Persija Cari Solusi Tangani Allano, Si Raja Kartu Kuning di BRI Super League

Persija Cari Solusi Tangani Allano

Halo Jakarta – Allano Romeo yang lagi-lagi jadi sorotan negatif di BRI Super League 2025/2026. Winger Persija Jakarta ini resmi menyandang gelar “Raja Kartu Kuning” musim ini setelah mengoleksi lima kartu kuning hanya dalam 12 pertandingan – angka yang membuatnya jadi pemain paling sering diperingatkan di liga.

Padahal, pelatih Mauricio Souza dan manajemen klub sudah berkali-kali memberikan peringatan keras. Allano sering mendapat teguran langsung di ruang ganti, bahkan sempat dicadangkan sebagai bentuk sanksi internal. Tapi masalah ini terus berulang: tekel keras, protes berlebihan ke wasit, hingga pelanggaran taktis yang tidak perlu.

Bacaan Lainnya

Mengapa Allano Terus Menumpuk Kartu Kuning?

Statistik Allano musim ini memang mencengangkan:

  • 5 kartu kuning (terbanyak di liga sejauh ini)
  • 2 kali absen akibat akumulasi kartu
  • Rata-rata 2,1 pelanggaran per laga – tertinggi di antara pemain lini serang Persija
  • 3 kartu kuning karena protes keras ke wasit – pelanggaran yang sebenarnya bisa dihindari

Pelatih Mauricio Souza mengakui masalah ini sudah menjadi perhatian utama.

“Allano pemain berbakat dengan kecepatan dan skill luar biasa. Tapi kedisiplinan harus ditingkatkan. Kami sudah sering bicara dengannya, beri peringatan, bahkan sanksi. Kami sedang cari solusi terbaik agar dia tetap berkontribusi tanpa merugikan tim,” ujar Souza dalam konferensi pers pasca-laga terakhir.

Manajemen Persija juga tidak tinggal diam. Mereka dilaporkan sedang mempertimbangkan beberapa opsi:

  • Konseling psikologi olahraga untuk mengendalikan emosi di lapangan
  • Rotasi lebih sering agar Allano tidak kelelahan dan mudah terpancing
  • Pembinaan khusus dari kapten tim & senior seperti Riko Simanjuntak
  • Sanksi internal lebih tegas jika pelanggaran berulang

Dampak bagi Persija di Persaingan Juara

Allano adalah salah satu pemain kunci di lini serang Persija – kontribusinya dalam assist dan gol sangat dibutuhkan untuk mengejar Persib dan Borneo di papan atas. Tapi akumulasi kartu kuning membuatnya sering absen di laga krusial, termasuk big match melawan rival.

Jika masalah ini tidak segera teratasi:

  • Persija bisa kehilangan poin penting karena kehilangan winger andalan
  • Mental tim terganggu karena rotasi paksa
  • Pelatih terpaksa ubah taktik yang sudah matang

Fans Persija (Jakmania) pun mulai resah. Banyak yang menyayangkan bakat besar Allano sering “terbuang” karena kurang disiplin.

Solusi Apa yang Paling Realistis?

Beberapa opsi yang mungkin diambil Persija:

  • Pendekatan psikologis – bawa psikolog olahraga untuk bantu Allano kendalikan emosi.
  • Rotasi & pembatasan menit bermain – agar tidak terlalu lelah dan mudah terpancing.
  • Komunikasi intensif – libatkan senior & kapten untuk beri pengaruh positif.
  • Sanksi progresif – dari teguran, denda, hingga cadangan jika pelanggaran terus berulang.

Allano sendiri belum memberikan pernyataan resmi terbaru. Tapi di media sosial, ia sempat memposting foto latihan dengan caption singkat: “Kerja keras, fokus, dan tetap tenang. Terima kasih atas dukungannya.”

Apakah Persija bisa “menjinakkan” si Raja Kartu Kuning ini? Atau Allano akan terus jadi kartu as sekaligus kartu merah potensial? Bagikan pendapat & solusi terbaik Anda di kolom komentar – Jakmania pasti punya pandangan tajam soal ini!

Pos terkait