Halo Jakarta – Persija Jakarta kembali menjadi sorotan di ajang BRI Super League musim 2025/2026. Kali ini, perhatian tertuju pada masalah disiplin pemain yang berulang, terutama akibat kartu merah.
Pelatih Mauricio Souza menilai kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Ia menegaskan bahwa tim harus menunjukkan kedewasaan saat bertanding agar tidak merugikan diri sendiri.
Kartu Merah Jadi Masalah Serius di Tubuh Tim
Persija tercatat sebagai salah satu tim dengan jumlah kartu merah cukup tinggi musim ini. Situasi tersebut membuat tim kerap harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit di lapangan.
Kondisi ini jelas berdampak pada performa tim. Dalam beberapa pertandingan, momentum yang sudah dibangun akhirnya hilang karena pemain harus keluar lebih cepat dari lapangan.
Masalah disiplin ini juga menunjukkan bahwa kontrol emosi pemain masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim ibu kota.
Mauricio Souza Minta Pemain Lebih Dewasa
Mauricio Souza menekankan pentingnya sikap profesional di dalam pertandingan. Ia meminta para pemain untuk lebih tenang dan tidak mudah terpancing emosi.
Menurutnya, kartu merah bukan hanya merugikan individu, tetapi juga memengaruhi hasil akhir tim. Bermain dengan 10 orang membuat strategi sulit dijalankan secara maksimal.
Ia berharap para pemain bisa belajar dari kesalahan sebelumnya dan tidak mengulang pola yang sama di laga berikutnya.
Dampak Langsung ke Performa Tim
Seringnya kehilangan pemain di tengah pertandingan membuat Persija kesulitan menjaga konsistensi permainan. Situasi ini bahkan bisa mengubah hasil akhir pertandingan secara signifikan.
Dalam kompetisi seketat BRI Super League, setiap kesalahan kecil dapat berdampak besar pada posisi klasemen. Persaingan yang ketat menuntut setiap tim tampil disiplin dan fokus sepanjang laga.
Tantangan Persija untuk Tetap Kompetitif
Persija masih memiliki peluang untuk bersaing di papan atas. Namun, masalah disiplin harus segera dibenahi jika ingin menjaga konsistensi performa.
Dengan jadwal kompetisi yang panjang dan tekanan tinggi di setiap pertandingan, kedewasaan pemain menjadi kunci utama. Tanpa perbaikan dalam aspek ini, potensi tim sulit berkembang secara maksimal.
Perubahan sikap di lapangan bisa menjadi pembeda antara tim yang sekadar bersaing dan tim yang benar-benar siap meraih hasil terbaik di akhir musim.
