Halo Jakarta – Polisi tegas imbau suporter Persija Jakarta atau The Jakmania tak datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga El Clasico Indonesia Persib Bandung vs Persija pada Minggu 11 Januari 2026 pukul 15.30 WIB. Larangan ini keluar karena rivalitas panas yang sering picu bentrokan. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Heriyanto bilang keamanan jadi prioritas utama. Polda Jabar kerahkan 3.500 personel gabungan TNI-Polri untuk jaga laga. Apa alasan larangan, persiapan keamanan, reaksi suporter, dan prediksi laga? Berikut ulasan lengkap.
Alasan Polisi Larang Jakmania Datang ke GBLA
Rivalitas Persib-Persija sudah berlangsung puluhan tahun. Bentrokan suporter sering terjadi, terakhir di Jakarta 2024 yang tewaskan satu orang. Kapolda Rudy Heriyanto bilang, “Kami tak ingin ulangi tragedi. Jakmania dilarang datang untuk hindari kontak fisik.” Larangan ini ikuti rekomendasi PSSI dan Panpel Persib. Tiket away section tak dijual, dan polisi pasang check point di pintu masuk Bandung.
Kapolres Bandung AKBP Mochamad Rizki bilang, “Kami blokir bus dan kendaraan berplat B di perbatasan.” Ini bikin Jakmania sulit masuk. Rudy tambah bahwa laga ini risiko tinggi karena status El Clasico. “Kami prioritaskan keselamatan semua pihak,” katanya.
Persiapan Keamanan yang Super Ketat
Polda Jabar kerahkan 3.500 personel. Mereka bagi zona: dalam stadion 1.000 orang, luar stadion 2.000 orang, dan perbatasan 500 orang. TNI dari Kodam Siliwangi dukung 500 prajurit. Polisi pasang 50 CCTV baru di sekitar GBLA dan drone pantau massa. Check point di Tol Cipularang dan Pasteur periksa kendaraan berplat B.
Panpel Persib batasi tiket 25.000 lembar untuk Bobotoh saja. Stadion GBLA kapasitas 27.000, tapi 2.000 kursi kosong untuk buffer zone. PSSI beri status risiko tinggi, jadi tak ada penjualan tiket di hari H.
Reaksi Suporter yang Beragam
Bobotoh senang laga kandang tanpa Jakmania. Mereka bilang atmosfer lebih aman dan fokus dukung Persib. Viking Persib Club (VPC) dukung larangan. “Kami ingin laga fair tanpa ricuh,” kata ketua VPC. Tapi sebagian Bobotoh kecewa karena kurang greget tanpa chant Jakmania.
The Jakmania protes keras. Ketua The Jakmania Dicky Soemarno bilang, “Larangan ini langgar hak suporter. Kami fans sejati, bukan preman.” Mereka rencana nonton bareng di Jakarta dan live streaming. Beberapa Jakmania nekat rencana datang diam-diam, tapi polisi ancam tindak tegas.
Prediksi Laga dan Performa Tim
Persib dalam tren positif. Mereka menang 4 laga beruntun dengan Uilliam Barros top skor 12 gol. Bojan Hodak bilang, “Kami siap menang di depan Bobotoh.” Persija bangkit dengan 3 kemenangan dari 5 laga terakhir. Mauricio Souza bilang, “Kami tak takut GBLA. Target curi poin.”
Prediksi: Persib menang 2-1 karena kandang dan dukungan penuh Bobotoh. Tapi Persija punya Maxwell dan Alano yang bisa bikin kejutan.
Dampak Larangan ke Atmosfer Laga
Larangan ini bikin GBLA full Bobotoh. Chant “Persib Juara” bakal bergema tanpa balasan Jakmania. Tapi sebagian fans bilang kurang seru tanpa rival. PSSI dan polisi prioritaskan keselamatan setelah tragedi Kanjuruhan 2022.
Laga ini tetap jadi El Clasico meski tanpa Jakmania. Fokus ke lapangan, bukan ricuh luar.
El Clasico Indonesia selalu spesial. Larangan Jakmania demi aman, tapi semangat rivalitas tetap hidup.
