Halo Jakarta – Sidang paripurna DPR RI hari ini mengesahkan Tommy Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031. Putra sulung mantan Presiden Soeharto ini terpilih dengan suara bulat setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI. Penetapan ini langsung menjadi perbincangan hangat karena latar belakang politik dan bisnis keluarganya yang cukup panjang. Berikut profil Tommy, proses pemilihan, alasan DPR memilihnya, serta dampaknya bagi kebijakan moneter ke depan.
Profil Tommy Djiwandono: Dari Dunia Bisnis Menuju Kursi Deputi Gubernur BI
Tommy Djiwandono lahir pada 15 September 1984 di Jakarta. Ia merupakan putra sulung Tommy Soeharto dan Ardhia Pramesti Regita Cahyani. Sebelum masuk dunia publik, Tommy aktif mengelola bisnis properti, pertambangan, dan investasi melalui beberapa perusahaan keluarga. Selain itu, ia dikenal sebagai pengusaha muda yang dekat dengan kalangan milenial dan komunitas startup.
Tommy memiliki pengalaman relevan yang cukup kuat, antara lain:
- Menjabat sebagai komisaris di beberapa BUMN dan perusahaan swasta
- Terlibat aktif di dunia keuangan digital serta fintech melalui investasi pribadi
- Memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen dari universitas ternama
Karena pengalaman tersebut, Tommy terpilih dari tiga calon yang diajukan Presiden Prabowo Subianto ke DPR. Ia berhasil mengungguli dua nama lain melalui voting tertutup di Komisi XI.
Proses Pemilihan di DPR Berlangsung Aklamasi
Komisi XI DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Tommy pada 22 Januari 2026. Dalam sesi tersebut, Tommy menjawab berbagai pertanyaan tentang kebijakan moneter, stabilitas rupiah, pengendalian inflasi, dan digitalisasi sistem pembayaran dengan sangat baik.
Kemudian pada sidang paripurna 24 Januari 2026, Ketua DPR Puan Maharani memimpin pengesahan. Tommy terpilih secara aklamasi setelah semua fraksi menyatakan setuju. “Tommy Djiwandono memenuhi syarat administratif dan memiliki integritas. Kami yakin ia mampu mendukung Gubernur BI dalam menjaga stabilitas moneter,” kata Puan.
Alasan DPR Memilih Tommy Djiwandono
Anggota Komisi XI menyampaikan beberapa alasan utama mengapa mereka memilih Tommy:
- Tommy memiliki pengalaman bisnis yang kuat dan pemahaman mendalam tentang ekonomi digital
- Ia menunjukkan komitmen jelas untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi
- Visi Tommy mendukung inklusi keuangan melalui fintech dan digital banking mendapat apresiasi
- Dukungan lintas fraksi muncul karena latar belakang keluarga dan jaringan luas yang dimilikinya
Fraksi PDIP, Golkar, Gerindra, dan NasDem menyatakan dukungan penuh. Hanya sebagian kecil fraksi oposisi yang memberikan catatan, tetapi tidak menghalangi pengesahan.
Respons Publik dan Media Sosial yang Beragam
Reaksi masyarakat sangat bervariasi. Pendukung Prabowo dan Golkar memuji pilihan ini. “Tommy muda, berpengalaman bisnis, cocok untuk era digital banking,” tulis salah satu netizen. Tagar #TommyDeputiBI dan #SelamatTommyDjiwandono trending di X dengan ribuan tweet dukungan.
Namun ada juga kritik dari kubu oposisi dan netizen independen. “Apakah ini bagian dari akomodasi politik keluarga?” tanya beberapa pengguna. Meskipun demikian, sebagian besar komentar tetap memuji Adies sebagai figur yang relatif bersih dan dekat dengan rakyat.
Implikasi bagi Kebijakan Moneter dan Ekonomi Indonesia
Penunjukan Tommy sebagai Deputi Gubernur BI diharapkan membawa angin segar di era digitalisasi keuangan. Ia diprediksi akan fokus pada:
- Percepatan adopsi CBDC (Rupiah Digital)
- Penguatan regulasi fintech dan aset kripto
- Stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global
- Inklusi keuangan bagi UMKM dan masyarakat unbanked
Tommy akan mendampingi Gubernur BI Perry Warjiyo dan deputi lainnya dalam menjaga stabilitas moneter di tengah tekanan geopolitik dan fluktuasi nilai tukar.
Harapan dan Tantangan Tommy Djiwandono di BI
Tommy berharap dapat berkontribusi maksimal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga independensi BI di tengah tahun politik, mengatasi inflasi global, serta memperkuat rupiah di tengah ancaman perang dagang AS-China.
Indonesia punya Deputi Gubernur BI baru—Tommy Djiwandono resmi ditetapkan DPR!




