Halo Jakarta – Kota Jakarta akhirnya mulai bernapas lega setelah banjir besar yang melanda sejak awal Januari 2026 mulai surut drastis. Berdasarkan data terbaru dari BPBD DKI Jakarta pada Senin 13 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, jumlah RT yang masih tergenang tinggal 11 RT dari sebelumnya mencapai ratusan RT. Penurunan ini terjadi berkat hujan yang mulai reda sejak Minggu malam dan pompa air yang bekerja maksimal di 32 titik rawan. Warga di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur yang sebelumnya terendam paling dalam kini mulai membersihkan rumah dan mengembalikan aktivitas sehari-hari. Apa kronologi surutnya banjir, titik-titik terakhir yang masih tergenang, upaya penanganan BPBD, serta dampak ke warga? Berikut ulasan lengkap.
Kronologi Surutnya Banjir di Jakarta yang Semakin Membaik
Banjir besar melanda Jakarta sejak 8 Januari 2026 akibat curah hujan ekstrem yang mencapai 200–300 mm dalam 24 jam. Pada puncaknya (9 Januari), 312 RT di 5 wilayah kota terendam dengan ketinggian air mencapai 1–2 meter. Jakarta Utara menjadi wilayah paling parah dengan 148 RT tergenang, diikuti Jakarta Timur (92 RT), Jakarta Selatan (48 RT), Jakarta Barat (18 RT), dan Jakarta Pusat (6 RT).
Sejak Minggu malam 10 Januari, hujan mulai reda dan intensitas pompa air meningkat. Pompa di Waduk Pluit, Waduk Jatiluhur, dan Kali Item bekerja nonstop. Hingga Senin siang 13 Januari, 301 RT sudah surut sepenuhnya. Sisanya 11 RT yang masih tergenang tersebar di:
- Jakarta Utara: 6 RT (Kelurahan Penjaringan dan Cilincing)
- Jakarta Timur: 4 RT (Kelurahan Cipinang Melayu dan Pondok Bambu)
- Jakarta Selatan: 1 RT (Kelurahan Cilandak Timur)
Ketinggian air di titik-titik terakhir rata-rata tinggal 20–50 cm. BPBD memperkirakan seluruh RT akan surut total paling lambat pada Selasa malam 14 Januari 2026 jika tidak ada hujan ekstrem lagi.
Upaya Penanganan BPBD dan Pemprov DKI yang Maksimal
BPBD DKI Jakarta mengerahkan 1.200 personel gabungan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Penanggulangan Bencana. Mereka operasikan 450 pompa air, 120 mobil tangki, dan 80 perahu karet untuk evakuasi warga. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung turun ke lapangan pada 10 Januari dan memimpin rapat koordinasi di Posko Banjir Ancol. “Kami prioritaskan keselamatan warga dan percepatan surut air,” kata Pramono.
Pemprov juga distribusikan 50.000 paket sembako, 20.000 selimut, dan 15.000 matras untuk pengungsi di 42 titik pengungsian. PLN dan PDAM DKI memastikan listrik dan air bersih kembali normal di wilayah yang sudah surut.
Dampak Banjir yang Mulai Pulih
Banjir sempat merendam 312 RT dan mengungsi lebih dari 35.000 warga. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun, termasuk rumah rusak, kendaraan terendam, dan gangguan aktivitas ekonomi. Namun sejak surutnya banjir, warga mulai kembali ke rumah dan membersihkan lumpur. Pasar tradisional di Jakarta Utara dan Timur sudah mulai buka kembali meski sebagian masih tutup karena genangan.
Warga yang sempat mengungsi merasa lega. “Alhamdulillah air sudah surut, kami bisa pulang dan bersih-bersih rumah,” kata seorang warga Kelurahan Penjaringan yang rumahnya terendam selama 5 hari.
Titik-Titik Terakhir yang Masih Tergenang
BPBD mencatat 11 RT terakhir yang masih tergenang pada Senin 13 Januari 2026:
- Kelurahan Penjaringan: 3 RT (ketinggian 30–50 cm)
- Kelurahan Cilincing: 3 RT (ketinggian 20–40 cm)
- Kelurahan Cipinang Melayu: 2 RT (ketinggian 25–45 cm)
- Kelurahan Pondok Bambu: 2 RT (ketinggian 20–35 cm)
- Kelurahan Cilandak Timur: 1 RT (ketinggian 15–30 cm)
Petugas damkar dan Dinas Sumber Daya Air terus pompa air di titik-titik ini. Mereka optimis semua genangan akan surut paling lambat Selasa malam jika cuaca tetap cerah.
Pelajaran dan Antisipasi Banjir ke Depan
Tragedi banjir awal Januari 2026 jadi pelajaran besar. BPBD dan Pemprov DKI akan tingkatkan:
- Normalisasi sungai dan waduk secara masif
- Pembangunan tanggul dan pintu air baru
- Edukasi warga untuk tidak buang sampah ke sungai
- Peningkatan kapasitas pompa air di titik rawan
- Sistem peringatan dini banjir yang lebih cepat
Masyarakat juga diminta lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan tidak bangun di bantaran sungai.
Banjir Jakarta mulai surut. Tinggal 11 RT yang masih tergenang—kota ini perlahan kembali normal.
