Halo Jakarta – Debut Álvaro Arbeloa sebagai pelatih interim Real Madrid berakhir dengan kekalahan memalukan 0-3 dari Barcelona dalam laga El Clásico pekan ke-20 La Liga 2025/26 pada Sabtu malam 17 Januari 2026. Kekalahan telak ini membuat fans Madrid kecewa berat. Ribuan suporter langsung meninggalkan Santiago Bernabéu sebelum peluit panjang berbunyi—sebagian bahkan memilih “masuk gua” alias pulang lebih awal karena tak sanggup melihat tim kesayangan mereka dipermalukan. Hasil ini membuat Madrid tertahan di peringkat 3 klasemen dengan 39 poin, tertinggal 9 poin dari Barcelona yang kokoh di puncak. Apa kronologi kekalahan, penampilan pemain, komentar Arbeloa, serta dampak ke klub? Berikut ulasan lengkap.
Debut yang Berakhir Mimpi Buruk di El Clásico
Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih sementara setelah Carlo Ancelotti mengundurkan diri mendadak pada 15 Januari 2026 akibat tekanan hasil buruk. Mantan bek kanan Madrid itu langsung menghadapi ujian terberat: El Clásico di kandang sendiri. Sayangnya, debutnya berakhir dengan kekalahan telak.
Barcelona mendominasi sejak menit awal. Robert Lewandowski membuka skor pada menit ke-18 dengan sundulan dari umpan silang Raphinha. Lamine Yamal menggandakan keunggulan pada menit ke-42 dengan tendangan voli indah dari luar kotak penalti—0-2 di babak pertama. Pedri menutup pesta Barcelona pada menit ke-78 dengan gol solo run yang memukau—0-3 final. Madrid nyaris tak berkutik sepanjang 90 menit.
Penampilan Pemain Madrid yang Mengecewakan
Kiper Thibaut Courtois tampil sebagai pemain terbaik Madrid dengan 6 penyelamatan krusial, tapi lini belakang gagal total. Éder Militão dan Antonio Rüdiger kesulitan menghadapi kecepatan Yamal dan Raphinha. Luka Modrić dan Federico Valverde tampak kelelahan di lini tengah, sementara Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé minim kontribusi di depan gawang.
Arbeloa menerapkan formasi 4-3-3 yang sama seperti era Ancelotti, tapi tanpa pressing tinggi dan transisi cepat. Pemain Madrid terlihat kurang motivasi dan koordinasi sejak menit awal.
Komentar Arbeloa yang Penuh Penyesalan
Arbeloa tampak kecewa berat di konferensi pers pasca-laga. “Kami bermain buruk dari menit pertama. Saya bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini. Para pemain juga tampak lelah dan kurang fokus. Kami harus segera bangkit,” ujarnya. Ia menolak bicara soal masa depannya sebagai pelatih interim dan hanya bilang akan fokus pada laga berikutnya melawan Athletic Bilbao.
Carlo Ancelotti yang hadir sebagai penonton VIP menyatakan dukungan penuh. “Álvaro butuh waktu. Tim sedang dalam fase transisi. Saya yakin dia bisa membawa perubahan,” kata Ancelotti.
Dampak Kekalahan ke Klasemen dan Semangat Tim
Kekalahan ini membuat Madrid tertahan di peringkat 3 dengan 39 poin dari 20 laga, tertinggal 9 poin dari Barcelona yang kokoh di puncak. Madrid juga tertinggal 3 poin dari Girona di peringkat 2. Hasil ini memperpanjang paceklik kemenangan Madrid menjadi 4 laga tanpa kemenangan di semua kompetisi.
Fans Madrid kecewa berat. Ribuan suporter meninggalkan Bernabéu sebelum peluit panjang berbunyi—sebagian bahkan terlihat menangis. Tagar #ArbeloaOut dan #MadridCrisis langsung trending di X dengan ratusan ribu tweet.
Analisis Taktik Arbeloa yang Gagal Total
Arbeloa mencoba mempertahankan formasi 4-3-3 favorit Ancelotti, tapi tanpa pressing tinggi dan transisi cepat. Lini tengah Madrid kalah duel hampir sepanjang laga. Barcelona mendominasi penguasaan bola 62 persen dan menciptakan 18 tembakan (9 on target). Madrid hanya 7 tembakan dengan 2 on target.
Kekalahan ini menunjukkan bahwa transisi dari Ancelotti ke Arbeloa tidak berjalan mulus. Tim butuh pelatih permanen dengan visi baru.
Reaksi Suporter dan Media
Fans Madrid sangat kecewa. Banyak yang meninggalkan stadion lebih awal dan terlihat marah. Media Spanyol seperti Marca dan AS menyebut debut Arbeloa sebagai “malam terburuk” dalam sejarah Madrid. “Debut mimpi buruk untuk Arbeloa,” tulis Marca di headline utama.
Di sisi lain, fans Barcelona merayakan kemenangan ini dengan gembira. Tagar #BarcaJuara dan #ElClasico2026 langsung trending global.
Kekalahan 0-3 ini jadi bukti bahwa Madrid sedang dalam krisis besar. Fans memasuki “gua” lebih awal—simbol kekecewaan mendalam.
Madrid butuh keajaiban untuk bangkit. Arbeloa debut buruk, tapi masih ada harapan.




