Permukiman Padat Penduduk di Grogol Petamburan Jakbar Kebakaran

Permukiman Padat Penduduk di Grogol Petamburan Jakbar Kebakaran

Halo Jakarta – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan KS Tubun, RT 03/RW 03, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Selasa malam 16 Desember 2025. Api mulai terlihat sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung menyebar cepat karena rumah-rumah terbuat dari material mudah terbakar seperti kayu dan semi permanen. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta kirim 25 unit truk pemadam dan 125 petugas. Api baru berhasil dipadamkan pukul 22.30 WIB setelah 3 jam perjuangan. Tidak ada korban jiwa, tapi ratusan warga kehilangan tempat tinggal. Apa kronologi lengkap, penyebab dugaan, dampak, dan respons pemerintah? Berikut ulasan mendalamnya.

Kronologi Kebakaran yang Terjadi Saat Malam Hari

Malam itu warga sedang santai setelah makan malam. Tiba-tiba terdengar teriakan “api” dari salah satu rumah di gang sempit RT 03. Saksi mata, Bu Sari (45), ceritakan ia lihat asap hitam keluar dari rumah kontrakan di ujung gang. “Awalnya cuma asap kecil dari dapur, tapi tiba-tiba nyala besar dan langsung menyambar rumah sebelah,” katanya. Api menyebar cepat karena rumah-rumah berhimpitan, jarak antar bangunan cuma 1-2 meter. Angin kencang malam itu tambah bikin api melompat ke atap seng dan kayu.

Bacaan Lainnya

Pukul 19.45 WIB, warga sudah panik evakuasi barang berharga. Anak-anak menangis, lansia dibantu keluar gang. Petugas damkar tiba 15 menit kemudian, tapi akses sulit karena gang sempit dan mobil parkir sembarangan. Petugas pakai selang manual dan tangga untuk jangkau titik api. Pukul 20.30 WIB, api sudah capai 50 rumah. Asap pekat naik tinggi, terlihat dari jalan raya KS Tubun. Pukul 21.30 WIB, api mulai terkendali di sisi barat. Akhirnya pukul 22.30 WIB, api padam total. Total 120 rumah terbakar, 350 KK (1.200 jiwa) terdampak.

Penyebab Dugaan Korsleting Listrik dari Rumah Kontrakan

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan bilang dugaan awal korsleting listrik di salah satu rumah kontrakan. “Api mulai dari lantai 1 gudang kecil yang simpan barang elektronik bekas,” katanya. Saksi lain sebut penghuni rumah itu sering pakai kabel tambahan untuk charger HP dan kompor listrik. Instalasi listrik tua di permukiman padat jadi faktor utama. Gang sempit bikin kabel listrik bergelantungan dan mudah korslet saat hujan atau beban berlebih.

Ini bukan pertama kali Grogol Petamburan kebakaran. Tahun 2023, kebakaran serupa tewaskan 2 orang karena korsleting. Permukiman padat dengan 5.000 jiwa per hektar bikin risiko tinggi. Material rumah kayu dan seng tambah cepat api menyebar.

Respons Darurat yang Cepat dari Pemadam dan Relawan

Dinas Gulkarmat kirim 25 unit truk dan 125 petugas dari 5 posko terdekat. Mereka pakai 3 hydrant umum dan pompa portable karena akses sulit. Relawan PMI dan Tagana bantu evakuasi lansia dan anak-anak. Polsek Grogol Petamburan jaga perimeter agar tak ada pencurian. Pukul 23.00 WIB, posko darurat didirikan di masjid terdekat. Warga dapat makanan, selimut, dan tenda pengungsian.

Gubernur DKI Pramono Anung langsung instruksikan bantuan cepat. “Kami prioritaskan korban kebakaran dengan santunan dan relokasi sementara,” katanya. Dinas Sosial siapkan Rp 15 juta per KK untuk santunan awal.

Dampak Luas yang Dialami Warga Grogol Petamburan

Kebakaran ini hancurkan 120 rumah dan 5 warung. Kerugian materi capai Rp 20 miliar. Ratusan warga kehilangan KTP, akta, dan barang berharga. Anak sekolah kehilangan seragam dan buku. Dampak psikologis berat: banyak warga trauma dan takut tidur malam. Lansia seperti Pak Haji (70) bilang, “Rumah habis, tinggal baju di badan.”

Evakuasi darurat pindahkan 350 KK ke tenda dan masjid. PMI siapkan dapur umum untuk 1.000 porsi sehari. Listrik dan air mati di area terdampak, PLN dan PAM langsung perbaiki.

Upaya Pemulihan dan Bantuan dari Pemerintah

Pemprov DKI janji bantu bangun ulang. Program Bedah Rumah targetkan 120 unit baru dalam 6 bulan. Santunan Rp 15 juta per KK untuk beli barang dasar. Kementerian Sosial kirim bantuan logistik nasional. Relawan dari berbagai LSM seperti ACT dan Baznas bantu distribusi.

Pramono Anung rencanakan relokasi permanen ke rusunawa terdekat. “Kami tak ingin warga kembali ke permukiman rawan,” katanya. Audit instalasi listrik di Grogol Petamburan langsung jalan untuk cegah kebakaran susulan.

Pelajaran dari Kebakaran Permukiman Padat

Kebakaran ini jadi pengingat bahaya permukiman padat di Jakarta. Gang sempit, instalasi listrik tua, dan material mudah terbakar jadi kombinasi mematikan. Pemprov DKI harus tegas relokasi warga rawan ke rusun. Edukasi APAR rumah tangga dan larang kabel tambahan penting. Komunitas RT/RW harus aktif drill kebakaran.

Tragedi ini pilu, tapi jadi momentum perbaikan. Warga Grogol Petamburan butuh dukungan kita semua.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *