Halo Jakarta – Banjir besar yang melanda Jawa Tengah dan sekitarnya pada pertengahan Januari 2026 membuat PT KAI Daop 1 Jakarta terpaksa membatalkan perjalanan KA Argo Merbabu (Jakarta–Semarang PP) mulai 16 Januari 2026. Namun, penumpang tidak perlu panik karena KA Jakarta–Pekalongan tetap beroperasi normal dengan penyesuaian rute dan jadwal. Keputusan ini diambil demi keselamatan penumpang dan petugas setelah banjir merendam rel di beberapa titik jalur utama. Berikut kronologi pembatalan, alasan resmi KAI, alternatif perjalanan, dampak ke penumpang, serta update terbaru operasional kereta api.
Kronologi Pembatalan KA Argo Merbabu yang Langsung Viral
Banjir mulai melanda wilayah Jawa Tengah sejak 13 Januari 2026 akibat curah hujan ekstrem. Rel kereta api di segmen Semarang–Pekalongan terendam air hingga ketinggian 50–80 cm. Pada 15 Januari malam, tim KCJ langsung laporkan kondisi ke PT KAI Daop 1 Jakarta. Pagi harinya, 16 Januari 2026 pukul 06.00 WIB, KAI resmi umumkan pembatalan KA Argo Merbabu keberangkatan 16–18 Januari 2026 (pulang-pergi).
Pengumuman ini langsung viral di media sosial. Banyak penumpang yang sudah beli tiket kecewa karena harus cari alternatif transportasi mendadak. Tagar #KABatalBanjir dan #ArgoMerbabuBatal trending di X dengan ribuan tweet.
Alasan Resmi KAI Batalkan KA Argo Merbabu
Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendri Wintoko menyatakan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama. “Rel di beberapa titik terendam banjir hingga 80 cm. Kami tidak mau ambil risiko terhadap keselamatan penumpang dan petugas,” ujar Ixfan.
Penyebab utama banjir di rel KA:
- Curah hujan ekstrem di wilayah Pekalongan dan sekitarnya
- Sungai-sungai kecil meluap dan merendam rel
- Drainase di sekitar rel tidak mampu menampung air hujan
KA Argo Merbabu yang biasanya melewati jalur Pantura (Semarang–Pekalongan) terpaksa dibatalkan karena jalur tersebut paling parah terdampak banjir.
KA Jakarta–Pekalongan Tetap Beroperasi dengan Penyesuaian
Meski Argo Merbabu batal, KA Jakarta–Pekalongan tetap jalan dengan rute pengalihan melalui jalur selatan (via Purwokerto–Kroya–Cilacap–Kutoarjo). Jadwal keberangkatan tetap sama, tapi waktu tempuh bertambah 2–3 jam. Penumpang yang sudah beli tiket Argo Merbabu bisa refund penuh atau reschedule ke KA Jakarta–Pekalongan tanpa biaya tambahan.
Ixfan menegaskan, “Kami prioritaskan keselamatan, tapi tetap berikan layanan terbaik kepada penumpang yang harus ke Pekalongan.”
Dampak ke Penumpang dan Cara Mengatasinya
Penumpang yang sudah beli tiket KA Argo Merbabu bisa lakukan refund 100% atau reschedule tanpa biaya tambahan. Banyak penumpang memilih reschedule ke KA Jakarta–Pekalongan meski waktu tempuh lebih lama. Beberapa memilih bus atau pesawat sebagai alternatif.
Dishub DKI Jakarta dan PT KAI berkoordinasi untuk berikan informasi lengkap melalui aplikasi KAI Access dan website resmi. Penumpang disarankan cek status tiket secara berkala.
Update Terbaru dan Antisipasi Banjir Selanjutnya
Pada 16 Januari malam, banjir di jalur KA Semarang–Pekalongan mulai surut. Tim KCJ dan PT KAI sedang normalisasi rel dan drainase. Argo Merbabu diprediksi kembali beroperasi pada 19 Januari 2026 jika kondisi rel sudah aman.
PT KAI juga siapkan rencana cadangan untuk banjir berikutnya: pengalihan rute, penambahan perjalanan bus pengganti, dan peningkatan koordinasi dengan BMKG untuk peringatan dini.
Pelajaran dan Dampak Jangka Panjang
Penundaan ini jadi pengingat bahwa banjir masih jadi ancaman besar bagi transportasi kereta api di Jawa. PT KAI berjanji tingkatkan infrastruktur rel dan drainase di jalur Pantura. Penumpang juga disarankan selalu cek status perjalanan sebelum berangkat.
Banjir bikin Argo Merbabu batal, tapi KA Jakarta–Pekalongan tetap jalan. Keselamatan dan pelayanan tetap prioritas utama.
