Benda Diduga Peledak Ditemukan Depan Ruko Bandung Pengamanan Gereja Diperketat

Halo Jakarta – Penemuan benda mencurigakan yang diduga peledak di depan ruko Jalan Ahmad Yani, Bandung, pada Senin malam 23 Desember 2025 langsung picu kepanikan. Polisi langsung sterilkan area dan kerahkan tim gegana untuk amankan benda itu. Meski ternyata bukan bom aktif, kejadian ini bikin pengamanan gereja dan tempat ibadah di Bandung diperketat jelang Natal 2025. Polres Bandung Kota koordinasi dengan TNI dan Brimob tingkatkan patroli di 150 gereja dan tempat ibadah. Warga Bandung yang mayoritas Muslim tunjukkan solidaritas dengan bantu jaga gereja. Apa kronologi penemuan, hasil pemeriksaan, respons aparat, dan dampak ke masyarakat? Berikut ulasan lengkap yang bikin kamu paham seluruh cerita.

Kronologi Penemuan Benda Mencurigakan yang Picu Panik

Penemuan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di depan ruko nomor 123 Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Bandung Timur. Seorang warga bernama Pak Dedi yang lewat lihat tas ransel hitam mencurigakan diletakkan di trotoar. Tas itu terbungkus plastik hitam dan ada kabel menjuntai. Pak Dedi langsung lapor ke polisi patroli yang kebetulan lewat. Polisi segera datang dan sterilkan radius 100 meter. Jalan Ahmad Yani ditutup sementara, bikin kemacetan panjang.

Bacaan Lainnya

Tim gegana Polda Jabar tiba pukul 21.00 WIB. Mereka pakai robot untuk dekati tas dan lakukan detonasi terkendali. Ternyata isi tas bukan bom aktif, tapi baterai, kabel, dan rangkaian elektronik yang mirip peledak. Kapolres Bandung Kota Kombes Pol Kusworo Wibowo bilang, “Ini bukan bom aktif, tapi benda mencurigakan yang sengaja diletakkan untuk picu kepanikan.” Polisi selidiki apakah ini prank atau aksi teror jelang Natal.

Warga sekitar langsung evakuasi mandiri. Beberapa kafe dan ruko tutup lebih awal. Untungnya tak ada korban jiwa atau luka.

Hasil Pemeriksaan dan Dugaan Motif Pelaku

Tim laboratorium forensik Polda Jabar langsung periksa isi tas. Mereka temukan baterai 9 volt, kabel, timer digital, dan pipa PVC berisi serbuk hitam yang ternyata bubuk mesiu palsu. Kusworo bilang, “Ini hoax bomb atau bom palsu yang dirancang untuk bikin takut masyarakat.” Polisi lacak CCTV sekitar dan temukan pelaku pria berjaket hitam letakkan tas pukul 20.15 WIB. Ia naik motor hitam tanpa plat. Polisi sudah kantongi ciri-ciri dan buru pelaku.

Motif diduga prank atau teror jelang Natal. Bandung punya 150 gereja aktif, banyak yang ramai ibadah malam Natal. Kasus ini mirip hoax bomb di gereja Surabaya 2022 yang picu kepanikan. Polisi tingkatkan intelijen untuk cegah aksi serupa.

Pengamanan Gereja yang Langsung Diperketat

Pasca-penemuannya, Polres Bandung Kota langsung tingkatkan pengamanan tempat ibadah. Mereka kerahkan 1.000 personel untuk jaga 150 gereja dan 50 tempat ibadah lain. Patroli 24 jam, pemeriksaan tas jemaat, dan metal detector di pintu masuk gereja. TNI dari Kodim 0618 Bandung bantu sterilisasi dengan anjing pelacak K9. Brimob Polda Jabar siagakan tim anti-teror di gereja besar seperti Katedral dan GKI Yasmin.

Kapolres Kusworo bilang, “Kami perketat pengamanan Natal 2025. Tak ada toleransi untuk gangguan keamanan.” Gereja-gereja besar seperti Gereja Katedral Bandung dan Gereja Santo Petrus sudah koordinasi dengan polisi. Jemaat diminta lapor benda mencurigakan langsung ke petugas.

Reaksi Masyarakat Bandung yang Tunjukkan Solidaritas

Warga Bandung tunjukkan solidaritas luar biasa. Banyak pemuda Muslim dari ormas seperti FPI dan Muhammadiyah sukarela jaga gereja malam Natal. “Kami bantu jaga agar Natal aman,” kata koordinator relawan Ahmad dari GP Ansor Bandung. Tagar #BandungDamai dan #NatalAman trending di X dengan ribuan postingan. Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunyamin bilang, “Kami terharu dengan dukungan saudara Muslim. Ini bukti toleransi Bandung.”

Beberapa gereja adakan doa bersama lintas agama. Wali Kota Bandung Yana Mulyana kunjungi gereja dan janji tambah CCTV di tempat ibadah.

Dampak Psikologis dan Ekonomi ke Warga

Penemuan ini bikin warga sekitar trauma. Pedagang di Jalan Ahmad Yani rugi karena toko tutup sementara. Wisatawan yang rencana ke Bandung jelang Natal banyak batalkan. Hotel di kawasan Cicadas lapor penurunan okupansi 20 persen. Psikolog dari Universitas Padjadjaran bilang, “Hoax bomb picu kecemasan kolektif. Butuh trauma healing untuk warga.”

Polisi imbau warga tetap tenang dan lapor benda mencurigakan ke 110.

Proses Hukum dan Pencegahan di Masa Depan

Pelaku kalau tertangkap dijerat Pasal 170 KUHP tentang gangguan ketertiban umum dan Pasal 14 UU No 1 Tahun 1946 tentang berita bohong—ancaman 10 tahun penjara. Polisi sudah periksa 20 saksi dan analisis CCTV. Mereka yakin pelaku tertangkap dalam 48 jam.

Pencegahan: Pemkot Bandung rencana pasang 500 CCTV baru di tempat umum. Polisi tingkatkan patroli cyber untuk deteksi hoax teror. Gereja-gereja adakan simulasi evakuasi.

Kasus ini jadi pengingat bahwa hoax teror bisa picu kepanikan besar. Solidaritas warga Bandung tunjukkan Indonesia kuat dalam toleransi.

Pos terkait