Halo Jakarta – Di tengah gejolak Timur Tengah yang semakin memanas, Presiden Prabowo Subianto memilih momen buka puasa bersama untuk menyampaikan pesan damai yang kuat. Pada Rabu malam, 26 Maret 2026, Istana Negara menjadi tempat berkumpulnya ratusan ulama dan pimpinan ormas Islam dari berbagai latar belakang – NU, Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar, Al Washliyah, Persis, dan lainnya.
Acara buka puasa ini bukan sekadar jamuan rutin Ramadhan. Prabowo secara tegas membahas eskalasi konflik di Teluk Persia dan Laut Merah pasca-serangan Israel-AS ke Iran. Ia menekankan pentingnya dialog dan diplomasi untuk mencegah perang yang lebih besar – pesan yang langsung mendapat dukungan penuh dari para tokoh agama yang hadir.
Pesan Prabowo: Indonesia Siap Fasilitasi Perdamaian
Dalam sambutan singkat usai berbuka, Presiden Prabowo menyampaikan kekhawatiran mendalam atas situasi di Teluk.
“Kami sangat prihatin dengan eskalasi di Teluk. Perang tidak akan menyelesaikan apa pun – hanya akan menimbulkan penderitaan lebih besar bagi rakyat sipil di kedua belah pihak. Indonesia siap memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan kembali kondusif,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan komitmen Indonesia sebagai negara netral yang konsisten mendukung solusi damai.
“Kami tidak memihak pada kekerasan. Kami memihak pada perdamaian, kemanusiaan, dan kedaulatan setiap bangsa. Jika kedua pihak setuju, Indonesia siap menjadi jembatan dialog – bahkan saya sendiri siap terbang ke Teheran untuk mediasi.”
Ormas Islam Dukung Penuh Inisiatif Prabowo
Para pimpinan ormas yang hadir langsung memberikan dukungan penuh. Mereka menilai langkah Prabowo sebagai bentuk tanggung jawab besar negara Muslim terbesar di dunia.
- Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf: “Indonesia punya posisi unik. Kami dukung penuh upaya Presiden untuk mencegah perang lebih luas.”
- Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir: “Perdamaian adalah ajaran utama agama. Kami siap mendukung diplomasi aktif pemerintah.”
- Pimpinan PP Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief: “Ini saatnya umat Islam bersatu mendorong dialog, bukan kekerasan.”
Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Menu buka puasa sederhana namun lengkap – kolak, es buah, kurma, takjil pasar, hingga hidangan khas Nusantara – menjadi simbol kesederhanaan di tengah situasi dunia yang rumit.
Mengapa Pesan Prabowo Sangat Penting Saat Ini?
Konflik di Teluk Persia dan Laut Merah sedang berada di titik kritis:
- Harga minyak dunia melonjak tajam karena ancaman penutupan Selat Hormuz.
- Risiko perang nuklir meningkat setelah serangan ke fasilitas strategis Iran.
- Dampak ekonomi global: inflasi, pelemahan mata uang, dan ketidakpastian investasi.
Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dan importir minyak neto terkena imbas langsung. Harga BBM berpotensi naik, inflasi meningkat, dan rupiah tertekan. Di tengah situasi ini, pesan Prabowo menjadi harapan baru: diplomasi masih punya tempat, dan Indonesia siap memimpin upaya perdamaian.
Acara buka puasa ini bukan hanya simbol kebersamaan Ramadhan. Ini juga pesan politik kuat: Indonesia tidak akan diam melihat dunia menuju jurang perang – dan Prabowo siap ambil risiko untuk menjaga perdamaian.
Apakah langkah Prabowo akan berhasil membuka dialog? Atau eskalasi sudah terlalu jauh? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar – isu ini menyangkut masa depan perdamaian dunia dan stabilitas ekonomi kita sehari-hari.
