Halo Jakarta – Kylian Mbappé kembali bikin penggemar Real Madrid deg-degan. Striker bintang asal Prancis ini masih belum pulih sepenuhnya dari cedera lutut yang dialaminya sejak akhir 2025. Menurut laporan terbaru dari Marca dan AS pada 16 Januari 2026, Mbappé menolak ambil risiko bermain sebelum cedera benar-benar sembuh 100%. Pelatih Carlo Ancelotti pun terpaksa menunda debutnya di laga-laga penting awal 2026. Apa kronologi cedera, alasan Mbappé ogah buru-buru comeback, update kondisi terbaru, serta dampak ke skuad Los Blancos? Berikut ulasan lengkap.
Kronologi Cedera Lutut Mbappé yang Bikin Debut Tertunda
Cedera ini bermula saat Mbappé masih memperkuat PSG pada akhir musim 2024/2025. Pada laga Ligue 1 melawan Monaco (Desember 2025), Mbappé mengalami benturan keras di lutut kanan setelah tackle dari bek lawan. Awalnya dianggap ringan, tapi pemeriksaan MRI menunjukkan adanya robekan parsial pada ligamen lutut dan inflamasi pada meniskus.
Mbappé langsung jalani rehabilitasi intensif di Paris dan kemudian di Madrid setelah resmi bergabung dengan Los Blancos pada musim panas 2025. Namun proses pemulihan berjalan lebih lambat dari perkiraan. Pada pramusim Desember 2025, Mbappé sempat ikut latihan ringan, tapi rasa nyeri kembali muncul saat sprint dan perubahan arah.
Dokter tim Real Madrid memutuskan Mbappé harus istirahat total minimal 4–6 minggu lagi. Debut resminya di La Liga dan Liga Champions tertunda hingga akhir Januari atau awal Februari 2026.
Alasan Mbappé Enggan Ambil Risiko Main Cepat
Mbappé sendiri yang meminta tim medis untuk tidak memaksanya bermain sebelum benar-benar pulih. Dalam wawancara eksklusif dengan Marca, ia bilang, “Saya sudah 27 tahun, karier masih panjang. Saya tidak mau ambil risiko cedera berulang yang bisa bikin saya absen berbulan-bulan. Saya ingin debut di Madrid dalam kondisi 100%.”
Pelatih Carlo Ancelotti mendukung penuh keputusan Mbappé. “Kylian pemain profesional. Ia tahu tubuhnya sendiri. Kami tidak mau ambil risiko yang bisa merusak musimnya,” kata Ancelotti. Ia menambahkan bahwa Madrid punya skuad dalam yang kuat, sehingga tidak perlu buru-buru memainkan Mbappé.
Update Kondisi Terbaru Mbappé per 16 Januari 2026
Menurut sumber internal Real Madrid, Mbappé sudah mulai latihan ringan di gym dan lapangan dengan bola sejak awal Januari. Ia sudah bisa lari pelan dan melakukan passing pendek. Namun sprint, perubahan arah, dan duel fisik masih dilarang. Dokter tim memperkirakan Mbappé bisa kembali full training pada akhir Januari dan debut resmi di laga melawan Real Sociedad atau Valencia pada awal Februari 2026.
Mbappé juga rutin update progres pemulihannya di Instagram dengan postingan latihan dan fisioterapi. Fans Madrid tetap optimis meski debut tertunda.
Dampak ke Skuad Real Madrid Tanpa Mbappé
Tanpa Mbappé, lini depan Madrid mengandalkan Vinícius Júnior, Rodrygo, dan Endrick. Vinícius sudah cetak 12 gol di La Liga musim ini, sementara Rodrygo menyumbang 8 gol. Endrick, pemain muda Brasil, mulai dapat menit bermain lebih banyak dan sudah cetak 3 gol dari bangku cadangan.
Ancelotti tetap optimis skuadnya bisa bertahan. “Kami punya kedalaman skuad yang bagus. Mbappé akan jadi senjata pamungkas saat kembali,” katanya. Madrid saat ini berada di peringkat 2 klasemen La Liga dengan 39 poin, tertinggal 3 poin dari Barcelona.
Reaksi Fans dan Media Spanyol
Fans Madrid di media sosial beragam. Sebagian mendukung keputusan Mbappé: “Lebih baik lambat tapi aman daripada buru-buru dan cedera lagi.” Tapi sebagian lain kecewa: “Debutnya kok lama banget, kami sudah nunggu sejak musim panas!”
Media Spanyol seperti Marca dan AS memuji sikap profesional Mbappé. “Mbappé pilih keselamatan daripada buru-buru. Ini keputusan bijak,” tulis Marca. Sementara itu, AS menyebut penundaan ini jadi “ujian kesabaran” bagi fans Madrid.
Prospek Mbappé dan Madrid Setelah Pemulihan
Jika Mbappé pulih 100% pada Februari 2026, ia berpotensi cetak 20–25 gol di sisa musim ini. Trio Mbappé–Vinícius–Rodrygo bisa jadi yang paling ditakuti di Eropa. Madrid tetap favorit juara La Liga meski tertinggal dari Barcelona.
Cedera lutut Mbappé memang menunda debutnya, tapi ini juga jadi kesempatan skuad Madrid membuktikan kedalaman mereka.
Mbappé ogah ambil risiko—keselamatan dan performa maksimal jadi prioritas.
