersandung, lalu pelaku B balas tarik kerah baju. Beberapa warga mencoba memisahkan, tapi keduanya masih saling teriak dan lempar kata-kata kasar. Kejadian berlangsung sekitar 4 menit sebelum petugas patroli Polsek Bogor Tengah yang sedang melintas langsung turun tangan. Polisi berhasil memisahkan kedua pelaku dan membawa mereka ke Mapolres Bogor Kota untuk pemeriksaan.

Identitas Pelaku dan Motif Awal Keributan

Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai:

  • A (28 tahun), warga Kelurahan Bogor Tengah, penggemar klub sepak bola tertentu
  • B (25 tahun), warga Depok, penggemar klub rival

Motif awal adalah perselisihan terkait pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung. Kapolsek Bogor Tengah AKP Andri Wijaya mengatakan, “Keributan bermula dari komentar provokatif salah satu pelaku di dalam kafe. Setelah keluar, emosi mereka tidak terkendali.” Polisi juga menyita beberapa barang bukti seperti ponsel yang merekam kejadian dan atribut klub sepak bola yang mereka pakai.

Keduanya dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan atau Pasal 351 tentang penganiayaan ringan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Bogor Kota.

Respons Polisi yang Cepat dan Tegas

Polisi bergerak sangat cepat. Petugas patroli yang melintas langsung turun tangan dalam waktu kurang dari 5 menit setelah keributan dimulai. Mereka berhasil memisahkan kedua pelaku tanpa kekerasan berarti dan langsung amankan ke Mapolres. Kapolres Bogor Kota AKBP Mochamad Rizki mengatakan, “Kami tidak ingin kejadian ini membesar dan mengganggu ketertiban umum. Penanganan cepat ini bagian dari komitmen kami menjaga keamanan Kota Bogor.”

Polisi juga mengimbau suporter sepak bola untuk menjaga sikap saat berada di tempat umum. “Jangan biarkan hobi menonton bola berubah jadi konflik yang merugikan semua pihak,” kata AKBP Rizki.

Dampak Viral Video dan Reaksi Masyarakat

Video keributan ini langsung menyebar luas di TikTok, Instagram, dan X. Dalam 12 jam, video utama ditonton 2,5 juta kali dan di-share lebih dari 120 ribu kali. Banyak netizen mengkritik kedua pelaku karena dianggap tidak dewasa. “Suporter kok malah ribut di jalanan, malu-maluin klub,” tulis salah satu pengguna. Tagar #SuporterRibutBogor dan #ElClasicoBodoh juga sempat trending di X.

Namun ada juga yang membela kedua pelaku dengan alasan “emosi sepak bola memang begitu”. Warga Bogor sendiri merasa kecewa karena kawasan Kemang dan Pajajaran selama ini dikenal aman dan ramah.

Dampak ke Citra Suporter Sepak Bola Indonesia

Kejadian ini menambah catatan buruk citra suporter sepak bola Indonesia. Setelah tragedi Kanjuruhan 2022 dan beberapa kerusuhan lain, insiden seperti ini semakin memperburuk persepsi publik terhadap suporter. PSSI dan klub-klub besar seperti Persib, Persija, dan PSM langsung mengeluarkan pernyataan mengecam keributan antar suporter. “Kami minta suporter menjaga nama baik klub dan liga,” tulis pernyataan resmi Persib Bandung.

Polisi juga mengimbau klub-klub untuk lebih aktif edukasi suporter agar tidak terprovokasi di tempat umum.

Pelajaran Keselamatan dan Etika dari Kejadian Ini

Tragedi ini beri pelajaran penting.

  • Jangan biarkan emosi sepak bola berubah jadi kekerasan di tempat umum
  • Hindari provokasi atau komentar yang bisa memicu konflik
  • Segera laporkan ancaman atau potensi keributan ke polisi
  • Suporter harus sadar bahwa tindakan individu bisa merusak citra klub dan liga
  • Polisi perlu tingkatkan patroli di kawasan hiburan malam hari

Kejadian ribut-ribut dua suporter di Bogor jadi pengingat bahwa sepak bola harusnya menyatukan, bukan memecah belah.

Pos terkait