Halo Jakarta – Inosentius Samsul, calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang sebelumnya masuk daftar usulan DPR, akhirnya batal dilantik. Kabar ini memunculkan spekulasi bahwa ia mendapat penugasan baru di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Istana Kepresidenan melalui Kepala Sekretariat Kabinet Pramono Anung sudah memberikan klarifikasi resmi bahwa tidak ada kaitan antara pembatalan dan penugasan di Danantara. Berikut kronologi kasus, pernyataan resmi Istana, latar belakang spekulasi, reaksi publik, serta implikasi bagi proses pengisian hakim MK periode ini.
Kronologi Pembatalan Inosentius sebagai Calon Hakim MK
Inosentius Samsul sempat masuk dalam daftar 8 calon hakim MK yang diusulkan DPR pada akhir 2025. Namun pada 15 Februari 2026:
- Istana menyatakan Inosentius batal dilantik sebagai hakim MK
- Tidak ada penjelasan resmi dari DPR atau Istana mengenai alasan pembatalan
- Kabar beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp bahwa Inosentius akan ditugaskan di Danantara sebagai salah satu direktur atau posisi strategis
Spekulasi ini semakin kuat karena Danantara sedang dalam tahap pembentukan struktur organisasi dan perekrutan figur berpengalaman.
Klarifikasi Istana: Tidak Ada Kaitan dengan Danantara
Kepala Sekretariat Kabinet Pramono Anung memberikan pernyataan resmi:
- Pembatalan Inosentius sebagai calon hakim MK murni keputusan internal DPR dan tidak terkait penugasan di Danantara
- Tidak ada agenda penugasan Inosentius di Danantara pada saat ini
- Isu yang beredar adalah spekulasi dan tidak berdasar
- Pemerintah fokus pada percepatan pembentukan Danantara sesuai amanah undang-undang
Istana juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya.
Latar Belakang Spekulasi & Profil Inosentius
Inosentius Samsul adalah akademisi hukum tata negara dari Universitas Indonesia yang dikenal vokal dalam isu konstitusi. Ia sempat menjadi kandidat kuat hakim MK karena pengalaman di bidang hukum dan akademik. Spekulasi muncul karena:
- Danantara sedang membutuhkan figur berpengalaman di bidang hukum, keuangan, dan tata negara
- Beberapa nama akademisi dan mantan pejabat mulai dikaitkan dengan penugasan di badan investasi baru ini
- Pembatalan mendadak tanpa alasan jelas memicu berbagai teori
Namun hingga saat ini tidak ada konfirmasi resmi dari Danantara maupun Inosentius sendiri.
Reaksi Publik & Media Sosial
Netizen terbagi:
- Sebagian melihat ini sebagai langkah strategis: “Bagus kalau Inosentius ke Danantara, bisa bantu kelola dana negara dengan baik.”
- Sebagian lain curiga: “Pembatalan hakim MK lalu langsung dapat jabatan baru—ada apa di balik ini?”
Tagar #InosentiusDanantara dan #MKReshuffle sempat ramai di X sebelum mereda setelah klarifikasi Istana.
Implikasi bagi Proses Pengisian Hakim MK & Danantara
Klarifikasi Istana membawa beberapa implikasi:
- Proses pengisian hakim MK periode baru tetap berjalan tanpa gangguan
- Danantara bisa merekrut figur berpengalaman tanpa isu politik
- Mengurangi spekulasi liar yang bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap kedua lembaga
- Memberi ruang bagi pemerintah untuk fokus pada pembentukan struktur Danantara
Pengamat politik menilai langkah cepat klarifikasi ini efektif meredam isu sebelum berkembang menjadi kontroversi besar.
Kesimpulan: Istana Pastikan Tidak Ada Kaitan Pembatalan Hakim MK dengan Penugasan di Danantara
Isu bahwa Inosentius batal jadi hakim MK karena mendapat penugasan di Danantara langsung ditepis Istana. Semua rumor tersebut tidak berdasar dan murni spekulasi. Masyarakat diimbau mengacu pada sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh informasi tidak jelas.
Istana pastikan batalnya Inosentius jadi hakim MK tidak terkait penugasan di Danantara—isu panas yang cepat mereda!
