Bitcoin Berpotensi Tembus USD 76.000 jika Jalur Hormuz Normal

Bitcoin Berpotensi Tembus USD 76.000 jika Jalur Hormuz Normal

Halo Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatannya di tengah meredanya ketegangan geopolitik global. Setelah sempat melemah akibat lonjakan harga minyak, BTC kini rebound kuat dan berada di atas level USD 70.000, bahkan sempat mendekati USD 71.000. Analis memprediksi BTC berpotensi menguji level USD 74.000 hingga USD 76.000 jika jalur pengiriman energi seperti Selat Hormuz kembali normal.

Penurunan risiko geopolitik ini menjadi katalis utama. Trump mengumumkan jeda lima hari untuk serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang langsung menurunkan harga minyak Brent dari atas USD 112 per barel. Situasi ini meredakan kekhawatiran inflasi dan memberi ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin untuk rebound.

Bacaan Lainnya

Faktor Pendorong Rebound Bitcoin Saat Ini

Menurut analis dari Wintermute, “The macro ceiling has shifted. Trump’s five-day pause temporarily lowers the geopolitical risk premium in oil markets and resets positioning into the March 27 options expiry.”

Beberapa faktor pendukung kenaikan BTC:

  • Meredanya ketegangan di Timur Tengah mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan minyak.
  • The Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% dengan kebijakan ketat hingga 2026, namun pasar tetap optimis dengan kemungkinan pemangkasan di masa mendatang.
  • Ethereum juga menunjukkan ketahanan berkat imbal hasil staking yang kompetitif di suku bunga tinggi.
  • ETF Bitcoin tetap stabil meski sempat mengalami arus keluar dana sementara.

Sementara itu, emas mengalami penurunan lebih dari 10% dengan kinerja mingguan terburuk dalam 4 dekade, menunjukkan rotasi dana dari emas kembali ke aset berisiko termasuk Bitcoin.

Risiko yang Masih Mengintai

Meski rebound, analis mengingatkan bahwa risiko masih ada. Jika gangguan di Selat Hormuz kembali terjadi, harga minyak bisa melonjak lagi dan menekan Bitcoin ke level USD 60.000 di pertengahan tahun. Volume trading yang belum terlalu kuat juga menjadi sinyal bahwa rally ini masih rentan.

Prediksi Harga Bitcoin ke Depan

Jika jalur Hormuz dan pasokan energi kembali normal, Bitcoin berpotensi menguji resistance di USD 74.000 hingga USD 76.000 dalam waktu dekat. Di sisi lain, breakdown di bawah USD 68.000 bisa membuka peluang koreksi lebih dalam.

Bagi investor Indonesia, perkembangan ini penting karena fluktuasi harga minyak global langsung memengaruhi harga BBM domestik dan inflasi.

Apakah Bitcoin akan terus rebound menuju USD 76.000? Atau risiko geopolitik masih terlalu tinggi? Bagikan strategi dan prediksi harga BTC Anda di kolom komentar – momen ini bisa jadi penentu bagi portofolio kripto kita!

Pos terkait