Bos Strategy Michael Saylor: “Kita Sedang dalam Crypto Winter”

Halo Jakarta – Michael Saylor, pendiri dan chairman eksekutif MicroStrategy, kembali membuat pernyataan yang mengejutkan komunitas kripto. Dalam wawancara terbaru pada Februari 2026, Saylor menyatakan bahwa pasar kripto saat ini sedang memasuki fase “crypto winter” meskipun Bitcoin masih berada di level yang relatif tinggi dibandingkan siklus bear sebelumnya. Pernyataan ini langsung memicu diskusi panas di kalangan investor, karena Saylor selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung paling vokal dan bullish terhadap Bitcoin. Berikut isi lengkap pernyataan Saylor, konteks yang melatarinya, reaksi pasar, serta implikasi bagi investor jangka panjang.

Pernyataan Lengkap Michael Saylor

Dalam wawancara yang disiarkan secara langsung, Saylor mengatakan:

Bacaan Lainnya
  • “Kita sedang dalam crypto winter. Ini adalah musim dingin kripto yang baru. Volatilitas tetap tinggi, tapi ini bagian dari siklus normal.”
  • “Namun saya tetap yakin Bitcoin adalah aset terbaik untuk menyimpan nilai jangka panjang. Kami di MicroStrategy tidak akan menjual satu pun BTC.”
  • “Crypto winter bukan akhir dunia. Ini adalah waktu untuk akumulasi bagi mereka yang percaya pada fundamental.”

Saylor juga menekankan bahwa MicroStrategy tetap berkomitmen pada strategi hold forever dan terus mengakumulasi Bitcoin saat harga turun.

Konteks Pernyataan di Tengah Tekanan Pasar

Pernyataan ini muncul saat:

  • Harga Bitcoin masih berada di kisaran USD 58.000–62.000 setelah koreksi tajam dari puncak sebelumnya
  • Dominasi Bitcoin sempat turun di bawah 50% karena lonjakan kapitalisasi stablecoin
  • Banyak investor ritel mengalami floating loss besar setelah FOMO di akhir 2025
  • Pasar sedang mencari sinyal apakah ini koreksi sehat atau awal bear market baru

Saylor yang selama ini optimis justru menggunakan istilah “crypto winter” membuat pernyataan ini semakin menarik perhatian.

Reaksi Pasar & Komunitas Kripto

  • Harga BTC sempat turun tambahan 2–3% setelah pernyataan Saylor viral
  • Namun rebound cepat karena banyak yang melihat ini sebagai pengingat untuk hold jangka panjang
  • Komunitas ritel terbelah: sebagian khawatir, sebagian melihat ini sebagai sinyal beli di dip
  • Di Indonesia, grup Telegram dan forum lokal ramai membahas: “Kalau Saylor bilang winter, berarti masih ada ruang turun lagi—tapi juga waktu akumulasi.”

Volume trading BTC di exchange besar meningkat, menunjukkan minat beli kembali muncul.

Analisis Pengamat & Prediksi Jangka Pendek

Analis dari CryptoQuant menyatakan: “Pernyataan Saylor sering jadi katalisator psikologis. Meski dia bilang winter, strategi hold-nya justru menunjukkan keyakinan jangka panjang.”

Mike McGlone (Bloomberg Intelligence): “Crypto winter versi Saylor mungkin berbeda dari 2022. Ini lebih ke koreksi sehat dalam bull cycle yang lebih panjang.”

CoinBureau: “Jangan overreact. Saylor tetap hold dan bahkan akumulasi lebih banyak saat harga turun—itu sinyal yang lebih penting daripada kata ‘winter’.”

Strategi Investor di Tengah “Crypto Winter” Versi Saylor

Investor bisa ambil langkah bijak:

  • Gunakan Dollar Cost Averaging (DCA) di zona support saat ini
  • Hindari panic sell — kapitulasi ritel sering jadi bottom lokal
  • Pindah sebagian ke stablecoin jika butuh lindung nilai jangka pendek
  • Pantau inflow ETF & akumulasi whale — sinyal rebound biasanya muncul di fase ini
  • Hold BTC jangka panjang — fundamental tetap sangat kuat

Saylor Sebut Crypto Winter – Tapi Strategi Hold Tetap Tak Berubah

Pernyataan Michael Saylor bahwa pasar sedang dalam crypto winter memang mengejutkan, tapi sikapnya yang tetap hold dan bahkan siap akumulasi lebih banyak memberikan pesan kuat: volatilitas adalah bagian dari siklus, dan Bitcoin tetap aset jangka panjang terbaik menurutnya.

Saylor: “Kita sedang dalam crypto winter” – tapi MicroStrategy tak akan jual Bitcoin!

Pos terkait