Serangan Balasan Kartel Narkoba Guncang Meksiko: Persiapan Piala Dunia 2026 Terancam

Serangan Balasan Kartel Narkoba Guncang Meksiko: Persiapan Piala Dunia 2026 Terancam

Halo Jakarta – Meksiko kembali terbakar kekerasan pasca-kematian Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, bos paling dicari dari Kartel Jalisco New Generation (CJNG). Operasi militer yang menewaskannya pada 23 Februari 2026 memicu gelombang balas dendam brutal: jalan raya diblokir, kendaraan dibakar, toko-toko dirusak, dan bentrokan bersenjata meluas ke setengah lusin negara bagian.

Lebih dari 70 orang tewas dalam bentrokan tersebut. Kekerasan ini langsung memicu kekhawatiran global terhadap persiapan Piala Dunia 2026 – turnamen bersama AS, Kanada, dan Meksiko yang akan digelar Juni-Juli 2026. Meksiko dijadwalkan host 13 pertandingan, termasuk laga pembuka di Stadion Azteca (Mexico City) dan empat laga di Estadio Akron (Guadalajara, Jalisco) – wilayah paling terdampak kekerasan CJNG.

Bacaan Lainnya

Kronologi Kekacauan Pasca-Kematian El Mencho

El Mencho tewas dalam baku tembak sengit di resor mewah Tapalpa, Jalisco. Setelah kabar kematiannya menyebar, anggota CJNG langsung beraksi: memblokir hampir 100 jalan raya utama, menyerang basis National Guard, membakar bus, mobil, dan toko-toko. Kekerasan meluas ke Jalisco (pusat operasi kartel) dan negara bagian sekitar, termasuk Michoacán.

Guadalajara – kota yang akan host empat laga Piala Dunia – menjadi salah satu titik panas. Estadio Akron, venue utama di sana, berada di kawasan yang kini berstatus red alert (tingkat keamanan tertinggi). Warga lokal seperti Maria Dolores Aguirre, pemilik toko kelontong di Tapalpa, mengungkapkan ketakutan:

“Bisnis kami sangat bergantung pada pariwisata. Kekerasan seperti ini bisa menghancurkan semuanya.”

Respons FIFA & Kekhawatiran Negara Lain

FIFA tetap optimis. Presiden Gianni Infantino menyatakan keyakinan penuh bahwa Meksiko aman dan turnamen akan berjalan spektakuler.

“Semuanya baik-baik saja. Ini akan jadi turnamen yang luar biasa,” kata Infantino kepada AFP.

Belum ada rencana memindahkan 13 pertandingan dari Meksiko. Namun, kekhawatiran muncul dari negara lain, terutama Jerman – yang tidak main di fase grup Meksiko tapi tetap prihatin atas keselamatan fans dan tim.

Christoph Ploss, Koordinator Industri Maritim dan Pariwisata Jerman:

“FIFA harus bekerja sama dengan pemerintah Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko untuk memastikan para penggemar tidak berada dalam bahaya dan negara tuan rumah mematuhi aturan keselamatan.”

Kementerian Luar Negeri Jerman memperbarui imbauan perjalanan: hindari wilayah terdampak dan tetap di dalam ruangan jika berada di Meksiko.

Dampak Jangka Pendek & Panjang bagi Piala Dunia 2026

Kekerasan ini menimbulkan risiko nyata:

  • Keamanan fans & tim: Turis internasional dan pendukung tim nasional bisa terjebak di zona konflik.
  • Logistik & persiapan: Blokade jalan dan ketegangan bisa hambat konstruksi venue, transportasi, dan latihan tim.
  • Ekonomi pariwisata: Jalisco bergantung pada event besar seperti Piala Dunia – kekerasan bisa turunkan kunjungan wisatawan.
  • Citra tuan rumah: Meksiko harus membuktikan kemampuan mengendalikan kartel sebelum Juni 2026.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan tidak ada risiko bagi pengunjung Piala Dunia. Namun, siklus kekerasan kartel yang berulang (sering regenerasi setelah pemimpin tewas) membuat banyak pihak skeptis.

Harapan & Tantangan ke Depan

Piala Dunia 2026 akan jadi yang terbesar sepanjang sejarah (48 tim, 104 laga). Meksiko punya pengalaman host 1970 & 1986 – tapi era kartel saat ini jauh lebih kompleks. FIFA & pemerintah Meksiko harus tingkatkan koordinasi keamanan, termasuk kerjasama dengan AS & Kanada.

Apakah kekerasan ini hanya gelombang sementara? Atau ancaman serius bagi kesuksesan turnamen? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar – isu ini menyangkut tidak hanya sepak bola, tapi keamanan global dan harapan jutaan fans dunia!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *