Halo Jakarta – Tokocrypto kembali mencatatkan sejarah baru di industri kripto Indonesia. Pada 13 Januari 2026, exchange berlisensi Bappebti ini mengumumkan aset pengguna (Assets Under Custody/AUC) telah menembus angka Rp 5 triliun. Capaian ini naik dua kali lipat dibandingkan posisi akhir 2025 yang berada di sekitar Rp 2,5 triliun. Lonjakan luar biasa ini terjadi hanya dalam waktu kurang dari dua minggu pertama Januari 2026, seiring rebound kuat pasar kripto global dan semakin masifnya adopsi investor ritel serta institusi di Tanah Air. Apa faktor pendorong utama, strategi Tokocrypto di balik pertumbuhan ini, dampak ke ekosistem kripto lokal, serta prospek ke depan? Berikut analisis lengkap.
Lonjakan Aset Pengguna yang Luar Biasa di Awal 2026
Data resmi dari Tokocrypto menunjukkan aset pengguna melonjak drastis sejak awal tahun. Pada 31 Desember 2025, total AUC masih di kisaran Rp 2,5 triliun. Namun hanya dalam 13 hari pertama Januari 2026, angka tersebut langsung tembus Rp 5 triliun—pertumbuhan 100 persen dalam waktu singkat. Ini menjadi rekor tercepat sepanjang sejarah Tokocrypto sejak didirikan tahun 2018.
CEO Tokocrypto Yudhono Rawis mengatakan, “Kami sangat bersyukur atas kepercayaan pengguna. Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi rebound pasar kripto global dan semakin matangnya ekosistem kripto Indonesia.” Ia menambahkan bahwa jumlah pengguna aktif juga naik signifikan, dari 3,2 juta menjadi hampir 3,8 juta akun dalam periode yang sama.
Faktor Pendorong Utama Pertumbuhan Aset Pengguna
Beberapa faktor utama yang mendukung lonjakan ini:
- Rebound Pasar Kripto Global – Bitcoin berhasil menembus USD 108.500 pada 13 Januari 2026, diikuti Ethereum di atas USD 4.500. Altcoin dan meme coin juga ikut menguat.
- Inflow ETF Bitcoin Spot AS – Inflow kembali masuk USD 450 juta pada minggu pertama Januari setelah outflow besar di Desember 2025.
- Kebijakan Pro-Kripto di AS – Pernyataan positif Donald Trump pasca-pelantikan membuat sentimen pasar membaik.
- Adopsi Institusi Lokal – Beberapa perusahaan besar dan dana pensiun mulai alokasikan aset ke kripto melalui Tokocrypto.
- Fitur dan Kemudahan Tokocrypto – Integrasi dengan bank lokal, fitur staking, dan program referral yang menarik semakin banyak pengguna baru.
Yudhono menegaskan bahwa pertumbuhan ini bukan hanya karena bull market, tapi juga karena kepercayaan pengguna terhadap platform yang aman dan berlisensi resmi.
Strategi Tokocrypto di Balik Lonjakan Ini
Tokocrypto menerapkan beberapa strategi kunci yang terbukti berhasil:
- Listing Token Baru Secara Agresif – Pada Januari 2026 saja, Tokocrypto listing lebih dari 15 token baru, termasuk meme coin populer dan proyek layer-2.
- Program Staking dan Yield Farming – APY hingga 15–25 persen untuk staking aset tertentu menarik investor pasif.
- Integrasi dengan Bank Lokal – Transfer dana dari bank seperti BCA, Mandiri, BNI, dan BRI semakin cepat dan tanpa biaya.
- Kampanye Edukasi Massif – Tokocrypto terus edukasi masyarakat tentang kripto melalui webinar, konten TikTok, dan kolaborasi dengan influencer.
- Keamanan Tingkat Tinggi – 100 persen aset disimpan di cold wallet dengan asuransi hingga USD 250 juta dari BitGo.
Strategi ini membuat Tokocrypto tetap jadi pilihan utama investor kripto Indonesia meski persaingan semakin ketat.
Dampak ke Ekosistem Kripto Indonesia
Lonjakan aset pengguna Tokocrypto memberi dampak positif besar ke ekosistem kripto Indonesia:
- Peningkatan Kepercayaan Investor – Investor ritel dan institusi semakin yakin bahwa kripto di Indonesia aman dan teratur.
- Volume Trading Meningkat – Volume harian Tokocrypto naik 180 persen pada minggu pertama Januari 2026.
- Pertumbuhan Pengguna Baru – Lebih dari 600.000 akun baru tercipta sejak awal tahun.
- Dukungan ke Industri Lokal – Tokocrypto juga dukung proyek blockchain lokal melalui program inkubasi.
Ini juga memberi sinyal positif ke regulator. Bappebti dan OJK melihat pertumbuhan ini sebagai bukti bahwa regulasi yang ketat justru mendukung industri yang sehat.
Prospek Tokocrypto dan Pasar Kripto Indonesia di 2026
Dengan aset pengguna sudah tembus Rp 5 triliun, Tokocrypto menargetkan Rp 15–20 triliun pada akhir 2026. Mereka juga rencana luncurkan fitur baru seperti margin trading, futures, dan staking untuk aset lebih banyak. Prediksi analis: volume trading kripto Indonesia bisa tembus Rp 500 triliun per bulan pada akhir tahun ini.
Tren bull market global dan regulasi yang semakin matang akan terus dorong pertumbuhan. Namun risiko tetap ada: volatilitas tinggi dan potensi regulasi lebih ketat dari OJK.
Kesimpulan Prestasi Besar Tokocrypto di Awal 2026
Lonjakan aset pengguna hingga Rp 5 triliun dalam waktu singkat menunjukkan bahwa Tokocrypto tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang pesat di tengah persaingan ketat. Ini juga jadi bukti bahwa kripto Indonesia semakin matang dan dipercaya masyarakat.
Prestasi ini jadi kabar gembira bagi seluruh ekosistem kripto Tanah Air. Masa depan kripto Indonesia terlihat semakin cerah.
