ABG Loncat dari Jembatan Loji Bogor – Jenazah Ditemukan di Sungai Cisadane!

ABG Loncat dari Jembatan Loji Bogor

Halo Jakarta – Seorang remaja laki-laki berinisial MR (17 tahun) ditemukan tewas mengambang di Sungai Cisadane, Kabupaten Bogor, pada Kamis pagi 30 Januari 2026. Korban diduga nekat melompat dari Jembatan Loji, Cibinong, setelah sempat terlihat mondar-mandir di atas jembatan sebelum akhirnya terjun ke sungai. Penemuan jenazah ini langsung memicu duka mendalam di kalangan warga sekitar dan menjadi perhatian luas di media sosial. Berikut kronologi lengkap kejadian, proses evakuasi, fakta terbaru dari polisi, serta pesan penting untuk pencegahan bunuh diri di kalangan remaja.

Kronologi Tragedi di Jembatan Loji Cibinong

Kejadian bermula sekitar pukul 22.30 WIB malam Rabu (29/1/2026). Beberapa saksi mata melaporkan melihat seorang remaja laki-laki mondar-mandir di atas Jembatan Loji dengan tampak gelisah. Tak lama kemudian, korban langsung melompat ke sungai dari ketinggian sekitar 15–20 meter.

Bacaan Lainnya

Warga yang mendengar suara benturan segera melapor ke Polsek Cibinong dan BPBD Kabupaten Bogor. Tim SAR gabungan bersama relawan langsung melakukan pencarian sejak malam hingga dini hari. Pada pukul 05.45 WIB Kamis pagi, jenazah korban akhirnya ditemukan mengambang sekitar 1,5 km dari lokasi loncatan.

Proses Evakuasi & Kondisi Jenazah

Tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah dengan perahu karet dan segera membawanya ke RSUD Kabupaten Bogor untuk proses identifikasi dan otopsi. Keluarga korban yang datang ke lokasi langsung menangis histeris saat melihat jenazah anaknya. Polisi menyatakan korban tidak meninggalkan surat wasiat atau catatan apa pun.

Polres Bogor masih mendalami motif di balik aksi nekat tersebut. Dugaan sementara mengarah pada depresi atau tekanan psikologis yang dialami korban, namun keluarga dan pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi.

Respons Keluarga, Sekolah & Masyarakat Sekitar

Keluarga korban menyatakan sangat terkejut karena MR dikenal sebagai remaja pendiam dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda masalah berat. “Dia anak baik, rajin ke sekolah, tapi akhir-akhir ini sering diam dan murung,” kata salah satu kerabat.

Sekolah tempat MR bersekolah langsung menggelar konseling massal untuk siswa dan guru. Kepala sekolah menyatakan akan bekerja sama dengan psikolog untuk mencegah kejadian serupa terjadi pada siswa lain.

Masyarakat sekitar Jembatan Loji menunjukkan duka mendalam. Banyak warga membuat lingkaran doa di lokasi kejadian dan memasang spanduk berisi pesan pencegahan bunuh diri.

Pesan Penting: Jangan Abaikan Tanda-Tanda Depresi Remaja

Psikolog klinis dr. Rina Hidayati mengingatkan bahwa remaja sering menyembunyikan masalah emosional mereka. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai orang tua dan guru:

  • Perubahan suasana hati mendadak (menarik diri, mudah marah, atau terlalu ceria)
  • Penurunan prestasi sekolah atau hilang minat pada hobi
  • Gangguan tidur atau nafsu makan
  • Sering membicarakan kematian atau “ingin menghilang”

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera ajak bicara terbuka dan bawa ke psikolog atau konselor sekolah. Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes 119 ext. 8 atau Into The Light Indonesia bisa dihubungi kapan saja.

Tragedi Remaja di Jembatan Loji – Peringatan Keras bagi Semua

Kepergian MR meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat Bogor. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa kesehatan mental remaja harus jadi perhatian serius. Jangan abaikan tanda-tanda kecil—satu percakapan terkadang bisa menyelamatkan nyawa.

WNI ditahan di Norwegia usai kecelakaan tewaskan 2 lansia—kasus viral yang bikin diaspora Indonesia prihatin!

ABG nekat loncat dari Jembatan Loji, jenazah ditemukan di Sungai Cisadane—tragedi remaja yang bikin semua terkejut & berduka!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *