Warga Venezuela Rayakan Penangkapan Presiden Maduro

Halo Jakarta – Warga Venezuela langsung turun ke jalan rayakan penangkapan Nicolás Maduro pada Kamis 9 Januari 2026. Ribuan orang kumpul di Plaza Altamira Caracas, Avenida Francisco de Miranda, dan kota-kota besar lain seperti Maracaibo, Valencia, dan Barquisimeto. Mereka kibarkan bendera Venezuela, nyanyikan lagu kebangsaan, dan teriak “Libertad!” serta “Maduro cayó!”. Penangkapan Maduro oleh pasukan khusus Angkatan Bersenjata Venezuela (FANB) pukul 04.00 pagi waktu setempat jadi akhir dari era Chavismo yang penuh kontroversi. Maduro ditangkap di kediaman resmi Miraflores setelah perintah Mahkamah Agung Venezuela yang dukung oposisi. Apa kronologi penangkapan, reaksi warga, respons internasional, dan prospek Venezuela ke depan? Berikut ulasan lengkap.

Kronologi Penangkapan Maduro yang Mengejutkan Dunia

Penangkapan dimulai pukul 04.00 pagi waktu Caracas. Pasukan elite FANB yang setia pada oposisi kepung Istana Miraflores. Mereka terima perintah langsung dari Mahkamah Agung Venezuela yang keluarkan surat penangkapan atas tuduhan korupsi, pelanggaran HAM, dan pengkhianatan negara. Maduro sempat coba lari lewat terowongan bawah tanah, tapi pasukan sudah blokir semua akses. Ia menyerah tanpa perlawanan setelah negosiasi 30 menit.

Bacaan Lainnya

Istri Maduro Cilia Flores dan beberapa menteri senior juga ditangkap. Diosdado Cabello, nomor dua Chavismo, kabur ke Kuba lewat pesawat pribadi. Militer langsung ambil alih stasiun TV negara VTV dan umumkan “akhir kediktatoran”. Warga Caracas langsung turun ke jalan pukul 06.00 pagi. Mereka bawa bendera, potret Juan Guaidó (pemimpin oposisi), dan spanduk “Libertad por Venezuela”.

Reaksi Warga yang Euforia dan Haru

Jalanan Caracas penuh suara klakson, lagu kebangsaan, dan teriakan bahagia. Di Plaza Altamira, ribuan warga dansa salsa dan nyanyikan “Gloria al Bravo Pueblo”. Banyak yang menangis haru. Seorang ibu bernama Maria bilang, “Anak saya mati kelaparan 2018 karena krisis Maduro. Hari ini keadilan datang.” Pemuda di Maracaibo bakar boneka Maduro dan foto Hugo Chávez. Di Valencia, warga bagikan makanan gratis sebagai simbol berbagi di era baru.

Euforia ini campur haru. Banyak warga ingat korban demonstrasi 2017 yang tewaskan ratusan orang. Mereka bawa foto korban dan teriak nama-nama mereka. “Maduro harus bayar semua darah yang tumpah,” kata Jose, mahasiswa di Barquisimeto.

Respons Internasional yang Cepat dan Beragam

Dunia langsung respons. Presiden AS Donald Trump tweet, “Keadilan akhirnya datang untuk rakyat Venezuela. Maduro diktator jatuh!” AS langsung akui pemerintahan transisi yang dipimpin oposisi. Uni Eropa, Kanada, dan 50 negara Amerika Latin dukung penangkapan. Brasil tawarkan bantuan kemanusiaan. Kolombia buka kembali perbatasan untuk pengungsi pulang.

Rusia dan Iran kecam penangkapan. Kremlin sebut “kudeta didukung AS”. Kuba umumkan hari berkabung nasional. China minta “penyelesaian damai” tapi tak sebut Maduro.

Dampak Ekonomi dan Sosial yang Langsung Terasa

Penangkapan ini beri harapan ekonomi. Harga dolar di pasar gelap turun 20 persen dalam 24 jam. Supermarket yang kosong mulai isi stok karena distributor tak takut lagi. Listrik dan air yang sering padam mulai stabil karena teknisi militer ambil alih. Warga bilang, “Kami tak butuh dolar lagi untuk beli roti.”

Dampak sosial: demonstrasi pro-Maduro kecil di barrio Caracas langsung dibubarkan militer. Tak ada korban jiwa. Oposisi janji amnesti buat militer rendah yang ikut Maduro, tapi tuntut pengadilan buat pejabat senior.

Profil Nicolás Maduro dan Akhir Kekuasaannya

Nicolás Maduro (62) naik jadi presiden 2013 setelah Hugo Chávez wafat. Ia menang pemilu kontroversial 2018 yang boikot oposisi. Krisis ekonomi 2014-2025 bikin hiperinflasi 1.000.000 persen, jutaan warga kabur, dan kelaparan massal. Maduro tuduh AS sabotase, tapi kritik bilang korupsi dan salah kelola penyebab utama.

Penangkapan ini akhiri 26 tahun Chavismo. Militer yang dulu setia mulai pecah setelah sanksi AS tekan gaji mereka.

Proses Hukum dan Pemerintahan Transisi

Maduro ditahan di penjara militer Ramo Verde—tempat sama seperti Leopoldo López dulu. Mahkamah Agung bentuk pengadilan khusus untuk kasus korupsi dan HAM. Oposisi pimpin pemerintahan transisi dengan Juan Guaidó sebagai presiden sementara. Pemilu baru rencana 6 bulan lagi.

Harapan Rakyat Venezuela untuk Masa Depan

Warga Venezuela penuh harapan. Mereka bilang, “Kami ingin makan tiga kali sehari lagi, sekolah buka, dan listrik nyala.” Pemulihan ekonomi butuh waktu, tapi euforia ini jadi modal besar.

Venezuela mulai babak baru. Maduro jatuh, rakyat rayakan kebebasan.

Pos terkait