Halo Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan kedekatannya dengan tokoh agama dan masyarakat. Pada Rabu malam, 26 Maret 2026, Istana Negara menjadi saksi acara buka puasa bersama yang dihadiri ratusan ulama, pimpinan ormas Islam, serta tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Acara ini bukan sekadar jamuan makan. Ini adalah simbol kuat persatuan nasional di bulan suci Ramadhan. Prabowo ingin menegaskan bahwa pemerintahan yang ia pimpin tetap dekat dengan nilai-nilai keagamaan dan aspirasi rakyat. Suasana hangat langsung terasa sejak para tamu tiba – mulai dari saling sapa hingga doa bersama sebelum berbuka.
Rangkaian Acara yang Penuh Makna
Presiden Prabowo hadir sejak awal acara. Ia menyempatkan diri bersalaman dan berbincang langsung dengan para kiai, habib, serta ketua ormas besar seperti NU, Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar, Al Washliyah, dan Persis. Menu buka puasa sederhana tapi lengkap: kolak pisang, es buah, kurma, takjil pasar, hingga hidangan utama khas Nusantara.
Setelah azan Maghrib berkumandang, semua hadirin berbuka bersama. Doa dipimpin oleh salah satu kiai senior yang hadir. Usai berbuka, Prabowo menyampaikan sambutan singkat yang penuh haru.
“Di bulan Ramadhan ini, kita semua diajarkan untuk saling mengasihi, memaafkan, dan mempererat tali persaudaraan. Saya mengundang para ulama dan pimpinan ormas karena kalian adalah penerang umat dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Mari kita jaga persatuan Indonesia,” ujar Prabowo.
Beliau juga menegaskan komitmen pemerintahan untuk terus mendukung program keagamaan dan kesejahteraan umat.
“Pemerintah akan terus hadir untuk membantu program-program keagamaan, pendidikan pesantren, dan kegiatan sosial yang dilakukan ormas. Kita bangun Indonesia yang adil dan makmur bersama-sama.”
Tokoh yang Hadir & Pesan Kebersamaan
Acara ini dihadiri oleh puluhan tokoh agama dan ormas terkemuka, antara lain:
- Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
- Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir
- Pimpinan PP Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief
- Rais Aam PB Al Washliyah Prof Dr KH Muhammad Qorib
- Ketua Umum Persis KH Aceng Abdul Mujib
Para tokoh menyampaikan apresiasi atas undangan Presiden. Mereka menilai momen ini sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap peran ulama dan ormas dalam menjaga kerukunan bangsa.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak melupakan akar budaya dan agama bangsa. Kami siap mendukung program-program yang pro-rakyat dan pro-keumatan,” kata salah satu pimpinan ormas yang hadir.
Mengapa Acara Ini Penting di Tengah Situasi Nasional?
Ramadhan 2026 berlangsung di tengah berbagai tantangan nasional dan global. Acara buka puasa bersama ini menjadi simbol bahwa pemerintahan Prabowo ingin tetap dekat dengan rakyat dan tokoh agama. Undangan kepada ulama dan ormas lintas organisasi juga menunjukkan semangat inklusif dan kerukunan.
Bagi masyarakat, momen seperti ini memberikan harapan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga memperhatikan nilai-nilai spiritual dan sosial. Kehadiran Prabowo secara langsung, tanpa protokoler berlebihan, membuat suasana terasa akrab dan tulus.
Harapan ke Depan: Dialog Terus Berlanjut
Acara ini diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intens antara pemerintah dengan ulama serta ormas. Banyak yang berharap pertemuan serupa terus digelar secara rutin – tidak hanya saat Ramadhan, tapi juga di momen-momen penting lainnya.
Apakah langkah Prabowo ini akan memperkuat dukungan dari kalangan keagamaan? Atau hanya seremonial politik semata? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar – momen kebersamaan seperti ini selalu meninggalkan kesan mendalam bagi bangsa.




