Kontroversi Yamal: Barcelona “Culik” Pemain, Pelatih Spanyol Syok Berat!

Kontroversi Lamine Yamal

Halo Jakarta – Drama di balik layar sepak bola Eropa mencapai puncaknya: Lamine Yamal, wonderkid Barcelona berusia 18 tahun, tiba-tiba dilepas dari skuad timnas Spanyol jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Penyebabnya? Prosedur medis mendadak dari klub Catalan yang bikin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) geleng-geleng kepala. “Enggak normal, belum pernah ada kejadian seperti ini,” keluh pelatih Luis de la Fuente. Cedera pubis kronis Yamal jadi pemicu, tapi koordinasi nol besar antar klub dan timnas bikin situasi memanas. Siapkah La Roja tanpa bintang mudanya? Mari kita urai kronologi panas ini!

Kronologi Insiden: Dari Panggilan Timnas ke “Pelepasan Paksa”

Semuanya bermula saat Luis de la Fuente memanggil Yamal untuk dua laga krusial: lawan Georgia dan Turki di Kualifikasi Piala Dunia 2026. De la Fuente yakin betul—setelah menonton Yamal bersinar di laga terakhir Barcelona, ia bilang, “Dia dalam kondisi sempurna, siap bermain.” Tapi pagi hari pemusatan latihan, Barcelona diam-diam jalankan prosedur radiofrekuensi invasif untuk atasi nyeri pubis Yamal. Prosedur minimal invasif ini pakai arus listrik terkontrol via jarum halus, dipandu sinar-X atau USG, dan tak butuh rawat inap. Rekomendasi istirahat? 7–10 hari.

Bacaan Lainnya

RFEF baru dapat laporan lengkap malam harinya, pukul 22:40. Hasilnya? Yamal dilepas demi prioritas kesehatan. Ini bukan cuma soal cedera—tapi kurangnya komunikasi yang bikin federasi syok. Barcelona khawatir cedera pubalgia Yamal kambuh lagi, apalagi setelah insiden serupa saat tugas internasional September lalu. Jika pulih lancar, Yamal bisa comeback saat Barca jamu Athletic Bilbao di La Liga, 22 November nanti.

Reaksi Meledak: De la Fuente dan RFEF Tak Bisa Cerna

Luis de la Fuente tak kuasa menahan kekecewaan. Dalam wawancara eksklusif dengan RNE Deportes, ia bilang: “Ada prosedur-prosedur yang terjadi di luar kendali federasi. Itu yang terjadi dan kami harus menerimanya. Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya. Ini bukan hal yang normal, dan kami semua sangat terkejut. Kami tidak menerima kabar apa pun, tidak tahu detailnya, dan ini soal kesehatan, jadi kami benar-benar kaget.”

Pernyataan resmi RFEF lebih tegas: “Layanan Medis RFEF ingin menyampaikan rasa terkejut dan kecewa setelah mengetahui… bahwa pemain Lamine Yamal telah menjalani prosedur radiofrekuensi invasif… Prosedur ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.” Mereka prioritaskan keselamatan Yamal, tapi nada kecewa jelas: ini pelanggaran etika koordinasi. Rafael Louzan, presiden RFEF, coba redam: “Hubungan dengan Barcelona tetap baik. Ini sekadar perbedaan pendapat kecil.” Tapi benarkah? Hansi Flick, pelatih Barca, sebelumnya sudah sindir federasi atas cedera Yamal—api lama kini menyala lagi.

Dampak ke Yamal dan Timnas: Ancaman Bullish Jadi Gagal?

Yamal, sayap lincah yang jadi idola sejak UEFA EURO 2024, kini terjebak di persimpangan. Cedera pubalgia ini bukan hal baru—ia sudah coba terapi lain, tapi radiofrekuensi jadi opsi terakhir. Barcelona jajaki pengobatan lanjutan, tapi absennya dari timnas bisa bikin Spanyol kehilangan senjata ampuh di kualifikasi. De la Fuente sempat bilang: “Kami punya dua pertandingan yang sangat penting… Taruhannya besar dan kami ingin para pemain terbaik ada bersama kami.” Tanpa Yamal, La Roja harus adaptasi cepat—apakah ini awal retak hubungan klub-timnas?

Drama ini ingatkan kita: di sepak bola modern, kesehatan pemain nomor satu, tapi koordinasi antar pihak? Masih jadi PR besar. Pantau terus update Yamal—siapa tahu ia balik lebih kuat!

Pos terkait