Halo Jakarta – Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan penting 2-0 atas Madura United dalam laga pekan ke-22 BRI Liga 1 2025/26 pada Jumat malam, 23 Januari 2026, di Stadion Gelora Bung Karno. Dua gol penalti dari Gustavo Almeida dan Maxwell memastikan tiga poin penuh bagi Macan Kemayoran. Hasil ini membawa Persija naik ke peringkat 5 klasemen dengan 35 poin, sementara Madura United tetap tertahan di zona bawah. Berikut kronologi gol, performa kunci pemain, komentar pelatih, serta dampak ke klasemen dan semangat tim.
Dua Gol Penalti yang Jadi Penentu Kemenangan Persija
Laga berjalan sengit sejak menit awal. Persija mendominasi penguasaan bola, tapi Madura United tampil disiplin di lini belakang. Gol pertama datang pada menit ke-32 melalui titik putih. Gustavo Almeida maju sebagai eksekutor dan sukses mengecoh kiper Madura United—1-0.
Babak kedua masih milik Persija. Pada menit ke-68, Maxwell mendapat hadiah penalti setelah dilanggar di kotak penalti. Maxwell sendiri yang maju dan tidak menyia-nyiakan kesempatan—2-0 final. Madura United berusaha bangkit, tapi pertahanan Persija yang dikawal Ondrej Kudela dan Rizky Ridho tampil sangat solid.
Performa Pemain Kunci yang Menentukan Kemenangan
Gustavo Almeida jadi man of the match dengan 1 gol penalti, 3 key passes, dan rating 8.7. Maxwell juga tampil tajam dengan gol penalti dan kerja keras di kotak penalti. Di lini tengah, Thom Haye mengontrol permainan dengan 92% akurasi umpan. Lini belakang Persija tampil tanpa cela, tidak kebobolan meski Madura United ciptakan 8 tembakan.
Di kubu Madura United, kiper terbaik mereka, Joko Sasongko, selamatkan 5 tembakan berbahaya, tapi tidak bisa cegah dua gol dari titik putih.
Komentar Pelatih yang Penuh Kepuasan
Pelatih Persija, Mauricio Souza, sangat puas dengan hasil ini. “Kami main dengan disiplin dan sabar. Dua gol dari penalti jadi penentu, tapi tim secara keseluruhan tampil bagus. Kemenangan ini sangat penting untuk moral,” kata Souza di konferensi pers pasca-laga.
Pelatih Madura United, Imran Nahumarury, mengakui keunggulan Persija. “Kami kalah di momen krusial. Penalti jadi penentu. Kami akan evaluasi dan kembali lebih kuat di laga berikutnya,” ujar Imran.
Dampak Kemenangan ke Klasemen dan Semangat Tim
Kemenangan ini membawa Persija naik ke peringkat 5 klasemen dengan 35 poin dari 22 laga. Mereka kini hanya terpaut 5 poin dari zona AFC. Madura United tetap di peringkat 14 dengan 24 poin dan harus bekerja keras untuk keluar dari zona degradasi.
Semangat tim Persija langsung naik. Para pemain dan suporter merayakan kemenangan ini dengan koreografi megah di tribun utama GBK. Atmosfer stadion begitu membara meskipun tanpa kehadiran suporter away Madura United.
Analisis Taktik Kedua Pelatih
Mauricio Souza menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan pressing tinggi di sepertiga lapangan lawan. Ini membuat Madura United kesulitan membangun serangan dari belakang. Setelah unggul 1-0, Persija beralih ke strategi bertahan sambil memanfaatkan serangan balik. Taktik ini sangat efektif karena Madura United kehilangan ritme setelah kebobolan kedua.
Imran Nahumarury memilih 4-3-3 dengan fokus serangan balik melalui kecepatan pemain sayap. Namun setelah tertinggal 2-0, timnya bermain lebih terbuka tapi malah kebobolan lagi.
Reaksi Suporter dan Media
Suporter Persija memenuhi GBK dengan koreografi bertema “Macan Kemayoran Bangkit”. Setelah kemenangan, ribuan suporter bertahan di stadion hingga larut malam untuk merayakan. Tagar #PersijaMenang dan #MacanKemayoran langsung trending di X.
Media nasional seperti Bola.com dan Liputan6 memuji performa Persija. “Persija tampil dewasa di bawah tekanan,” tulis Bola.com. Sementara itu, media pendukung Madura United seperti MaduraPost menyebut kekalahan ini sebagai “pelajaran berharga”.
Kemenangan 2-0 ini jadi bukti Persija semakin matang. Laga krusial kali ini akan dikenang sebagai salah satu kemenangan penting musim ini.
Persija menang 2-0 atas Madura United—dua gol penalti bikin Macan Kemayoran menggigit keras.




