Rayakan Idul Fitri di Kantor PP Muhammadiyah, Suasana Salat Id Penuh Khidmat & Kebersamaan, Jadi Contoh Toleransi & Simpelnya Ibadah!

Rayakan Idul Fitri di Kantor PP Muhammadiyah

Halo Jakarta – Hari ini, 1 Syawal 1447 H / 19 Maret 2026, Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta kembali menggelar salat Idul Fitri secara sederhana namun penuh makna. Tak ada karpet merah, tak ada panggung megah, tak ada sound system mewah – hanya lapangan terbuka, sajadah sederhana, dan ribuan jamaah dari berbagai latar belakang yang berkumpul dalam satu takbir.

Suasana salat Id di PP Muhammadiyah selalu jadi contoh nyata: ibadah yang khusyuk tanpa embel-embel kemewahan. Ribuan warga Muhammadiyah, keluarga, tetangga, bahkan non-Muslim sekitar ikut meramaikan. Anak-anak kecil berlarian dengan baju baru, orang tua duduk tertib, dan takbir bergema menggema di udara pagi Yogyakarta yang sejuk.

Bacaan Lainnya

Momen Khidmat yang Bikin Hati Tenang

Salat Id dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir. Khutbah Id bertema “Idul Fitri: Kembali Fitrah, Bangun Peradaban Mulia” menyentuh hati jamaah. Haedar menekankan:

“Lebaran bukan hanya soal baju baru dan ketupat. Lebaran adalah momentum kembali fitrah, saling memaafkan, dan membangun peradaban mulia bersama. Mari jadikan Idul Fitri sebagai titik tolak untuk lebih baik, lebih peduli, dan lebih bersatu.”

Setelah salat, suasana berubah jadi kebersamaan hangat. Jamaah saling bersalaman, anak-anak berebut halal bihalal dengan orang tua, dan aroma kopi & kue kering khas Lebaran menyeruak dari tenda sederhana di samping lapangan.

Mengapa Salat Id Muhammadiyah Selalu Jadi Contoh?

  • Kesederhanaan – tidak ada kemewahan berlebih, fokus pada esensi ibadah & silaturahmi.
  • Inklusif – warga sekitar, non-Muslim, bahkan wisatawan boleh ikut tanpa syarat.
  • Toleransi – suasana damai dan saling menghormati terasa kuat.
  • Makna lebih dalam – khutbah selalu aktual, mengajak refleksi sosial & kebangsaan.

Banyak netizen yang hadir langsung bilang di media sosial: “Salat Id di PP Muhammadiyah selalu bikin hati adem. Tidak ribet, tapi penuh makna. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.”

Pesan Haedar Nashir untuk Seluruh Umat

Di akhir khutbah, Haedar berpesan:

“Mari rayakan Lebaran dengan hati yang bersih. Maafkan kesalahan, perkuat persaudaraan, dan terus berjuang untuk Indonesia yang lebih baik. Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat Idul Fitri 1447 H.”

Momen ini jadi pengingat: Lebaran bukan soal kemewahan, tapi soal hati yang kembali fitrah dan saling mengasihi.

Selamat Idul Fitri 1447 H! Mohon maaf lahir dan batin dari kami segenap tim. Bagikan momen Idul Fitri Anda tahun ini di kolom komentar – apakah Anda merayakan di masjid, kantor, atau rumah? Mari saling berbagi kebahagiaan Lebaran!

Pos terkait