Pendiri Wikipedia Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh di Bawah USD 10.000

Pendiri Wikipedia Prediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh di Bawah USD 10.000

Halo Jakarta – Pasar kripto kembali dihebohkan oleh pernyataan mengejutkan dari Jimmy Wales, pendiri Wikipedia. Dalam wawancara eksklusif, ia memprediksi harga Bitcoin (BTC) berpotensi anjlok di bawah USD 10.000 – level yang belum terlihat sejak masa bear market 2022–2023.

Pernyataan ini datang di saat BTC masih berfluktuasi di kisaran USD 50.000–60.000 pasca-rally besar 2025. Bagi sebagian investor, ini adalah peringatan keras. Bagi yang lain, ini hanya opini dari “orang luar” yang tidak paham fundamental kripto. Mana yang benar? Mari kita bedah argumen Wales dan implikasinya bagi pasar 2026.

Bacaan Lainnya

Mengapa Jimmy Wales Begitu Bearish terhadap Bitcoin?

Wales tidak menyerang Bitcoin secara personal. Ia menyoroti tiga masalah utama yang menurutnya membuat BTC rentan terhadap penurunan ekstrem:

  1. Volatilitas ekstrem: Harga BTC sering bergerak 20–50% dalam hitungan minggu. Wales menyebut ini “spekulasi murni”, bukan nilai aset yang stabil.
  2. Kurangnya nilai intrinsik: Tidak seperti emas (industrial use) atau saham (dividen & profit perusahaan), Bitcoin tidak menghasilkan cash flow. Nilainya murni ditentukan oleh permintaan & sentimen pasar.
  3. Spekulasi liar & FOMO: Banyak investor masuk karena takut ketinggalan (fear of missing out), bukan karena pemahaman teknologi atau use case.

“Bitcoin sangat bergantung pada spekulasi. Jika sentimen berbalik, harganya bisa jatuh sangat dalam – bahkan di bawah USD 10.000 bukan hal yang mustahil,” ujar Jimmy Wales.

Ia juga membandingkan kripto dengan gelembung dot-com tahun 2000: banyak aset naik tinggi karena hype, tapi akhirnya runtuh ketika realitas tidak sesuai ekspektasi.

Konteks Pasar Saat Ini: Apakah Prediksi Ini Realistis?

Pada akhir Februari 2026, Bitcoin memang sedang dalam fase konsolidasi pasca-rally besar 2025. Beberapa faktor mendukung pandangan bearish Wales:

  • Outflow besar dari ETF Bitcoin di Q4 2025 (terutama dari hedge funds).
  • Tekanan regulasi dari AS (surat Senator Warren, potensi pajak lebih tinggi).
  • Rotasi aset institusi ke instrumen tradisional (emas, obligasi) karena suku bunga tinggi.
  • Dominasi spekulasi ritel yang rentan panic selling.

Namun, ada argumen kuat dari kubu bullish:

  • Adopsi institusi terus meningkat (BlackRock, Fidelity, sovereign funds).
  • Halving effect masih berpengaruh (supply shock).
  • Bitcoin semakin dilihat sebagai “digital gold” di tengah inflasi global.

Jika BTC benar-benar jatuh di bawah USD 10.000, itu berarti penurunan >80% dari puncak 2025 – skenario yang ekstrem tapi pernah terjadi (2018 & 2022).

Implikasi untuk Investor: Haruskah Panik atau Akumulasi?

Pernyataan Wales bukan sekadar opini – ini pengingat bahwa kripto masih sangat spekulatif. Bagi investor jangka pendek, volatilitas seperti ini bisa jadi mimpi buruk. Bagi holder jangka panjang, ini justru peluang akumulasi di harga rendah.

Strategi yang bisa dipertimbangkan:

  • Diversifikasi portofolio (jangan all-in BTC).
  • Gunakan dollar-cost averaging (DCA) untuk masuk bertahap.
  • Pantau support kunci: USD 40.000, USD 30.000, USD 20.000 – jika tembus, risiko capitulation meningkat.
  • Perhatikan regulasi AS – kebijakan Fed & Treasury tetap jadi katalis utama.

Prediksi Wales mungkin benar, mungkin juga meleset. Yang pasti: kripto bukan investasi untuk orang yang takut volatilitas. Ini aset untuk mereka yang percaya pada visi jangka panjang.

Apakah Anda setuju Bitcoin bisa jatuh di bawah USD 10.000? Atau ini hanya opini skeptis dari “orang luar”? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar – prediksi harga BTC akhir 2026 menurut Anda berapa?

Pos terkait