Halo Jakarta – Liga Inggris kembali jadi sorotan setelah muncul usulan untuk memperketat aturan tendangan sudut (corner kick) gara-gara performa mematikan Arsenal di set-piece musim ini. Menurut laporan Sky Sports pada 24 Januari 2026, beberapa pelatih dan analis menilai dominasi Arsenal dalam memanfaatkan corner sudah “terlalu berbahaya” bagi keseimbangan kompetisi. Arsenal tercatat mencetak 18 gol dari situasi corner di Premier League 2025/26—terbanyak di antara semua tim. Berikut kronologi usulan, alasan utama, respons Arsenal, serta dampak potensial jika aturan berubah.
Arsenal Jadi Raja Corner – 18 Gol dari Set-Piece!
Musim ini Arsenal benar-benar mendominasi situasi bola mati, khususnya tendangan sudut. Dari total 18 gol yang dicetak via corner, 12 di antaranya berasal dari sundulan bek tengah seperti William Saliba dan Gabriel Magalhães, sementara sisanya dari serangan balik cepat setelah corner. Pelatih Mikel Arteta dikenal jago menyusun strategi set-piece, dan Arsenal punya variasi yang sangat sulit dibaca lawan.
Data Opta menunjukkan:
- Arsenal punya konversi gol dari corner mencapai 12,5% (tertinggi di liga)
- 40% gol mereka musim ini berasal dari bola mati
- Lawan sering kebobolan karena kurang antisipasi dan marking yang longgar
Dominasi ini membuat beberapa tim protes: “Ini bukan lagi sepak bola biasa, ini sudah seperti latihan set-piece!” kata salah satu pelatih rival.
Usulan Perketat Aturan Corner: Apa Saja yang Diusulkan?
Beberapa usulan yang muncul dari pelatih dan analis:
- Batasi jumlah pemain di kotak penalti saat corner (maksimal 8 pemain bertahan + 8 penyerang)
- Larang bek tengah tinggi seperti Saliba/Gabriel maju ke kotak penalti saat corner
- Tambah waktu persiapan corner agar tim bertahan punya waktu lebih untuk mengatur posisi
- Gunakan VAR lebih ketat untuk offside di situasi set-piece
Usulan ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat. Beberapa bilang ini “menghilangkan esensi sepak bola”, sementara yang lain mendukung karena “mengembalikan keseimbangan kompetisi”.
Respons Arsenal & Mikel Arteta yang Santai Tapi Tegas
Mikel Arteta memberikan tanggapan santai tapi tegas: “Kami bekerja keras untuk memaksimalkan setiap peluang. Jika ada yang ingin ubah aturan karena kami terlalu bagus di set-piece, itu hak mereka. Tapi kami akan terus lakukan yang terbaik.” Arteta juga menambahkan bahwa Arsenal punya variasi set-piece yang sangat banyak, bukan hanya sundulan dari bek tinggi.
Pemain Arsenal seperti Declan Rice dan Bukayo Saka juga ikut berkomentar. “Kami latihan keras untuk itu. Jika mereka ubah aturan, kami akan adaptasi lagi,” kata Rice.
Dampak Jika Aturan Corner Diperketat
Jika usulan ini disetujui FA dan Premier League:
- Arsenal akan kehilangan salah satu senjata utama mereka
- Tim bertahan akan lebih mudah mengantisipasi
- Gol dari set-piece bisa turun drastis di seluruh liga
- Persaingan jadi lebih seimbang, tapi sebagian fans khawatir sepak bola jadi kurang atraktif
Namun hingga saat ini, belum ada keputusan resmi. Premier League masih memantau perkembangan dan mendengar masukan dari semua klub.
Reaksi Fans & Media Inggris yang Ramai
Fans Arsenal langsung membela: “Kami kreatif, bukan curang! Ubah aturan karena kalah itu tidak adil.” Tagar #ArsenalSetPieceKing dan #DontChangeCorner trending di X.
Sementara fans rival seperti Manchester United dan Chelsea mendukung perubahan: “Arsenal terlalu dominan di corner, harus ada batasan.” Media Inggris seperti The Athletic dan Sky Sports menyoroti isu ini sebagai “debat besar pertama musim ini”.
Kekalahan telat Liverpool vs Brighton jadi bukti lain bahwa set-piece bisa menentukan nasib laga.
Arsenal jadi “raja corner” musim ini—apakah aturan harus diubah?
