CEO Ripple Garlinghouse: Wall Street Perlahan Akui Blockchain

CEO Ripple Garlinghouse

Halo Jakarta – Brad Garlinghouse, CEO Ripple, melihat adanya titik balik penting dalam industri aset digital. Menurutnya, raksasa keuangan tradisional di Wall Street mulai serius merangkul teknologi blockchain. Ia yakin era di mana bank-bank besar AS hanya menjadi penonton akan segera berakhir.

Garlinghouse menyampaikan pandangannya ini di tengah perkembangan positif regulasi dan adopsi institusional. Ia secara khusus memuji CEO BlackRock, Larry Fink, sebagai salah satu pemimpin senior pertama yang terbuka mengakui nilai nyata teknologi blockchain.

Bacaan Lainnya

Pergeseran Sikap Wall Street Terhadap Teknologi Blockchain

Garlinghouse menyoroti perubahan sikap signifikan di kalangan keuangan tradisional. Selain BlackRock, ia juga melihat JPMorgan dan lembaga keuangan besar lainnya mulai lebih eksploratif terhadap aset digital.

“Saya akan memberikan pujian kepada Larry Fink dan BlackRock. Dia adalah salah satu pemimpin senior yang sangat dihormati pertama yang maju dan mengatakan tidak, saya melihat nilai nyata dalam teknologi ini,” ujar Garlinghouse.

Menurut Garlinghouse, hambatan utama yang selama ini dihadapi bank adalah kurangnya kepastian hukum. Oleh karena itu, ia sangat berharap Undang-Undang Clarity segera disahkan. Ia memperkirakan undang-undang tersebut akan ditandatangani akhir Mei 2026. Jika terealisasi, regulasi ini akan mendorong lebih banyak lembaga keuangan besar masuk ke industri kripto.

Pertumbuhan Stablecoin dan Efisiensi Transaksi Keuangan

Garlinghouse juga menekankan potensi besar stablecoin. Ia menyebut stablecoin sebagai “momen ChatGPT” dalam dunia keuangan karena mampu menyelesaikan transaksi dalam waktu satu menit, jauh lebih cepat dibandingkan sistem pembayaran tradisional yang memakan waktu 3–5 hari.

Tahun lalu, volume transaksi stablecoin mencapai USD 33 triliun. Angka ini menunjukkan minat institusional yang semakin meningkat, terutama didorong oleh tuntutan dewan direksi dan CFO yang menginginkan efisiensi lebih tinggi dalam memindahkan uang.

Langkah Ekspansi Global yang Dilakukan Ripple

Ripple terus memperkuat posisinya di pasar global. Perusahaan ini memiliki lebih dari 75 lisensi regulasi di berbagai negara. Baru-baru ini, Ripple berencana mengakuisisi BC Payments untuk mendapatkan lisensi AFSL di Australia guna memperluas Ripple Payments di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, Ripple juga telah mendapatkan persetujuan bersyarat sebagai bank kepercayaan nasional dari regulator AS. Sementara itu, stablecoin RLUSD milik Ripple telah mencapai kapitalisasi pasar USD 1,6 miliar dan menjalin kemitraan dengan LMAX Group untuk penggunaan institusional.

XRP sendiri saat ini merupakan aset kripto terbesar kelima di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 85,1 miliar.

Mengapa Pengakuan Wall Street Penting untuk Masa Depan Blockchain

Garlinghouse optimis bahwa dengan regulasi yang lebih jelas dan dukungan dari pemain besar Wall Street, industri blockchain akan mengalami pertumbuhan eksponensial. Bisnis inti Ripple pun sedang mengalami ledakan karena membangun infrastruktur untuk sistem keuangan baru ini.

Apakah Anda setuju bahwa Wall Street mulai serius mengadopsi blockchain? Bagaimana menurut Anda dampak Undang-Undang Clarity bagi pasar kripto di Indonesia? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!

Pos terkait