Prabowo : Kabinet Saya Kompak Jangan Percaya Analisa Perpecahan di Sosmed

Isu Perpecahan Kabinet Prabowo

Halo Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa kabinetnya tetap kompak dan solid meskipun banyak analisis di media sosial yang menyebut adanya perpecahan internal. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan media nasional pada Rabu 15 Januari 2026 di Istana Merdeka. Ia menilai berbagai opini dan spekulasi di sosmed sering kali tidak berdasar dan hanya bertujuan menciptakan persepsi negatif terhadap pemerintahannya. “Kabinet saya kompak. Jangan percaya analisa perpecahan di sosmed,” tegas Prabowo. Pernyataan ini muncul di tengah isu reshuffle kabinet yang ramai dibicarakan setelah beberapa menteri dikritik terkait penanganan bencana dan kebijakan ekonomi. Apa latar belakang pernyataan Prabowo, respons menteri terkait, analisis publik, dan implikasi politiknya? Berikut ulasan lengkap.

Latar Belakang Pernyataan Prabowo yang Muncul di Tengah Isu Reshuffle

Pernyataan Prabowo ini muncul setelah beberapa pekan terakhir ramai isu reshuffle kabinet. Beberapa menteri seperti Raja Juli Antoni (Menteri LHK) mendapat kritik keras dari DPR karena dianggap lambat tangani bencana banjir-longsor di Sumatera. Selain itu, isu kinerja beberapa menteri ekonomi juga menjadi perbincangan setelah inflasi Desember 2025 lebih tinggi dari ekspektasi. Spekulasi reshuffle semakin kencang di media sosial, dengan tagar #ReshuffleKabinetPrabowo dan #KabinetPrabowoRetak trending selama beberapa hari.

Bacaan Lainnya

Prabowo menilai isu-isu tersebut dibesar-besarkan oleh pihak tertentu yang ingin menciptakan persepsi negatif. Ia menegaskan bahwa kabinetnya bekerja dengan baik dan solid. “Kami bertemu setiap minggu, koordinasi lancar. Yang bicara perpecahan di sosmed itu tidak tahu apa-apa,” kata Prabowo dalam wawancara tersebut.

Respons Menteri Terkait Isu Perpecahan Kabinet

Beberapa menteri langsung memberikan dukungan penuh terhadap pernyataan presiden. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kabinet bekerja secara kolektif dan tidak ada friksi internal. “Kami semua fokus pada target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen dan penanganan bencana. Tidak ada perpecahan,” ujar Airlangga.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya dikritik DPR, juga menegaskan bahwa ia tetap solid dengan presiden. “Saya kerja untuk rakyat dan presiden. Kritik dari DPR itu biasa, tapi kami tetap kompak,” kata Bahlil. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan bahwa koordinasi antar kementerian berjalan baik, terutama dalam penanganan bencana Sumatera.

Analisis Publik dan Media Sosial yang Ramai

Pernyataan Prabowo langsung memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen yang mendukung presiden dengan bilang bahwa kabinet memang kompak dan isu perpecahan hanya dibuat-buat. Tagar #KabinetPrabowoKompak menjadi trending nomor 1 di X pada hari yang sama. Sebagian warga juga memuji Prabowo karena berani tegaskan sikapnya di tengah kritik.

Namun tidak sedikit yang skeptis. Beberapa analis politik mengatakan bahwa pujian Prabowo ke menteri tertentu seperti Bahlil bisa jadi sinyal bahwa tidak akan ada reshuffle besar. “Ini cara Prabowo menenangkan opini publik bahwa kabinetnya solid,” kata pengamat politik Adi Prayitno. Di sisi lain, kritik dari oposisi tetap ada. PDIP melalui Sekjen Hasto Kristiyanto bilang bahwa pujian Prabowo tidak menyelesaikan masalah substansial seperti lambatnya penanganan bencana.

Dampak Pernyataan Prabowo ke Stabilitas Kabinet

Pernyataan ini memberikan efek positif sementara terhadap stabilitas kabinet. Isu reshuffle yang sempat ramai langsung mereda. Menteri-menteri yang sempat dikritik merasa lebih percaya diri dan dukungan dari presiden membuat mereka lebih berani mengambil keputusan. Publik juga melihat Prabowo sebagai pemimpin yang tegas dan tidak mudah terpengaruh opini publik di sosmed.

Namun analis politik dari CSIS Arya Fernandes mengatakan bahwa pernyataan ini juga bisa jadi bumerang jika kinerja kabinet tidak membaik. “Kalau ada menteri yang terus dikritik DPR atau publik, Prabowo akan sulit pertahankan pernyataan ‘kompak’ ini,” ujar Arya.

Respons DPR dan Oposisi terhadap Pernyataan Prabowo

DPR melalui Komisi II dan Komisi VII tetap kritis. Wakil Ketua Komisi II Rifqinizamy Karsayuda bilang bahwa pujian Prabowo tidak menyelesaikan masalah substansial. “Kami tetap akan panggil menteri terkait untuk evaluasi kinerja,” katanya. PDIP juga menegaskan bahwa mereka akan terus mengawasi kinerja kabinet meskipun Prabowo bilang kompak.

Harapan dan Tantangan Kabinet Prabowo ke Depan

Pernyataan Prabowo memberikan harapan bahwa kabinetnya tetap solid dan fokus kerja. Namun tantangan masih besar: penanganan bencana Sumatera harus cepat, ekonomi harus stabil, dan inflasi harus terkendali. Prabowo juga harus buktikan bahwa kabinetnya memang kompak melalui hasil kerja nyata, bukan hanya pernyataan.

Kabinet Prabowo baru berjalan 3 bulan. Pujian ini bisa jadi motivasi, tapi juga tekanan untuk bekerja lebih baik.

Pos terkait