Survei Deutsche Bank: Harga Bitcoin Tak Kembali Bangkit Sepanjang 2026

Harga Bitcoin Tak Kembali Bangkit Sepanjang 2026

Halo Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) gagal ikut serta dalam euforia pasar saham. Sementara Indeks S&P 500 terus mencetak rekor baru di atas 7.000 poin pada April 2026, Bitcoin masih kesulitan kembali ke level tertinggi sepanjang masa di atas USD 122.000 yang pernah dicapai pada Oktober 2025.

Survei terbaru Deutsche Bank terhadap 3.400 konsumen global menjelaskan alasan di balik stagnasi harga Bitcoin sepanjang tahun ini.

Bacaan Lainnya

Hasil Survei Deutsche Bank di Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, hasil survei menunjukkan sikap yang sangat pesimis:

  • 19% responden percaya harga Bitcoin akan berada di kisaran USD 20.000 – USD 60.000 pada akhir 2026.
  • 13% responden bahkan memprediksi harga Bitcoin akan jatuh di bawah USD 20.000.
  • Hanya sebagian kecil yang yakin Bitcoin akan kembali ke rekor tertinggi di atas USD 120.000.

Saat ini (21 April 2026), harga Bitcoin berada di kisaran USD 75.798.

Mayoritas Prediksi Harga Lebih Rendah

Tim Deutsche Bank menyimpulkan bahwa mayoritas responden memperkirakan harga Bitcoin akan lebih rendah dibandingkan harga saat ini. Hanya sedikit investor yang mengantisipasi kembalinya reli besar seperti tahun lalu.

Bitcoin memang naik sekitar 7,7% dalam 30 hari terakhir, tetapi kenaikan tersebut masih rapuh. Sepanjang akhir Maret hingga awal April 2026, Bitcoin lebih banyak diperdagangkan di bawah USD 70.000 dan hanya naik 18% dari titik terendah Februari.

Alasan Utama Bitcoin Gagal Ikut Reli Pasar Saham

Deutsche Bank menyebut beberapa faktor utama:

  1. Perbedaan selera risiko — Pasar saham didorong oleh pendapatan perusahaan teknologi yang kuat, sementara Bitcoin dipersepsikan sebagai aset berisiko tinggi.
  2. Investor kembali ke saham teknologi — seperti Nvidia (NVDA) setelah meredanya ketegangan geopolitik.
  3. Kekhawatiran quantum computing — Makalah penelitian Google Quantum AI memicu diskusi tentang kerentanan kriptografi Bitcoin terhadap komputer kuantum di masa depan.

Implikasi bagi Pasar Kripto

Pesimisme investor ini menjelaskan kenapa Bitcoin sulit bangkit meski ada sentimen positif dari regulasi dan adopsi institusional. Situasi ini juga memengaruhi altcoin yang cenderung mengikuti pergerakan Bitcoin.

Bagi investor Indonesia, hasil survei ini menjadi pengingat penting untuk tetap waspada dan melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi di kripto.

Apakah Anda setuju dengan prediksi Deutsche Bank bahwa Bitcoin sulit bangkit di 2026? Atau justru Anda optimis harga BTC akan melesat lagi? Bagikan pandangan dan strategi investasi Anda di kolom komentar di bawah!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *