Persija Jakarta Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas PSM: Lapangan Buruk & VAR Mati Curi Perhatian!

Persija Jakarta Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas PSM

Halo Jakarta – Jakarta International Stadium kembali menjadi saksi pertarungan sengit di pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Persija Jakarta berhasil mengamankan tiga poin penting dengan mengalahkan PSM Makassar 2-1 pada Jumat malam, 20 Februari 2026.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin di papan klasemen. Ini adalah bukti ketangguhan Macan Kemayoran dalam beradaptasi dengan kondisi tak ideal, di tengah sorotan tajam terhadap kualitas lapangan dan absennya teknologi VAR yang seharusnya jadi penentu keadilan.

Bacaan Lainnya

Drama di Lapangan: Adaptasi Jadi Kunci Kemenangan

Persija tampil sebagai tim yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang jauh dari kata sempurna. Rumput yang kurang rata dan tidak mendukung permainan cepat membuat duel-duel fisik mendominasi sepanjang 90 menit.

Pelatih Persija Mauricio Souza mengakui hal itu secara jujur.

“Kondisi lapangan memang tidak menawarkan kualitas yang baik dan itu biasanya merugikan tim kami yang bermain cepat. Tapi hari ini juga merugikan lawan.”

Meski begitu, Persija berhasil memanfaatkan kesalahan fatal dari kubu lawan. Gol penentu kemenangan lahir dari blunder kiper PSM Reza Arya Pratama saat melakukan clearance bola. Maxwell Souza menyambar peluang itu dengan sundulan akurat, memastikan kemenangan 2-1 bagi tuan rumah.

PSM sendiri memulai laga dengan sangat impresif. Mereka menerapkan high pressing yang ketat, membuat Persija kesulitan membangun serangan di awal pertandingan.

Pelatih PSM Tomas Trucha menilai timnya bermain bagus di fase awal.

“Kami memulai pertandingan dengan baik dan mencoba menekan lebih tinggi. Mungkin mereka tidak mengharapkan itu, dan dalam beberapa momen tekanan tersebut bekerja dengan baik.”

Sayangnya, satu kesalahan kecil di lini belakang langsung dihukum berat. PSM harus pulang dengan tangan hampa meski sempat unggul dalam penguasaan dan intensitas.

VAR Mati Total: Kontroversi yang Membara

Sorotan terbesar bukan pada gol atau taktik, melainkan absennya VAR akibat masalah teknis. Kedua pelatih baru diberi tahu menjelang kick-off atau bahkan saat pemanasan, dan teknologi itu tak pernah aktif sepanjang laga.

Mauricio Souza menyayangkan hal ini, terutama setelah ia sendiri mendapat kartu kuning karena bereaksi terhadap keputusan offside yang lambat.

“Saya pikir sangat disayangkan tidak ada VAR. Dalam situasi yang meragukan, VAR bisa membantu mengklarifikasi.”

Sementara itu, Tomas Trucha lebih keras dalam kritiknya. Ia menekankan pentingnya konsistensi teknologi di liga profesional.

“Kami diinformasikan saat pemanasan bahwa VAR tidak aktif dan sedang diperbaiki… Jika VAR sudah digunakan di liga, maka seharusnya semua pertandingan setiap pekan menggunakan VAR. Ini penting untuk fair play.”

Ketiadaan VAR membuat beberapa keputusan wasit jadi perdebatan panas di pinggir lapangan. Banyak yang menilai ini merusak kemajuan sepak bola Indonesia, terutama di laga-laga besar seperti ini.

Persaingan Gelar Masih Terbuka Lebar

Kemenangan ini membuat Persija tetap hidup dalam persaingan juara. Poin-poin di papan atas masih sangat ketat, dan masih banyak pertandingan tersisa.

Mauricio Souza optimis dengan skuadnya.

“Kami tidak mengontrol tim lain. Kami fokus pada Persija. Kami percaya dengan tim ini, kami masih hidup di kompetisi dan masih banyak pertandingan tersisa. Semua bisa terjadi.”

Di sisi lain, Tomas Trucha kecewa karena PSM sebenarnya berpeluang minimal meraih satu poin.

“Para pemain tentu kecewa karena kami punya peluang minimal untuk mendapatkan satu poin. Sepak bola soal memaksimalkan peluang. Kami melakukan satu kesalahan dan langsung dihukum.”

Mengapa Laga Ini Penting untuk Liga Indonesia?

Pertandingan ini menjadi cermin bagi pengelola liga: kualitas infrastruktur stadion dan konsistensi teknologi VAR harus ditingkatkan. Lapangan buruk dan VAR mati bukan hanya soal satu laga, tapi bisa memengaruhi kepercayaan suporter dan kredibilitas kompetisi secara keseluruhan.

Persija berhasil menjaga keangkeran JIS sebagai benteng kokoh, tapi PSM membuktikan bahwa mereka adalah lawan tangguh yang siap menekan kapan saja.

Kedua tim kini bersiap untuk laga berikutnya, sementara liga terus berputar dengan drama yang tak pernah habis.

Apa pendapatmu soal VAR mati di laga besar seperti ini? Apakah lapangan JIS sudah layak untuk standar Super League? Share di kolom komentar!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *