Halo Jakarta – Persib Bandung berhasil mengunci gelar juara paruh musim BRI Super League 2025/2026 setelah menang tipis 1-0 atas Persija Jakarta dalam laga El Clasico Indonesia pekan ke-19 pada Minggu 11 Januari 2026 malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Gol tunggal kemenangan dicetak Beckham Putra lewat tendangan bebas indah pada menit ke-4. Kemenangan ini mengantarkan Maung Bandung mengoleksi 33 poin dari 19 laga, unggul 6 poin dari pesaing terdekat Borneo FC yang baru mengumpulkan 27 poin. Persija tertahan di peringkat 8 dengan 24 poin. Laga ini berlangsung sengit meski tanpa kehadiran suporter away Jakmania karena larangan polisi. Berikut kronologi lengkap, performa kunci pemain, komentar pelatih, serta dampak besar ke klasemen paruh musim.
Gol Cepat Beckham Putra di Menit ke-4 Mengubah Segalanya
Persib langsung tampil agresif sejak peluit kick-off dibunyikan. Pada menit ke-3, Thom Haye mendapat pelanggaran dari gelandang Persija di sekitar garis tengah. Wasit langsung menunjuk titik tendangan bebas untuk Persib. Beckham Putra maju sebagai eksekutor. Dari jarak sekitar 28 meter, Beckham melepaskan tendangan bebas melengkung sempurna yang langsung bersarang di pojok kanan atas gawang Andritany Ardhiyasa. Gol ini tercipta tepat pada menit ke-4 dan langsung membuat Stadion GBLA bergemuruh.
Gol cepat ini sangat krusial. Persija yang sempat berniat bertahan rapat langsung tertekan dan terpaksa membuka permainan lebih awal. Beckham Putra mengungkapkan setelah laga, “Saya lihat posisi kiper sedikit maju, jadi saya langsung lepaskan tendangan dengan full power. Syukur gol masuk dan bantu tim unggul cepat.” Gol ini juga menjadi gol ke-9 Beckham di liga musim ini, sekaligus bukti kelasnya sebagai salah satu eksekutor tendangan bebas terbaik di Liga Indonesia.
Jalannya Pertandingan yang Tetap Sengit Sepanjang 90 Menit
Meski tertinggal cepat, Persija tidak menyerah begitu saja. Mereka mencoba bangkit dengan formasi 3-5-2 yang dipilih Mauricio Souza. Marko Simic dan Ryo Matsumura beberapa kali mencoba counter-attack, tapi lini belakang Persib yang dikawal Eliano Reijnders dan Marc Klok tampil sangat solid. Babak pertama berakhir 1-0 dengan Persib mendominasi penguasaan bola 59 persen dan menciptakan 7 peluang.
Babak kedua tetap ketat. Persija meningkatkan intensitas serangan, tapi Persib bermain lebih sabar dan memanfaatkan serangan balik. Kevin Ray Mendoza jadi pahlawan dengan 5 penyelamatan krusial, termasuk satu tembakan keras dari Matsumura di menit ke-78. Persib juga sempat mencetak gol kedua melalui Uilliam Barros di menit ke-82, tapi dianulir karena offside setelah VAR check. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Persib.
Performa Pemain Kunci yang Menentukan Kemenangan
Beckham Putra layak menjadi man of the match. Gelandang sekaligus kapten muda ini mencetak gol tunggal di menit ke-4 dan memberikan 3 key passes sepanjang laga. Ia juga mencatat 89 persen akurasi umpan dan 4 dribel sukses. Gol tendangan bebasnya menjadi bukti kelasnya sebagai salah satu eksekutor terbaik di Liga Indonesia.
Thom Haye mengontrol lini tengah dengan sangat baik. Gelandang Belanda ini menyumbang 2 key passes dan 92 persen akurasi umpan. Di lini belakang, Eliano Reijnders dan Marc Klok tampil solid dengan 10 tekel sukses gabungan. Kevin Ray Mendoza selamatkan 5 tembakan berbahaya dari Persija.
Di kubu Persija, Marko Simic berjuang keras tapi kurang tajam di depan gawang. Ryo Matsumura menciptakan 4 peluang, tapi tidak ada yang berbuah gol. Ondrej Kudela tampil tangguh di belakang, tapi kartu kuning yang ia terima membuatnya bermain hati-hati di babak kedua.
Komentar Pelatih yang Penuh Makna
Pelatih Persib Bojan Hodak sangat puas dengan hasil ini. “Kami main dengan disiplin dan sabar. Gol Beckham di menit awal sangat membantu mental tim. Kemenangan ini sangat penting bagi Bobotoh,” kata Hodak di konferensi pers pasca-laga. Ia juga memuji pertahanan yang solid meskipun Persija bermain dengan 11 pemain penuh hingga akhir.
Pelatih Persija Mauricio Souza mengakui keunggulan Persib. “Kami bermain baik di babak pertama, tapi gol cepat di menit ke-4 membuat kami kehilangan fokus. Persib pantas menang hari ini,” ujar Souza. Ia menambahkan bahwa timnya akan bangkit di laga berikutnya.
Dampak Kemenangan ke Klasemen dan Semangat Tim
Kemenangan ini membawa Persib naik ke peringkat 2 klasemen sementara dengan 33 poin dari 19 laga. Mereka kini hanya terpaut 4 poin dari pemuncak klasemen Borneo FC. Persija tetap di peringkat 8 dengan 24 poin dan harus bekerja keras untuk mendekati zona AFC.
Bobotoh yang memenuhi GBLA merayakan kemenangan dengan koreografi megah dan nyanyian panjang setelah peluit panjang berbunyi. Atmosfer stadion begitu membara meskipun tanpa kehadiran suporter away Jakmania.
Analisis Taktik Kedua Pelatih
Bojan Hodak menerapkan formasi 4-3-3 dengan pressing tinggi di sepertiga lapangan lawan. Ini membuat Persija kesulitan membangun serangan dari belakang. Setelah unggul cepat, Persib beralih ke strategi bertahan sambil memanfaatkan serangan balik. Taktik ini sangat efektif karena Persija kehilangan ritme setelah kebobolan.
Mauricio Souza memilih 3-5-2 dengan fokus bertahan di babak pertama. Namun setelah tertinggal cepat, ia coba menyerang lebih terbuka tapi malah kebobolan lagi. Kartu kuning yang diterima beberapa pemain membuat Persija bermain hati-hati di babak akhir.
Reaksi Suporter dan Media
Bobotoh memenuhi GBLA dengan koreografi bertema “Maung Tetap Maung”. Setelah kemenangan, ribuan suporter bertahan di stadion hingga larut malam untuk merayakan. Tagar #PersibJuara dan #ElClasico2026 langsung trending di X.
Media nasional seperti Bola.com dan Liputan6.com memuji performa Persib. “Persib tampil dewasa di bawah tekanan,” tulis Bola.com. Sementara itu, media pendukung Persija seperti Jakartasatu.com menyebut kekalahan ini sebagai “pelajaran berharga”.
Kemenangan tipis 1-0 ini jadi bukti Persib semakin matang. Laga El Clasico kali ini berjalan lancar tanpa insiden berarti di luar lapangan.
Persib tunjukkan kelasnya. Kemenangan ini jadi modal besar menuju puncak klasemen.
