Halo Jakarta – Pasar kripto memasuki fase bearish yang semakin dalam pada awal 2026. Data on-chain terbaru dari CryptoQuant mengungkap fakta mencolok: para whales – pemegang Bitcoin dalam jumlah besar – kini mendominasi aktivitas penjualan melalui deposit ke exchange.
Rasio Exchange Whale Ratio melonjak ke 0,64, level tertinggi sejak Oktober 2015. Artinya, 64% dari total inflow Bitcoin ke exchange berasal dari hanya 10 deposit terbesar setiap harinya. Dominasi ini menandakan tekanan jual terpusat dari investor kakap, bukan dari retail massal.
Dominasi Whales: Data On-Chain yang Mengkhawatirkan
CryptoQuant melaporkan bahwa ukuran rata-rata inflow Bitcoin ke exchange mencapai 1,58 BTC pada Februari 2026 – angka tertinggi sejak pertengahan 2022, masa puncak bear market sebelumnya.
Setelah koreksi tajam Bitcoin ke area $60.000 pada awal Februari, total inflow harian sempat melonjak hingga 60.000 BTC. Meskipun kemudian mereda ke rata-rata 7 hari sekitar 23.000 BTC, konsentrasi deposit tetap didominasi whales. Lonjakan inflow ini menunjukkan distribusi aset oleh pemegang besar, yang secara historis mendahului fase penurunan berkepanjangan.
Tekanan jual tidak berhenti di Bitcoin. Rata-rata deposit harian altcoin ke exchange meningkat 22% sejak awal 2026 dibandingkan kuartal IV 2025, mencapai sekitar 49.000 transaksi per hari. Distribusi altcoin masif ini memperburuk kondisi pasar secara keseluruhan.
Likuiditas Pasar Mengering: Stablecoin Inflow Anjlok Drastis
Faktor paling kritis adalah kontraksi likuiditas. Aliran masuk harian Tether (USDT) ke exchange merosot tajam dari puncak $616 juta pada November 2025 menjadi hanya sekitar $27 juta belakangan ini. Bahkan pada 25 Januari 2026, tercatat net outflow USDT sebesar $469 juta.
Penurunan ini menandakan minimnya dana segar masuk ke pasar. Tanpa likuiditas stabil dari stablecoin, kemampuan pasar untuk menyerap tekanan jual dari whales menjadi sangat terbatas. Hasilnya: struktur pasar rentan terhadap volatilitas ekstrem dan koreksi lebih dalam.
Implikasi Jangka Pendek dan Panjang untuk Investor
Kombinasi tiga elemen ini – dominasi penjualan whales, distribusi altcoin luas, dan likuiditas stablecoin yang menyusut – menciptakan kondisi berbahaya:
- Volatilitas tinggi: Pasar mudah terdorong ke bawah karena kurangnya pembeli signifikan untuk menyerap supply.
- Risiko koreksi lanjutan: Tekanan jual terpusat dari whales berpotensi memperpanjang tren bearish hingga likuiditas pulih.
- Peluang bagi holder jangka panjang: Jika inflow whales mulai mereda dan stablecoin kembali mengalir, fase akumulasi bisa muncul – tapi saat ini sinyalnya masih bearish dominan.
CryptoQuant menekankan bahwa fase penjualan paling tajam mungkin telah mereda setelah koreksi ke $60.000, tetapi level inflow secara keseluruhan tetap tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa distribusi masih berlangsung, meskipun intensitasnya sedikit berkurang.
Apa yang Harus Diwaspadai Selanjutnya?
Investor perlu memantau:
- Perkembangan Exchange Whale Ratio – jika tetap di atas 0,60, tekanan jual whales masih kuat.
- Aliran stablecoin – kembalinya inflow USDT di atas $200-300 juta harian bisa jadi sinyal recovery likuiditas.
- Pergerakan harga Bitcoin di sekitar support kunci ($60.000–$65.000) – break down bisa picu panic selling lebih luas.
Tren bearish saat ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan fase distribusi yang dipimpin whales di tengah likuiditas kering. Pasar kripto 2026 memasuki periode kritis: tanpa katalis positif yang kuat, volatilitas ekstrem kemungkinan besar akan berlanjut.
Apakah whales sedang menunggu bottom baru untuk akumulasi kembali? Atau tren bearish ini masih punya ruang turun lebih dalam? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar – insight dari komunitas bisa jadi kunci memahami arah pasar selanjutnya!
