Liverpool Si Hobi Kalah di Menit-Menit Akhir! Kebiasaan Buruk yang Bikin Fans Marah & Lawan Senyum Lebar

Liverpool Si Hobi Kalah di Menit-Menit Akhir!

Halo Jakarta – Liverpool kembali jadi korban “penyakit” klasik mereka: kalah di menit-menit akhir. Di pekan ke-22 Premier League 2025/26, The Reds kebobolan gol krusial di injury time dan kehilangan poin berharga. Kebiasaan ini sudah sering terulang sejak era Jürgen Klopp hingga sekarang, dan langsung memicu kekecewaan besar di kalangan fans. Berikut kronologi laga terbaru, pola kekalahan telat yang berulang, komentar pelatih, serta dampak ke klasemen dan semangat tim.

Kronologi Kekalahan Telat yang Bikin Fans Kecewa Lagi

Di laga melawan Brighton (matchday 22, 22 Januari 2026), Liverpool unggul 2-1 hingga menit ke-88. Gol dari Mohamed Salah dan Darwin Núñez membuat Anfield bergemuruh. Namun di injury time menit ke-90+4, Brighton mencetak gol penyeimbang melalui sundulan Lewis Dunk dari set-piece—2-2 final.

Bacaan Lainnya

Ini bukan kali pertama. Musim ini saja Liverpool sudah kehilangan 8 poin dari laga yang seharusnya menang karena gol di menit akhir (kebobolan di menit 85+ sebanyak 5 kali). Fans mulai kesal dan menyebut tim ini “si hobi kalah di menit-menit akhir”.

Pola Kekalahan Telat yang Sudah Jadi “Ciri Khas” Liverpool

Beberapa laga yang menunjukkan pola buruk ini:

  • Vs Tottenham (kalah 1-2, gol Spurs menit 90+3)
  • Vs Manchester United (kalah 1-2, gol United menit 89)
  • Vs Arsenal (imbang 2-2, gol Arsenal menit 90+5)
  • Vs Brighton (imbang 2-2, gol menit 90+4)

Penyebab utama:

  • Konsentrasi tim menurun drastis setelah unggul
  • Pergantian pemain di menit akhir justru melemahkan pertahanan
  • Kurangnya pengalaman mengunci laga di injury time

Ini jadi masalah yang sudah berulang sejak era Jürgen Klopp dan masih berlanjut di era Arne Slot.

Komentar Pelatih Arne Slot yang Penuh Penyesalan

Arne Slot mengakui masalah ini. “Kami harus lebih klinis dan tetap fokus hingga peluit panjang berbunyi. Gol di injury time ini menyakitkan, tapi kami akan belajar dari kesalahan ini,” kata Slot di konferensi pers pasca-laga.

Ia juga menegaskan bahwa tim sedang bekerja keras untuk memperbaiki mentalitas “mengunci laga”. “Kami punya skuad bagus, tapi konsentrasi 90+ menit masih jadi pekerjaan rumah besar,” tambahnya.

Dampak ke Klasemen dan Semangat Tim

Kekalahan telat ini membuat Liverpool tertahan di peringkat 2 dengan 48 poin dari 22 laga, tertinggal 3 poin dari Arsenal yang memimpin. Manchester City di peringkat 3 dengan 46 poin juga semakin dekat.

Semangat tim langsung turun. Para pemain terlihat kecewa di lapangan, dan fans di Anfield mulai bersorak “Fokus sampai akhir!” sebagai sindiran halus.

Analisis Taktik Arne Slot yang Masih Perlu Perbaikan

Slot menerapkan formasi 4-3-3 dengan pressing tinggi, tapi setelah unggul, tim sering turun tempo dan bermain bertahan pasif. Ini memberi ruang bagi lawan untuk menyerang di menit akhir. Slot perlu perbaiki rotasi pemain dan mentalitas “mengamankan hasil” agar tidak kebobolan di injury time lagi.

Reaksi Suporter dan Media Inggris

Fans Liverpool kecewa berat. Ribuan suporter di Anfield terdiam setelah gol injury time. Tagar #LiverpoolLateGoals dan #FokusSampaiAkhir trending di X dengan ribuan tweet kritik.

Media Inggris seperti BBC dan The Guardian menyoroti masalah ini. “Liverpool harus hilangkan kebiasaan buruk kalah di menit akhir jika ingin juara,” tulis BBC.

Kekalahan telat ini jadi pukulan telak bagi Liverpool. Mereka harus segera perbaiki mentalitas agar tidak kehilangan gelar lagi.

Liverpool si hobi kalah di menit-menit akhir—kapan mereka bisa lepas dari kebiasaan buruk ini?

Pos terkait