Halo Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Presiden RI secara spontan melakukan peninjauan ke bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi kawasan dan mendengar aspirasi warga setempat terkait program penataan yang sedang berjalan.
Seskab tiba di lokasi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia langsung turun ke area bantaran rel yang selama ini dikenal sebagai kawasan kumuh. Di sana, ia berbincang dengan warga, melihat kondisi permukiman, dan menanyakan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Langsung Turun dan Dengar Keluhan Warga
Selama peninjauan, Seskab Presiden tampak sangat interaktif. Ia mendengarkan keluhan warga mengenai banjir, sanitasi, akses jalan, dan harapan mereka terhadap program penataan kawasan. Warga juga menyampaikan aspirasi agar penataan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, bukan hanya relokasi semata.
Seskab menegaskan bahwa pemerintah pusat sangat serius menangani kawasan kumuh di sekitar rel kereta api. Ia menyampaikan bahwa penataan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintahan untuk meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah padat penduduk.
“Kami datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Aspirasi warga sangat penting. Penataan harus dilakukan dengan cara yang manusiawi dan memberikan solusi jangka panjang,” ujar Seskab.
Konteks Penataan Kawasan Bantaran Rel Senen
Kawasan bantaran rel Senen selama ini menjadi perhatian karena padat penduduk dan rawan banjir. Pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta sedang menjalankan program penataan besar-besaran untuk mengubah kawasan ini menjadi lebih tertib, bersih, dan layak huni.
Program ini melibatkan relokasi warga yang tinggal di bantaran rel ke rumah susun atau hunian tetap lainnya, sekaligus memperbaiki drainase dan infrastruktur dasar. Seskab Presiden menekankan bahwa proses relokasi harus dilakukan dengan pendekatan persuasif dan memberikan alternatif yang layak bagi warga.
Harapan dan Respons Warga
Warga di sekitar bantaran rel Senen menyambut baik kunjungan mendadak Seskab. Mereka berharap penataan kawasan ini dapat segera terealisasi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Beberapa warga mengungkapkan harapan agar pemerintah tidak hanya fokus pada relokasi, tetapi juga memberikan solusi ekonomi bagi mereka yang terdampak.
Kunjungan spontan ini menunjukkan komitmen pemerintahan Prabowo untuk turun langsung ke lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pejabat lain untuk lebih dekat dengan rakyat.
Apakah Anda mendukung program penataan kawasan bantaran rel seperti di Senen? Bagaimana menurut Anda cara terbaik menangani kawasan kumuh di tengah kota besar? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!




