Presiden FIFA Usul Aturan Keras: Pemain yang Menutup Mulut Saat Bertengkar Langsung Diusir

Presiden FIFA Usul Aturan Keras: Pemain yang Menutup Mulut Saat Bertengkar Langsung Diusir

Halo Jakarta – Presiden FIFA Gianni Infantino mengajukan usulan baru yang sangat tegas. Ia ingin setiap pemain yang menutup mulut dengan tangan saat bertengkar langsung menerima kartu merah. Usulan ini muncul karena banyak pemain menggunakan gerakan tersebut untuk menyembunyikan kata-kata rasis atau provokasi.

Gianni Infantino menyampaikan gagasan ini dalam rapat IFAB terbaru. Ia menjelaskan alasan utamanya dengan jelas. Gerakan menutup mulut sering menjadi cara untuk menghina lawan secara rasial tanpa terdeteksi. Oleh karena itu, FIFA ingin menghilangkan celah tersebut sepenuhnya.

Bacaan Lainnya

Alasan Utama Usulan Kartu Merah Langsung

Gianni Infantino menyoroti beberapa masalah serius. Pertama, gerakan menutup mulut mempersulit wasit dan VAR mendeteksi rasisme. Kedua, tindakan ini merusak citra sepak bola. Ketiga, FIFA sudah muak dengan provokasi terselubung yang terus berulang.

“Kami sudah muak dengan pemain yang menutup mulut lalu berbisik kata-kata rasis. Ini bukan lagi provokasi biasa. Ini bentuk rasisme terselubung yang merusak sepak bola. Jika mereka menutup mulut saat bertengkar, langsung kartu merah. Tidak ada toleransi,” tegas Infantino.

Ia juga menambahkan:

“Kita harus melindungi pemain, terutama pemain kulit berwarna yang sering menjadi korban. Aturan ini akan kita bahas di IFAB. Kami harapkan aturan ini bisa diterapkan secepat mungkin, bahkan di Piala Dunia 2026.”

Respons Dunia Sepak Bola: Dukungan dan Kritik Tajam

Usulan ini langsung memicu reaksi beragam dari berbagai pihak. Beberapa pihak mendukung dengan antusias. Mantan pemain Inggris Rio Ferdinand menyambut baik usulan tersebut.

“Ini langkah berani. Sudah saatnya FIFA tegas terhadap rasisme,” kata Rio Ferdinand.

Pemain seperti Marcus Rashford dan Raheem Sterling juga mendukung. Mereka pernah mengalami rasisme langsung di lapangan.

Namun, banyak pihak memberikan kritik keras. Jose Mourinho menyebut usulan ini terlalu ekstrem.

“Ini terlalu berlebihan. Bisa terjadi salah interpretasi. Tidak semua menutup mulut berarti rasis,” ujar Jose Mourinho.

Beberapa pemain juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka khawatir aturan ini membuat pertandingan menjadi terlalu kaku. Karena itu, IFAB akan membahas usulan ini pada Maret 2026. Jika disetujui, aturan bisa berlaku mulai musim 2026/2027 di kompetisi UEFA dan FIFA.

Dampak Jika Aturan Ini Benar-Benar Diterapkan

Aturan baru ini membawa dampak positif dan negatif. Di satu sisi, aturan ini dapat mengurangi rasisme terselubung di lapangan. Selain itu, aturan ini melindungi pemain minoritas dan meningkatkan citra sepak bola secara keseluruhan.

Di sisi lain, aturan ini berisiko memberikan kartu merah berlebihan. Wasit mungkin salah menilai situasi. Selain itu, pemain bisa memanfaatkan aturan ini untuk memprovokasi lawan. Mereka cukup menutup mulut untuk memancing kartu merah.

Usulan Infantino menunjukkan keseriusan FIFA dalam memerangi rasisme. Namun, banyak pihak ragu apakah aturan ini efektif atau justru membuat pertandingan menjadi kaku.

Apakah Anda setuju dengan usulan kartu merah langsung untuk pemain yang menutup mulut? Atau menurut Anda aturan ini terlalu berlebihan? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Debat ini sangat menentukan masa depan sepak bola!

Pos terkait