Halo Jakarta – Honda Super One resmi meluncur di Singapura pada awal Januari 2026 dan langsung jadi perbincangan hangat. Mobil listrik ini dibanderol harga mulai dari SGD 199.888 atau setara sekitar Rp 2,3 miliar (kurs SGD 1 = Rp 11.500). Angka tersebut jauh lebih mahal dibandingkan harga mobil listrik sekelasnya di Indonesia atau negara ASEAN lainnya. Padahal secara spesifikasi, Super One bukan termasuk EV premium seperti Tesla Model Y atau BMW iX. Lalu apa yang membuat harga Honda Super One di Singapura membengkak hingga tembus Rp 2,3 miliar? Berikut penjelasan lengkap faktor-faktor di balik angka tersebut.
Pajak dan Biaya Sertifikasi yang Sangat Tinggi di Singapura
Singapura dikenal sebagai salah satu negara dengan pajak kendaraan termahal di dunia. Sistem Certificate of Entitlement (COE) menjadi penyebab utama. COE adalah “hak” untuk memiliki dan mendaftarkan kendaraan baru selama 10 tahun. Harga COE untuk mobil listrik kategori A (mesin di bawah 1.600 cc atau daya di bawah 130 kW) pada Januari 2026 mencapai SGD 95.000–105.000 (sekitar Rp 1,1–1,2 miliar). Itu saja sudah menyumbang hampir setengah harga OTR Super One.
Selain COE, Singapura juga kenakan Additional Registration Fee (ARF) sebesar 100–180 persen dari nilai Open Market Value (OMV) kendaraan. Untuk Super One dengan OMV sekitar SGD 35.000, ARF bisa tembus SGD 63.000 (Rp 725 juta). Ditambah pajak barang dan jasa (GST) 9 persen serta biaya administrasi, total pajak dan biaya registrasi bisa mencapai SGD 170.000–180.000 (Rp 1,95–2,07 miliar). Ini menjelaskan mengapa harga OTR melonjak tinggi meski harga dasar kendaraan relatif terjangkau.
Faktor Harga Dasar dan Posisi Pasar Honda Super One
Honda Super One dibangun di atas platform yang sama dengan Honda e:Ny1 (versi listrik HR-V) yang dijual di Eropa dan Jepang. Namun untuk pasar Singapura, Honda menambahkan beberapa fitur premium seperti jok kulit sintetis ventilated, sistem audio Bose 8 speaker, panoramic sunroof, dan paket ADAS Honda Sensing generasi terbaru (termasuk adaptive cruise control dengan stop & go, lane centering, dan collision mitigation braking).
Harga dasar Super One sebelum pajak di Singapura sekitar SGD 60.000–65.000 (Rp 690–750 juta). Ini sudah termasuk fitur-fitur tersebut. Bandingkan dengan Indonesia: jika Super One masuk pasar Indonesia tanpa COE dan ARF, harga OTR kemungkinan berada di kisaran Rp 650–800 juta—masih kompetitif dengan Hyundai Ioniq 5 dan Tesla Model 3 entry level.
Perbandingan dengan Mobil Listrik Lain di Singapura
Untuk konteks, berikut harga beberapa mobil listrik di Singapura (termasuk COE & ARF per Januari 2026):
- Tesla Model 3 RWD → SGD 180.000–195.000 (Rp 2,07–2,24 miliar)
- BYD Atto 3 → SGD 165.000–180.000 (Rp 1,9–2,07 miliar)
- Hyundai Ioniq 5 → SGD 210.000–225.000 (Rp 2,4–2,59 miliar)
- Honda Super One → SGD 199.888 (Rp 2,3 miliar)
Super One berada di tengah-tengah kisaran harga tersebut. Namun karena Honda punya brand value kuat dan jaringan servis luas di Singapura, banyak konsumen lebih memilih Super One meski harganya tidak paling murah di kelasnya.
Fitur Unggulan Honda Super One yang Membuat Harga Terasa Masuk Akal
Super One hadir dengan spesifikasi yang cukup kompetitif untuk harga SGD 199.888:
- Motor listrik tunggal 204 PS & torsi 310 Nm
- Baterai 68,8 kWh → jarak tempuh WLTP 510 km
- Fast charging 150 kW (10–80% dalam 38 menit)
- Interior 5-seater premium dengan layar ganda 10,25 inci + 15,6 inci
- Paket Honda Sensing lengkap (adaptive cruise, lane keep, AEB, blind spot monitoring)
- Panoramic sunroof, ventilated seats, dan Bose audio
Fitur-fitur ini membuat Super One terasa lebih premium dibandingkan kompetitor seharga yang sama di pasar lain.
Prospek Honda Super One di Pasar Singapura dan Regional
Singapura jadi salah satu pasar EV paling cepat tumbuh di Asia Tenggara. Pada 2025, penjualan EV di Singapura capai 25 persen dari total penjualan mobil baru—tertinggi di kawasan. Honda optimis Super One bisa ambil pangsa pasar signifikan karena brand trust, jaringan dealer luas, dan dukungan layanan purna jual yang kuat.
Di Indonesia, jika Super One masuk tanpa COE dan ARF, harga bisa turun drastis ke kisaran Rp 700–900 juta. Ini akan langsung saingi Hyundai Ioniq 5 dan Tesla Model 3 entry level.
Kesimpulan Harga Mahal di Singapura Bukan Karena Mobilnya Sendiri
Harga Honda Super One yang tembus Rp 2,3 miliar di Singapura bukan karena mobilnya mahal secara inheren. Faktor utama adalah sistem COE, ARF, dan pajak tinggi yang memang menjadi ciri khas Singapura. Di pasar lain seperti Indonesia atau Thailand, harga akan jauh lebih terjangkau dan kompetitif. Bagi konsumen Singapura yang mampu, Super One tetap jadi pilihan menarik karena kombinasi fitur premium dan brand Honda yang terpercaya.
Mobil listrik premium memang mahal di Singapura, tapi Super One menawarkan value yang sepadan.




