Halo Jakarta – Risalah rapat FOMC The Fed yang dirilis 10 Februari 2026 langsung memicu gelombang kekhawatiran di pasar kripto. Dokumen tersebut menunjukkan sikap hawkish yang lebih kuat dari ekspektasi, dengan beberapa anggota FOMC menyatakan inflasi masih “sticky” dan belum ada urgensi untuk pemotongan suku bunga agresif di 2026. Akibatnya, harga Bitcoin langsung anjlok tajam dan sempat menyentuh level terendah baru dalam beberapa minggu. Berikut kronologi penurunan harga, poin-poin kunci dari risalah The Fed, dampak ke altcoin & investor Indonesia, serta strategi bertahan di tengah sentimen risk-off yang mendominasi.
Kronologi Penurunan Harga Bitcoin Pasca Risalah FOMC
Pergerakan harga BTC setelah risalah dirilis:
- Sebelum risalah: BTC masih bertahan di kisaran USD 62.000–63.000
- Setelah risalah (siang 10 Februari 2026): langsung jebol support USD 60.000
- Low sementara: USD 58.200–58.500 (penurunan ~6–7% dalam hitungan jam)
- Rebound tipis ke USD 59.800–60.500 (data sore hari)
- Likuidasi leverage mencapai lebih dari USD 450 juta dalam 12 jam pertama
Ini menjadi salah satu koreksi terdalam dalam satu hari sejak awal tahun 2026.
Poin Kunci Risalah FOMC yang Picu Kekhawatiran Pasar
Beberapa highlight dari risalah yang membuat pasar risk-off:
- Inflasi masih di atas target 2% dan menunjukkan tanda-tanda “sticky”
- Beberapa anggota FOMC menilai pemotongan suku bunga hanya 1–2 kali di 2026
- Pasar tenaga kerja tetap kuat, tidak ada urgensi untuk pelonggaran kebijakan moneter
- Dot plot tetap hawkish, dengan proyeksi suku bunga akhir 2026 masih di level tinggi
Sentimen ini langsung memperkuat dolar AS (DXY naik ke 106,8) dan menekan aset berisiko termasuk kripto.
Dampak ke Altcoin & Pasar Indonesia
Altcoin terdampak lebih parah:
- Ethereum turun ke USD 3.300–3.400
- Solana anjlok ke USD 140–145
- XRP, Cardano, Avalanche koreksi 10–20%
- Memecoin seperti DOGE & PEPE terjun hingga 30–40%
Di Indonesia, volume trading di exchange lokal melonjak karena panic selling sekaligus bargain hunting. Banyak investor muda yang masuk di puncak akhir 2025 kini terjebak posisi rugi besar, tapi sebagian tetap hold karena percaya ini koreksi sementara dalam bull cycle.
Analisis Pengamat & Prediksi Jangka Pendek
Analis CryptoQuant: “Risalah hawkish The Fed memicu koreksi sehat. Support kuat ada di USD 55.000–58.000. Jika bertahan, rebound ke USD 80.000–90.000 sangat mungkin dalam 4–8 minggu.”
Mike McGlone (Bloomberg): “Investor ETF tetap tenang. Ini menandakan pasar mulai matang—kapitulasi ritel sering jadi bottom sebelum rally besar.”
CoinBureau: “Jangan overreact. Koreksi 50%+ dari puncak adalah hal normal dalam siklus bull. Fokus pada fundamental: halving effect & adopsi institusi masih sangat kuat.”
Strategi Investor di Tengah Tekanan Pasar Saat Ini
Investor bisa ambil langkah bijak:
- Gunakan Dollar Cost Averaging (DCA) — beli bertahap di zona USD 55.000–65.000
- Hindari panic sell — kapitulasi ritel sering jadi bottom lokal
- Pindah sebagian ke stablecoin — kurangi eksposur volatilitas jangka pendek
- Pantau inflow ETF & akumulasi whale — sinyal rebound biasanya muncul di sini
- Hold BTC & ETH jangka panjang — fundamental tetap sangat kuat
Koreksi ini sering jadi kesempatan akumulasi bagi investor sabar.
Risalah The Fed Picu Kekhawatiran – Harga Bitcoin Turun Tajam
Risalah FOMC yang hawkish langsung memicu koreksi tajam di pasar kripto. Namun analis sepakat ini masih koreksi sehat dalam bull cycle panjang. Investor disarankan tetap tenang, hindari panic selling, dan gunakan momentum ini untuk akumulasi aset berkualitas.
Risalah The Fed picu kekhawatiran—harga Bitcoin turun tajam, pasar kripto panik!
