Halo Jakarta – Kabar duka selebgram sekaligus influencer Lula Lahfah yang meninggal dunia pada 23 Januari 2026 di usia 28 tahun masih menjadi perbincangan hangat. Keluarga mengungkap bahwa sebelum tutup usia, Lula sempat mengalami pembengkakan usus yang cukup serius. Dokter spesialis penyakit dalam dan gastroenterologi yang dimintai keterangan oleh media menjelaskan kemungkinan penyebab medis dari kondisi tersebut. Berikut kronologi kesehatan terakhir Lula, penjelasan dokter, kemungkinan penyebab pembengkakan usus, serta pesan penting untuk masyarakat.
Kronologi Kesehatan Terakhir Lula Lahfah
Menurut keterangan keluarga melalui akun Instagram resmi @lulalahfah:
- Beberapa hari sebelum meninggal, Lula mengeluh sakit perut hebat dan kembung
- Ia sempat memeriksakan diri ke dokter dan didiagnosis mengalami pembengkakan usus (ascites atau distensi abdomen akibat cairan)
- Kondisi memburuk dengan cepat disertai sesak napas dan nyeri dada
- Pada malam 23 Januari 2026 sekitar pukul 20.30 WIB, Lula tiba-tiba kolaps di rumah
- Tim medis 118 tiba namun tidak berhasil menyelamatkan nyawa Lula—ia dinyatakan meninggal pukul 21.15 WIB karena gagal jantung mendadak
Keluarga menyatakan Lula tidak memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya dan selalu menjaga pola hidup sehat.
Penjelasan Dokter Spesialis tentang Pembengkakan Usus
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Zaidul Akbar (bukan dokter Lula, tapi dimintai keterangan umum oleh media) menjelaskan bahwa pembengkakan usus atau distensi abdomen bisa disebabkan oleh beberapa kondisi serius:
- Ascites (penumpukan cairan di rongga perut) — sering terjadi akibat gangguan hati (sirosis), gagal jantung kongestif, atau kanker
- Obstruksi usus — penyumbatan usus yang menyebabkan penumpukan gas dan cairan
- Infeksi atau peritonitis — infeksi selaput perut yang bisa memicu peradangan hebat
- Gangguan metabolik atau toksik — seperti keracunan makanan atau efek samping obat
Dokter menambahkan bahwa jika pembengkakan disertai sesak napas dan nyeri dada mendadak, bisa jadi ada komplikasi ke jantung atau emboli paru. “Kondisi ini bisa berkembang sangat cepat, terutama jika ada underlying disease yang tidak terdeteksi sebelumnya,” jelas dr. Zaidul.
Dokter lain dari RSCM yang dimintai pendapat juga menyatakan bahwa sudden cardiac arrest pada usia muda sering kali terkait dengan kondisi jantung bawaan yang tidak terdiagnosis atau komplikasi dari penyakit lain seperti pembengkakan organ.
Pesan Keluarga dan Dokter untuk Masyarakat
Keluarga Lula memohon agar masyarakat lebih peduli kesehatan jantung dan organ dalam. “Lula tidak punya riwayat penyakit jantung, tapi tiba-tiba serangan jantung datang. Jangan anggap remeh gejala sesak napas, nyeri dada, atau perut kembung berkepanjangan. Segera periksa ke dokter,” pesan keluarga.
Dokter juga mengingatkan pentingnya medical check-up rutin, terutama bagi orang muda yang tampak sehat. “Serangan jantung mendadak bisa menyerang siapa saja. Jangan tunda periksa jika ada gejala mencurigakan,” pesan dokter spesialis jantung.
Reaksi Netizen & Selebriti yang Berduka
Netizen langsung membanjiri kolom komentar akun Lula dengan doa dan kenangan. Tagar #SelamatJalanLulaLahfah dan #DoaUntukLula masih trending nomor 1 di X dan Instagram. Banyak yang menangis membaca pesan terakhir Lula: “Alhamdulillah hari ini bahagia banget 🥰 Terima kasih semua yang selalu dukung aku ya. Love you all ❤️”
Selebriti seperti Awkarin, Ria Ricis, Nagita Slavina, dan Raffi Ahmad mengunggah foto bersama Lula sambil menangis. “Lula, kamu orang baik. Kami semua kehilangan,” tulis Nagita di Instagram.
Kepergian Lula Lahfah Jadi Peringatan Keras
Kepergian Lula Lahfah di usia 28 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan jutaan penggemar. Pembengkakan usus yang dialaminya sebelum meninggal menjadi pengingat bahwa kesehatan organ dalam bisa menjadi silent killer. Pesan terakhirnya yang penuh kebahagiaan dan cinta membuat banyak orang tersentuh sekaligus sedih.
Selamat jalan Lula Lahfah. Semoga husnul khatimah dan ditempatkan di sisi terbaik. Pesan untuk kita semua: periksa kesehatan secara rutin, jangan anggap remeh gejala kecil.




