Penjualan Motor di RI Tahun 2025 Naik Tembus 6,4 Juta Unit

Penjualan Motor di RI Tahun 2025

Halo Jakarta – Penjualan motor nasional di Indonesia pada tahun 2025 mencatat kenaikan signifikan. Total unit terjual mencapai 6,4 juta unit, naik 8,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya 5,9 juta unit. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan performa ini jadi yang terbaik sejak pandemi. Honda masih kuasai pasar dengan pangsa 74,5 persen, diikuti Yamaha 18,2 persen, dan sisanya dibagi Suzuki, Kawasaki, serta merek China. Lonjakan ini didorong pemulihan ekonomi pasca-pandemi, program subsidi listrik, dan tren motor listrik yang mulai diterima masyarakat. Apa faktor pendorong, kontribusi merek, tren motor listrik, dan prospek 2026? Berikut ulasan lengkap.

Pertumbuhan Penjualan yang Konsisten Sepanjang Tahun

Penjualan motor nasional mulai pulih sejak pertengahan 2024. Januari hingga Maret 2025 rata-rata 480 ribu unit per bulan. Angka ini naik tajam pada kuartal II hingga IV. Puncak terjadi di bulan November dengan 620 ribu unit terjual—tertinggi sepanjang tahun. Desember ditutup dengan 610 ribu unit meski ada libur Natal dan Tahun Baru. Total 6,4 juta unit ini melampaui target AISI 6 juta unit.

Bacaan Lainnya

Kenaikan ini didorong beberapa faktor utama. Pertama, daya beli masyarakat pulih setelah inflasi terkendali. Kedua, program subsidi motor listrik dari pemerintah beri dorongan besar. Ketiga, harga bahan bakar stabil bikin motor jadi transportasi utama. Keempat, banyak promo dari pabrikan seperti DP nol rupiah dan cicilan ringan.

Dominasi Honda yang Masih Sulit Digoyahkan

Honda tetap raja pasar dengan pangsa 74,5 persen. Total unit terjual 4,77 juta unit, naik 9,2 persen dari tahun sebelumnya. Model terlaris tetap Honda Beat dengan 2,1 juta unit, diikuti Vario 1,4 juta unit, dan Scoopy 800 ribu unit. Honda juga unggul di segmen sport dengan CBR150R dan CB150R yang laris di kalangan anak muda.

Yamaha posisi kedua dengan 1,16 juta unit atau pangsa 18,2 persen. Naik 7,8 persen dari tahun sebelumnya. Mio M3 dan NMAX jadi kontributor terbesar. Suzuki, Kawasaki, dan merek China seperti Gesits serta Viar ambil sisanya dengan total 8,3 persen.

Lonjakan Penjualan Motor Listrik yang Mencengangkan

Motor listrik jadi bintang tahun 2025. Penjualan melonjak 120 persen dibanding 2024. Total unit terjual 150 ribu unit, naik dari 68 ribu unit tahun lalu. Program subsidi pemerintah Rp 7 juta per unit bikin harga kompetitif. Gesits G1 jadi motor listrik terlaris dengan 45 ribu unit. Viar Q1 dan United T180 juga laris. Honda mulai masuk dengan EM1 e yang rilis akhir 2025.

Subsidi ini bikin harga motor listrik turun hingga 40 persen. Konsumen mulai beralih karena biaya operasional rendah dan ramah lingkungan. Baterai swap station juga bertambah di Jabodetabek dan Jawa Tengah.

Faktor Ekonomi dan Kebijakan yang Dorong Penjualan

Pemulihan ekonomi jadi pendorong utama. Inflasi turun ke 3,2 persen, suku bunga BI stabil di 6 persen, dan daya beli masyarakat naik. Program KUR dan kredit motor DP nol rupiah dari bank bantu banyak orang beli motor baru. Pemerintah juga dorong motor listrik untuk kurangi emisi dan ketergantungan BBM.

Tren motor matic tetap dominan dengan 85 persen pangsa pasar. Motor bebek turun ke 10 persen, sport 5 persen. Ini sesuai kebutuhan masyarakat urban yang butuh motor praktis.

Prospek Penjualan Motor di Tahun 2026

AISI target penjualan 6,8 juta unit di 2026. Pertumbuhan 6 persen dari 2025. Faktor pendukung: pemulihan ekonomi terus, subsidi motor listrik diperpanjang, dan harga BBM stabil. Tantangan: persaingan ketat dari merek China dan tren motor listrik yang makin murah.

Honda rencana luncurkan 2 model baru listrik. Yamaha siapkan XMAX listrik. Suzuki fokus NEX II. Merek China seperti Viar dan United siapkan produk kompetitif.

Dampak Sosial dan Lingkungan dari Lonjakan Penjualan

Penjualan motor tinggi bantu mobilitas masyarakat. Banyak pekerja informal pakai motor untuk cari nafkah. Namun polusi udara jadi tantangan. Motor listrik jadi solusi. Pemerintah target 20 persen motor baru listrik pada 2030.

Tahun 2025 jadi bukti pasar motor Indonesia masih kuat. Penjualan 6,4 juta unit tunjukkan daya beli pulih dan kebutuhan transportasi tinggi.

Pos terkait