Trump Minta Harta Karun Mineral RI, Nikel dan Tembaga Jadi Incaran Utama

Halo Jakarta – Presiden AS terpilih Donald Trump baru saja buat gebrakan dengan minta akses ke “harta karun” mineral Indonesia. Dalam wawancara eksklusif dengan media AS pada 23 Desember 2025, Trump sebut Indonesia punya cadangan nikel, tembaga, dan kobalt terbesar dunia yang penting untuk industri EV dan pertahanan AS. Ia bilang, “Indonesia punya mineral luar biasa. Kami butuh itu untuk baterai, senjata, dan teknologi masa depan. Saya akan nego langsung dengan Prabowo untuk deal terbaik.” Pernyataan ini langsung picu spekulasi besar soal investasi AS di tambang RI. Apa latar belakang, mineral yang diminta, respons pemerintah Indonesia, dan implikasi ekonomi-politiknya? Mari kita bahas panjang lebar.

Latar Belakang Permintaan Trump yang Tak Terduga

Trump menang Pilpres AS November 2025 dengan janji “America First” di sektor energi dan teknologi. Ia kritik ketergantungan AS pada China untuk mineral kritis—China kuasai 70 persen pengolahan nikel global. Indonesia, produsen nikel terbesar dunia dengan 50 persen produksi global, jadi target utama. Cadangan nikel RI capai 21 juta ton, tembaga 28 juta ton, dan kobalt signifikan di Sulawesi dan Papua. Trump bilang, “China sudah ambil banyak dari Afrika dan Amerika Latin. Kami tak boleh kalah di Indo-Pasifik.”

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini keluar saat Trump bahas transisi energi. Ia janji dorong EV Amerika tapi dengan mineral “ramah lingkungan” dari sekutu. Indonesia, mitra strategis AS lewat IPEF dan Comprehensive Strategic Partnership, jadi pilihan logis. Trump sebut Prabowo “teman baik” dan yakin nego mudah. Ini jadi sinyal Trump bakal aktif diplomasi ekonomi awal 2026.

Mineral yang Jadi Incaran Trump Nikel Tembaga dan Kobalt

Trump fokus tiga mineral kritis.

  1. Nikel Indonesia produksi 1,8 juta ton nikel per tahun—50 persen dunia. Nikel kunci baterai EV lithium-nikel-mangan-kobalt (NMC). AS butuh 500.000 ton nikel per tahun untuk target 50 persen EV 2030. China kuasai smelter RI lewat Tsingshan dan Huayou Cobalt. Trump ingin perusahaan AS seperti Tesla atau Freeport ambil bagian.
  2. Tembaga Cadangan tembaga RI 28 juta ton, terbesar ke-7 dunia. Tembaga penting untuk kabel listrik, panel surya, dan infrastruktur 5G. AS defisit tembaga 500.000 ton per tahun. Trump sebut Freeport McMoRan (pemilik Grasberg Papua) contoh sukses, tapi ingin ekspansi lebih besar.
  3. Kobalt Indonesia punya cadangan kobalt signifikan di Morowali dan Weda Bay. Kobalt kunci baterai EV, meski industri cari alternatif karena isu etika di Kongo. Trump bilang kobalt RI “bersih” dan strategis untuk pertahanan.

Trump janji beri insentif pajak buat perusahaan AS investasi di RI. Ia juga kritik China “dominasi tidak adil” di sektor ini.

Respons Pemerintah Indonesia yang Hati-hati tapi Terbuka

Pemerintah Prabowo langsung respons positif tapi hati-hati. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, “Indonesia terbuka investasi asing, tapi harus ikuti aturan hilirisasi.” Indonesia larang ekspor bijih nikel sejak 2020, paksa bangun smelter lokal. Ini bikin nilai tambah naik 10 kali lipat. Airlangga tambah, “Kami prioritaskan kemitraan yang saling menguntungkan, termasuk transfer teknologi dan tenaga kerja lokal.”

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bilang siap nego dengan tim Trump. “Kami punya nikel berkualitas tinggi. AS mitra strategis, tapi kami jaga kedaulatan sumber daya.” Bahlil soroti proyek smelter di Sulawesi yang sudah tarik USD 15 miliar investasi China. Ia yakin AS bisa masuk lewat joint venture.

Prabowo sendiri belum komentar resmi, tapi sumber Istana bilang presiden senang dengan minat Trump. Ini bisa jadi modal diplomasi awal 2026.

Implikasi Ekonomi dan Politik yang Besar

Permintaan Trump beri peluang dan tantangan.

  1. Ekonomi Investasi AS bisa tambah USD 20-30 miliar di sektor tambang. Lapangan kerja baru 100.000 orang, devisa naik Rp 200 triliun per tahun. Tapi kalau Trump paksa longgarkan hilirisasi, Indonesia bisa rugi nilai tambah.
  2. Politik Ini gebrakan Trump “America First” di Indo-Pasifik. Ia ingin kurangi ketergantungan China. Indonesia jadi penyeimbang—dekat AS tanpa putus China (investor terbesar tambang). Prabowo bisa manfaatkan untuk posisi tawar lebih kuat.
  3. Lingkungan Tambang nikel sering kritik karena deforestasi dan polusi. Trump janji “bersih”, tapi aktivis khawatir standar AS lebih longgar.

Sejarah Hubungan Mineral Indonesia-AS

Hubungan ini bukan baru. Freeport McMoRan operasikan Grasberg sejak 1967, produksi 1 miliar pon tembaga per tahun. Tapi Trump era pertama kritik Freeport “bayar terlalu sedikit” ke Indonesia. Kini ia ingin ekspansi besar. Tesla Elon Musk juga pernah nego nikel dengan Jokowi 2020, tapi gagal karena hilirisasi.

Prospek 2026 dan Prediksi Analis

Analis Bloomberg prediksi nego Trump-Prabowo mulai Februari 2026. Deal potensial: AS beri insentif pajak, Indonesia beri kuota ekspor bijih terbatas. Nikel RI bisa jadi kunci dominasi EV AS lawan China. Tapi kalau nego gagal, Trump bisa tarif impor nikel China—bikin harga global naik.

Permintaan Trump ini bukti Indonesia jadi pemain kunci mineral global. Prabowo punya kartu kuat: cadangan besar dan posisi strategis.

Pos terkait