Halo Jakarta – Persija Jakarta memasuki laga tandang paling menantang di pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 dengan keputusan tak biasa. Pelatih Mauricio Souza memilih meniadakan seluruh sesi latihan resmi di Ternate demi menjaga kondisi fisik para pemain setelah perjalanan melelahkan dan jadwal super padat.
Tim Macan Kemayoran tiba di Ternate pada Senin (23 Februari 2026) pagi setelah terbang dari Jakarta sejak pukul 02.30 dini hari. Pertandingan krusial melawan Malut United dijadwalkan Selasa (24 Februari) pukul 21.00 WIT (19.00 WIB) di Stadion Gelora Kie Raha. Hanya ada waktu singkat untuk recovery – dan Souza tak ingin mengambil risiko kelelahan berlebih.
Alasan Utama: Fisik Pemain Sudah Terkuras Habis
Mauricio Souza menjelaskan keputusan ini dengan tegas dan penuh keyakinan.
“Saya percaya 100 persen kepada pemain. Jadwal kami sangat padat – Jumat bertanding, Sabtu, Minggu sudah harus bersiap bermain lagi,” kata Souza dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan detail perjalanan yang brutal:
“Penerbangan kami berangkat dari Jakarta sekitar pukul 02.30 pagi, tiba di sini pukul 08.00 waktu lokal.”
Hanya empat hari setelah menjamu PSM Makassar di Jakarta International Stadium (kemenangan dramatis 2-1), Persija langsung terbang ke Maluku Utara. Perjalanan udara panjang ditambah jet lag waktu lokal dan iklim tropis Ternate membuat pemulihan menjadi prioritas utama. Souza memilih menginvestasikan waktu istirahat penuh daripada memaksakan latihan yang bisa memperburuk kebugaran.
Laga Krusial: Persija Tak Boleh Kehilangan Poin Lagi
Posisi Persija di papan atas klasemen sedang di ujung tanduk. Macan Kemayoran tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen (setelah memainkan satu laga lebih banyak dari Persib Bandung). Borneo FC Samarinda di peringkat ketiga hanya selisih satu angka – kekalahan di Ternate bisa membuat jarak semakin melebar.
Malut United, sebagai tuan rumah, punya rekor kandang yang cukup tangguh di musim ini. Stadion Gelora Kie Raha dikenal sebagai benteng sulit ditembus, terutama dengan dukungan suporter lokal yang membara. Persija harus tampil maksimal meski tanpa persiapan lapangan – mengandalkan kekompakan, pengalaman, dan strategi yang sudah matang dari latihan sebelumnya.
Souza tetap optimis. Ia yakin skuadnya mampu beradaptasi dengan kondisi tandang ekstrem ini. Keputusan istirahat total justru menjadi “senjata rahasia” untuk menjaga performa puncak di 90 menit pertandingan.
Tantangan Tandang: Perjalanan Jauh, Iklim Berbeda, dan Tekanan Hasil
Perjalanan Jakarta-Ternate bukan sekadar penerbangan biasa. Waktu tempuh panjang, transit, dan perbedaan waktu lokal menjadi beban tambahan. Ditambah lagi, cuaca tropis Maluku Utara yang lembab bisa menguras stamina lebih cepat dibandingkan iklim Jakarta.
Namun, Persija sudah terbiasa dengan tantangan serupa di musim-musim sebelumnya. Souza menekankan kepercayaan penuh pada pemain – tidak ada latihan bukan berarti tidak siap, melainkan strategi pintar untuk menghindari cedera dan kelelahan menumpuk.
Apa yang Diharapkan dari Laga Ini?
- Persija butuh minimal hasil imbang untuk menjaga momentum.
- Kemenangan akan memperlebar peluang tetap di jalur juara.
- Kekalahan bisa membuka celah bagi rival untuk menyalip.
Malut United tentu akan memanfaatkan kelelahan lawan. Tapi dengan skuad berpengalaman dan motivasi tinggi, Persija punya peluang besar membawa pulang tiga poin dari Ternate – meski tanpa satu pun sesi latihan di sana.
Laga ini bukan hanya soal taktik, tapi juga ketangguhan mental dan fisik. Mauricio Souza telah memilih jalur berani: istirahat total demi performa optimal. Apakah keputusan ini akan jadi kunci kemenangan, atau justru risiko yang terlalu besar?
Pantau langsung Selasa malam – siapa yang akan pulang dengan senyum lebar dari Stadion Gelora Kie Raha? Share prediksi dan dukunganmu untuk Macan Kemayoran di kolom komentar!




