Halo Jakarta – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 50 tahun ditahan polisi Norwegia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas tragis yang menewaskan dua wanita lansia di Harstad, Norwegia, pada 27 Februari 2026. Kecelakaan ini langsung menjadi perhatian media internasional dan komunitas diaspora Indonesia karena korban adalah dua warga Norwegia berusia 70-an. Berikut kronologi kejadian, proses penahanan, respons KBRI Oslo, serta update kondisi terkini dari pihak berwenang Norwegia.
Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Dua Lansia
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat di jalan E10 selatan persimpangan Elvemokrysset, municipality Tjeldsund, wilayah Sør-Troms. Menurut laporan polisi Norwegia:
- WNI mengendarai mobil sewaan jenis Volkswagen Golf bersama tiga orang Indonesia lainnya
- Kelompok ini sedang dalam perjalanan dari Tromsø, berhenti di Narvik, dan menuju Lofoten
- Mobil menyeberang ke jalur berlawanan dan bertabrakan langsung dengan mobil korban
- Kondisi jalan licin karena salju, dengan suhu beberapa derajat di bawah nol
- Kedua korban (satu dari Sandnes di Rogaland, satu dari Harstad) langsung dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal di tempat kejadian akibat luka berat di kepala dan dada
- WNI tidak mengalami luka serius, tapi langsung ditahan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut
Polisi menyatakan WNI positif tes alkohol dengan kadar melebihi batas aman (0,08% BAC), meski WNI mengaku tidak sadar melaju terlalu cepat. Investigasi awal menunjukkan faktor utama adalah kelalaian pengemudi dan pengaruh alkohol.
Proses Penahanan & Hak Hukum WNI di Norwegia
WNI langsung ditahan di tahanan polisi Harstad dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Menurut hukum Norwegia, kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kematian dengan unsur kelalaian berat atau pengaruh alkohol bisa dijerat pasal pembunuhan karena kelalaian (manslaughter by negligence) dengan ancaman hukuman hingga 21 tahun penjara.
KBRI Oslo langsung bergerak cepat:
- Menghubungi keluarga WNI di Indonesia
- Memberikan pendampingan hukum melalui pengacara lokal
- Memastikan hak-hak tahanan WNI terpenuhi sesuai Konvensi Wina
- Berkoordinasi dengan polisi Norwegia untuk update perkembangan kasus
KBRI juga mengimbau seluruh WNI di Norwegia untuk selalu patuhi peraturan lalu lintas dan hindari mengemudi dalam pengaruh alkohol.
Respons Keluarga Korban & Masyarakat Norwegia
Keluarga kedua korban menyatakan duka mendalam dan menuntut keadilan penuh. Media Norwegia seperti VG dan Aftenposten memberitakan kasus ini secara masif dengan headline “Warga Indonesia Ditahan Usai Tewaskan Dua Lansia di Oslo”.
Masyarakat Norwegia menunjukkan simpati besar kepada korban dan keluarganya. Beberapa netizen Norwegia di media sosial menyatakan: “Kami harap pelaku dihukum seberat-beratnya demi keadilan bagi lansia kami.”
Dampak ke Komunitas WNI di Norwegia & Imbauan KBRI
Kasus ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan WNI di Norwegia. KBRI Oslo mengeluarkan imbauan resmi:
- Hindari mengemudi jika mengonsumsi alkohol
- Selalu patuhi batas kecepatan dan peraturan lalu lintas
- Jika terlibat kecelakaan, segera hubungi KBRI untuk pendampingan
- Gunakan transportasi umum atau taksi saat berada di luar negeri
KBRI juga siapkan bantuan hukum dan psikososial bagi keluarga WNI di Indonesia.
Pelajaran dan Harapan dari Tragedi Ini
Tragedi ini jadi pengingat pahit bahwa keselamatan lalu lintas harus jadi prioritas utama, terutama di negara dengan aturan lalu lintas sangat ketat seperti Norwegia. Pemerintah Indonesia melalui KBRI terus mendampingi kasus ini sambil mengimbau seluruh WNI di luar negeri untuk selalu patuh hukum setempat.
WNI ditahan di Norwegia usai kecelakaan tewaskan 2 lansia—kasus viral yang bikin diaspora Indonesia prihatin!
