Halo Jakarta – Fase grup Liga Champions 2025/26 sudah memasuki matchday 6, dan nasib 4 tim sudah fix tersingkir meskipun masih menyisakan satu laga lagi. Keempat tim ini gagal total mengumpulkan poin cukup untuk lolos ke babak 16 besar, bahkan tidak mampu finis sebagai runner-up grup. Hasil ini langsung jadi sorotan karena mengejutkan, terutama bagi klub-klub yang dianggap favorit. Siapa saja keempat tim yang sudah pulang lebih awal, kronologi kegagalan mereka, dan apa implikasinya bagi kompetisi? Berikut ulasan lengkap.
4 Tim yang Sudah Pasti Tersingkir dari Liga Champions 2025/26
Berdasarkan hasil hingga matchday 5 (dan sebagian matchday 6), keempat tim ini sudah tidak mungkin lolos ke babak berikutnya:
- Shakhtar Donetsk (Grup A)
- Poin: 0 dari 5 laga
- Selisih gol: -12
- Sudah kalah dari Arsenal, PSV, dan Sporting CP. Meski menang di laga sisa, maksimal hanya 3 poin—tidak cukup untuk ke posisi 2.
- Braga (Grup B)
- Poin: 1 dari 5 laga
- Selisih gol: -9
- Hanya imbang sekali, kalah dari Real Madrid, RB Leipzig, dan Napoli. Poin maksimal 4—jauh dari zona lolos.
- Young Boys (Grup C)
- Poin: 2 dari 5 laga
- Selisih gol: -10
- Kalah telak dari Bayern Munich dan Aston Villa. Meski menang sisa, maksimal 5 poin—tidak mungkin kejar posisi 2.
- Dinamo Zagreb (Grup D)
- Poin: 3 dari 5 laga
- Selisih gol: -8
- Hanya menang sekali, kalah dari Manchester City dan Juventus. Poin maksimal 6—tetap tidak cukup untuk runner-up grup.
Keempat tim ini resmi tersingkir meski masih ada satu laga sisa. Mereka akan main hanya untuk gengsi dan catatan statistik.
Kronologi Kegagalan 4 Tim Ini di Fase Grup
Shakhtar Donetsk gagal total karena kesulitan adaptasi dengan intensitas Liga Champions dan kehilangan pemain kunci karena cedera. Braga tersingkir karena inkonsistensi di laga kandang dan away. Young Boys kewalahan menghadapi tim-tim besar Eropa dengan skuad yang lebih muda dan kurang pengalaman. Dinamo Zagreb kalah bersaing dengan Manchester City dan Juventus yang tampil sangat dominan.
Semua tim ini sebenarnya punya peluang di awal fase grup, tapi kegagalan memetik poin di laga krusial membuat mereka tersingkir lebih awal.
Dampak ke Klasemen dan Perebutan Tiket 16 Besar
Dengan 4 tim tersingkir dini, persaingan di Grup A, B, C, dan D semakin terbuka. Arsenal dan Real Madrid sudah aman sebagai juara grup, sementara tim seperti PSV, RB Leipzig, Bayern Munich, dan Juventus masih berebut runner-up.
Ini juga jadi pelajaran bagi klub-klub dari liga kecil bahwa Liga Champions bukan sekadar turnamen biasa—persiapan fisik, taktik, dan mental harus maksimal.
Reaksi Fans dan Media Eropa
Fans Shakhtar, Braga, Young Boys, dan Dinamo Zagreb kecewa berat. Banyak yang bilang, “Musim ini terlalu singkat.” Media Eropa seperti Marca dan L’Equipe menyoroti kegagalan tim underdog: “Liga Champions terlalu kejam bagi tim non-top.”
Fans tim besar seperti Arsenal dan Real Madrid senang karena peluang lawan lebih mudah di babak 16 besar.
Prospek 4 Tim Tersingkir di Kompetisi Lain
Meski tersingkir dari Liga Champions, keempat tim masih punya kompetisi lain:
- Shakhtar dan Dinamo Zagreb lanjut ke Europa League
- Braga dan Young Boys ke Conference League
Ini jadi kesempatan mereka selamatkan musim dengan trofi Eropa level kedua atau ketiga.
Kesimpulan: 4 Tim Sudah Pulang Cepat, Liga Champions Makin Panas!
Dengan 4 tim tersingkir meski masih ada satu laga sisa, Liga Champions 2025/26 semakin sengit dan penuh kejutan. Arsenal sempurna, Real Madrid pesta gol—persaingan menuju trofi semakin ketat.
4 tim sudah fix pulang—Liga Champions makin panas! Siapa juara musim ini menurutmu?
