Halo Jakarta – Pasar kripto kembali diguncang sentimen negatif besar pada akhir Februari 2026. Harga Bitcoin (BTC) anjlok lebih dari 50% dari puncaknya di Oktober 2025 – kehilangan nilai lebih dari USD 2 triliun secara keseluruhan. Di tengah koreksi brutal ini, Senator Elizabeth Warren (D-MA) mengirim surat resmi kepada Menteri Keuangan Scott Bessent dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada 18 Februari 2026. Isinya tegas: jangan gunakan dana publik untuk bailout investor kripto besar.
Surat ini menjadi pukulan keras bagi harapan banyak pelaku pasar yang berharap intervensi pemerintah jika kripto terus jatuh. Warren menuntut konfirmasi tertulis bahwa baik Treasury maupun The Fed tidak akan menyelamatkan “miliarder kripto dan investor berleverage tinggi” dengan uang pajak rakyat AS.
“Saya menulis hari ini untuk meminta konfirmasi tertulis bahwa baik Departemen Keuangan (Treasury) maupun Federal Reserve (The Fed) tidak akan menggunakan uang pembayar pajak untuk menyelamatkan miliarder kripto dan investor kripto lain yang memiliki leverage tinggi.”
Mengapa Warren Begitu Keras Menentang Bailout?
Senator Warren menyoroti beberapa alasan utama:
- Konsentrasi kepemilikan ekstrem: Bitcoin dan aset kripto lainnya dikuasai segelintir entitas besar – bailout akan menguntungkan elit kaya, bukan investor ritel.
- Risiko moral hazard: Jika pemerintah campur tangan, investor besar akan terus ambil risiko berlebih karena tahu ada “penyelamat” jika gagal.
- Penipuan & kerugian konsumen: Warren menekankan meningkatnya kasus penipuan kripto (skema ponzi, penyamaran, ATM fraud). Respons pemerintah harus fokus lindungi investor individu, bukan stabilkan harga aset.
Ia secara eksplisit melarang penggunaan mekanisme darurat:
- Exchange Stabilization Fund (Treasury).
- Otoritas pinjaman darurat Federal Reserve (Pasal 13(3) Federal Reserve Act).
“Setiap respons pemerintah terhadap kejatuhan bitcoin baru-baru ini harus berpusat pada penguatan perlindungan bagi pemegang kripto individu. Pembayar pajak Amerika tidak seharusnya menanggung beban kerugian investor kripto miliarder.”
Warren meminta jawaban resmi paling lambat 27 Februari 2026 – deadline yang menambah tekanan pada regulator.
Dampak Langsung pada Pasar Kripto
Penurunan BTC >50% dari puncak Oktober 2025 bukan hanya koreksi biasa. Ini dipicu kombinasi:
- Profit-taking institusi setelah rally panjang.
- Ketidakpastian regulasi AS pasca-pilpres.
- Tekanan makro: suku bunga tinggi, inflasi, dan rotasi aset ke instrumen aman.
Surat Warren memperburuk sentimen. Banyak trader melihatnya sebagai sinyal bahwa bailout tidak akan datang – artinya pasar harus selesaikan koreksi sendiri. Likuiditas menipis, volatilitas meningkat, dan altcoin ikut tertekan.
Namun, ada sisi lain: Warren menekankan perlindungan konsumen dan penguatan regulasi. Ini bisa jadi katalis positif jangka panjang jika menghasilkan kerangka hukum lebih jelas untuk kripto.
Apa yang Harus Dipantau Investor?
- Respons Treasury & Fed sebelum 27 Februari 2026 – jika mereka setuju tidak bailout, tekanan jual bisa berlanjut.
- Pergerakan harga BTC di support kunci – break down bisa picu capitulation, rebound bisa tarik kembali institusi.
- Kebijakan regulasi AS lebih luas – apakah ini bagian dari tekanan untuk atur kripto lebih ketat?
Surat Warren bukan akhir cerita kripto – tapi pengingat keras: pasar aset digital masih sangat rentan terhadap politik dan sentimen regulator. Bailout mungkin tidak datang, dan itu bisa jadi katalis untuk pasar yang lebih sehat (atau lebih brutal).
Apakah Anda setuju dengan sikap Warren? Atau ini justru hambatan bagi adopsi kripto? Share pandangan Anda di kolom komentar – isu ini menentukan arah pasar kripto 2026!
