Halo Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tiba kembali di Indonesia pada malam 24 Januari 2026 setelah menjalani rangkaian lawatan kenegaraan ke Inggris dan Prancis selama lima hari (19–23 Januari). Pesawat kepresidenan mendarat di Halim Perdanakusuma sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta sejumlah menteri kabinet. Lawatan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting di bidang pertahanan, energi, pendidikan, dan investasi. Berikut rangkuman agenda utama, capaian konkret, serta dampak positifnya bagi posisi Indonesia di kancah internasional.
Rangkaian Agenda Padat di Inggris & Prancis
Di Inggris, Presiden Prabowo bertemu Raja Charles III di Istana Buckingham dan mengadakan pembicaraan resmi dengan Perdana Menteri Keir Starmer serta Menteri Pertahanan John Healey. Selanjutnya di Prancis, beliau melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron, Perdana Menteri François Bayrou, dan Menteri Pertahanan Sébastien Lecornu.
Agenda utama mencakup:
- Kerja sama pertahanan dan pengadaan alutsista
- Investasi di sektor energi terbarukan dan transisi energi
- Program beasiswa serta pertukaran pelajar dan dosen
- Pembahasan isu global seperti konflik Ukraina, Gaza, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik
Setiap pertemuan berlangsung produktif dan menghasilkan komitmen konkret yang langsung dapat ditindaklanjuti.
Capaian Nyata yang Dibawa Pulang ke Indonesia
Lawatan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang signifikan:
- Inggris berkomitmen meningkatkan investasi energi terbarukan di Indonesia hingga USD 2 miliar dalam lima tahun ke depan
- Prancis menyetujui penjualan tambahan 42 unit jet tempur Rafale untuk TNI AU dengan skema pembiayaan yang sangat menguntungkan
- Kedua negara sepakat memberikan beasiswa penuh bagi 500 mahasiswa dan dosen Indonesia setiap tahun ke universitas top di Inggris dan Prancis
- Inggris dan Prancis menandatangani MoU investasi di IKN Nusantara senilai total Rp 15 triliun, terutama di sektor energi hijau dan smart city
- Kesepakatan latihan militer gabungan tiga negara (Indonesia–Inggris–Prancis) di kawasan Indo-Pasifik dijadwalkan mulai 2027
Presiden Prabowo menyatakan bahwa lawatan ini sangat sukses dan membuka peluang besar bagi pembangunan nasional.
Sambutan Hangat di Bandara & Respons Masyarakat
Rombongan kepresidenan disambut oleh Wakil Presiden Gibran, Menlu Retno Marsudi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, serta sejumlah menteri terkait. Ratusan pendukung dan warga Jakarta berkumpul di sekitar bandara dengan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pak Prabowo – Indonesia Maju!” serta yel-yel dukungan.
Di media sosial, tagar #PrabowoPulang dan #LawatanSukses langsung trending nomor satu di X. Banyak netizen memuji hasil diplomasi: “Kerja nyata, hasilnya langsung terlihat untuk rakyat!” Namun sebagian kecil dari kubu oposisi mempertanyakan prioritas lawatan di tengah isu domestik seperti banjir dan kesejahteraan guru.
Dampak Strategis bagi Diplomasi & Ekonomi Indonesia
Lawatan ini memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional. Kerja sama pertahanan dengan Inggris dan Prancis menambah kekuatan TNI AU, sementara investasi energi terbarukan mendukung target net zero emission 2060. Program beasiswa dan pertukaran pelajar juga akan meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara signifikan.
Pemerintah menargetkan realisasi investasi dari kedua negara mencapai Rp 30–40 triliun dalam 3–5 tahun ke depan. Selain itu, latihan militer gabungan akan memperkuat postur pertahanan Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Presiden Prabowo berharap lawatan ini menjadi langkah awal memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara Eropa. Tantangan utama ke depan adalah memastikan semua komitmen terealisasi tepat waktu serta menjaga diplomasi seimbang di tengah ketegangan global yang terus meningkat.
Indonesia semakin diakui dunia—lawatan Prabowo ke Inggris & Prancis sukses besar dan membawa hasil nyata!




