Mengintip Dapur Produksi BYD di China: Hampir Semuanya Dikerjakan Robot, Wow!

Dapur Produksi BYD di China

Halo Jakarta – BYD bukan lagi sekadar merek mobil listrik asal China yang sedang naik daun—mereka sudah jadi raksasa otomotif global dengan kapasitas produksi yang luar biasa. Pada pertengahan Januari 2026, tim detikOto berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik raksasa BYD di Shenzhen, China. Yang paling mencengangkan: hampir seluruh proses produksi dikerjakan oleh robot! Dari pengelasan bodi, pengecatan, perakitan baterai, hingga pemasangan interior—robot menguasai 95% pekerjaan. Manusia hanya bertugas di beberapa tahap akhir seperti quality control dan finishing. Apa rahasia pabrik futuristik ini, teknologi yang digunakan, kapasitas produksi, serta dampaknya ke pasar Indonesia? Berikut laporan eksklusif.

Pabrik BYD Shenzhen: Seperti Masuk ke Dunia Masa Depan

Pabrik BYD di Shenzhen ini luasnya mencapai 3 juta meter persegi—setara dengan 420 lapangan bola! Hanya dalam satu hari, pabrik ini bisa memproduksi hingga 5.500 unit mobil listrik dan hybrid. Bayangkan: setiap 15 detik, satu mobil jadi dan siap dikirim ke seluruh dunia.

Bacaan Lainnya

Yang paling mengagumkan adalah deretan robot industri yang bekerja nonstop 24 jam. Lebih dari 4.000 robot bergerak lincah di lini produksi. Robot-robot ini dibuat oleh BYD sendiri melalui anak usahanya, BYD Robotics. Mereka menggunakan sistem AI dan machine learning untuk menyesuaikan gerakan secara real-time, sehingga presisi pengelasan bisa mencapai 0,05 mm—jauh lebih akurat daripada tangan manusia.

Teknologi Robotik yang Jadi Tulang Punggung Produksi

Beberapa teknologi robotik unggulan di pabrik BYD:

  • Robot Pengelasan Otomatis – Lebih dari 1.200 unit robot welding, mampu mengelas 3.000 titik dalam waktu kurang dari 60 detik per bodi mobil
  • Robot Pengecatan Presisi – Sistem pengecatan tanpa cat berlebih, hemat hingga 30% cat dan ramah lingkungan
  • Robot Perakitan Baterai Blade – Robot khusus merakit baterai Blade Battery secara otomatis dengan tingkat kesalahan hampir nol
  • AGV (Automated Guided Vehicle) – Ratusan robot pengangkut material bergerak sendiri antar lini produksi tanpa campur tangan manusia
  • Sistem AI Vision – Kamera dan AI mendeteksi cacat produksi hingga ukuran 0,1 mm, lalu langsung perbaiki atau buang

Dengan teknologi ini, BYD bisa produksi satu mobil dalam waktu 2–3 jam—jauh lebih cepat dibandingkan pabrik konvensional yang butuh 20–30 jam.

Kapasitas Produksi yang Bikin Pesaing Ketar-Ketir

Pabrik Shenzhen ini hanya salah satu dari 8 pabrik raksasa BYD di China. Total kapasitas produksi tahunan BYD saat ini mencapai 4 juta unit mobil listrik dan hybrid—terbesar di dunia. Di 2025, BYD berhasil jual lebih dari 3,8 juta unit mobil baru, mengalahkan Tesla sebagai produsen EV terbesar global.

Di Indonesia, BYD sudah bangun pabrik di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas awal 150.000 unit per tahun. Pabrik ini akan mulai produksi massal pada akhir 2026. Dengan teknologi robotik yang sama, mobil-mobil BYD buatan Indonesia diharapkan punya kualitas setara pabrik Shenzhen.

Dampak ke Pasar Otomotif Indonesia

Keunggulan produksi robotik BYD bikin harga mobil mereka sangat kompetitif. Denza D9 yang terjual 3x lipat dari Alphard di 2025 adalah bukti nyata. Model-model seperti BYD Seal, Atto 3, dan Dolphin terus laris karena fitur premium dengan harga lebih terjangkau.

Di 2026, dengan pabrik lokal dan robotik canggih, BYD diprediksi kuasai 20–25% pangsa pasar mobil listrik di Indonesia. Ini jadi tantangan serius buat merek Jepang dan Korea yang masih bergantung pada produksi manual.

Kesimpulan: Era Robotik BYD Sudah Dimulai

Pabrik BYD di Shenzhen adalah gambaran masa depan otomotif dunia: hampir 100% dikerjakan robot, presisi tinggi, biaya rendah, dan ramah lingkungan. Ini bukan lagi mimpi—ini sudah menjadi kenyataan. Di Indonesia, kita akan segera merasakan manfaatnya melalui mobil-mobil BYD buatan lokal yang lebih murah dan berkualitas.

BYD bukan lagi “mobil China murah”. Mereka adalah raksasa otomotif masa depan.

Pos terkait