Halo Jakarta – Seorang lansia berusia 73 tahun tewas terbakar saat rumahnya kebakaran di Jalan Pargaulan, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada Selasa malam 6 Januari 2026. Korban bernama FS menderita stroke sehingga tak bisa selamatkan diri. Api diduga berasal dari korsleting listrik di dapur. Warga sekitar sempat padamkan api sebelum petugas damkar tiba. Tragedi ini jadi pengingat bahaya kebakaran rumah di musim kemarau. Apa kronologi lengkap, penyebab, respons warga, dan pelajaran keselamatan? Berikut ulasan mendalam.
Kronologi Kebakaran yang Terjadi Saat Malam Hari
Kebakaran mulai sekitar pukul 19.15 WIB. Saat itu keluarga korban sedang di luar rumah. Api pertama kali muncul di dapur rumah semi-permanen berukuran 5×30 meter. Warga sekitar lihat asap hitam pekat keluar dari dapur. Mereka langsung teriak minta tolong. Beberapa pemuda coba masuk rumah, tapi asap terlalu pekat. Mereka temukan FS tergeletak di tempat tidur di area dapur, tubuhnya sudah terbakar.
Warga langsung ambil ember air dan APAR dari rumah tetangga. Mereka padamkan api dalam 20 menit sebelum menyebar ke rumah lain. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematangsiantar tiba pukul 19.45 WIB. Saat itu api sudah berhasil dipadamkan warga. Parulian Simalango dari Humas Damkar bilang, “Saat personel damkar turun, api telah dipadamkan oleh warga setempat.”
Korban langsung dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar. Dokter nyatakan FS meninggal karena luka bakar berat dan keracunan asap.
Penyebab Kebakaran Diduga Korsleting Listrik
Petugas damkar dan polisi selidiki penyebab kebakaran. Dugaan awal korsleting listrik di dapur. Kabel listrik di rumah korban sudah tua dan sering overload karena pakai banyak peralatan seperti kompor listrik dan kulkas. Parulian Simalango konfirmasi, “Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.”
Korban menderita stroke sejak beberapa tahun lalu. Ia tak bisa berjalan dan selalu terbaring di tempat tidur dekat dapur. Keluarga bilang FS sering sendirian di rumah saat malam. Ini bikin ia tak bisa lari saat api muncul.
Respons Cepat Warga yang Selamatkan Rumah Sekitar
Warga sekitar langsung gerak cepat. Mereka bentuk rantai ember air dari sumur terdekat. Beberapa pemuda pakai APAR dari masjid dekat. Kerja sama ini berhasil padamkan api sebelum menyebar ke rumah semi-permanen lain yang berdekatan. RT setempat puji warga. “Kalau lambat, bisa habis satu lorong,” katanya.
Polisi dari Polres Pematangsiantar langsung pasang garis polisi. Mereka selidiki lebih lanjut untuk pastikan tak ada unsur pidana.
Dampak Tragedi ke Keluarga dan Warga Sekitar
Keluarga korban hancur. Anak FS menangis histeris saat evakuasi jenazah. Mereka bilang ibunya sudah sakit stroke 5 tahun dan tak bisa bicara. Rumah rusak parah di bagian dapur dan kamar korban. Barang berharga seperti uang tabungan dan dokumen hangus.
Warga sekitar trauma. Banyak yang takut korsleting karena rumah mereka juga pakai kabel tua. Beberapa langsung cek instalasi listrik rumah masing-masing.
Pelajaran Keselamatan dari Tragedi Ini
Tragedi ini beri pelajaran penting.
- Pasang APAR di rumah, terutama dapur
- Rutin cek instalasi listrik, ganti kabel tua
- Pasang smoke detector dan alarm kebakaran
- Jangan tinggalkan lansia sendirian di rumah
- Siapkan rencana evakuasi keluarga
Damkar Pematangsiantar janji kampanye keselamatan kebakaran di kelurahan rawan.
Respons Pemerintah Daerah dan Bantuan
Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah kirim duka cita. Pemkot beri bantuan Rp 10 juta untuk pemakaman dan santunan keluarga. BNPB Provinsi Sumut pantau kasus ini karena musim kemarau tingkatkan risiko kebakaran.
Kebakaran rumah lansia ini jadi pengingat. Keselamatan harus prioritas utama.




